
istana penuh dengan hiruk pikuk pelayan yang tengah mempersiapkan sebuah acara yang akan digelar sangat mewah, yang di gadang gadang akan menjadi pesta termewah tahun ini.
Kedua putra dan putri sang raja akan berulang tahun, seluruh rakyat menyambut nya dengan suka cita. Kabarnya pesta tersebut akan diadakan selama tujuh hari tujuh malam, kerajaan akan mengadakan pesta rakyat sehari sesudah acara di istana di gelar. Tak lupa, raja dari kerajaan tetangga pun sudah di undang dari jauh hari..
Dalam persiapan pesta ini sang ratu langsung turun tangan guna memastikan tiada kesalahan yang akan terjadi dalam pesta tersebut.
"Salam hormat ibunda"
"Dari mana saja kalian, ibunda menyuruh pelayan mencari kalian tetapi mereka berkata bahwa kalian sedang tidak berada di istana"
sang ibunda ratu menatap tajam kedua putra putrinya, membuat mereka ketakutan bahkan sulit untuk sekedar menarik nafas. Tekanan yang begitu besar terasa membebani kedua pundak mereka seakan akan terdapat batu besar yang sedang menindih.
"Maaf kan kami ibunda, tetapi ayah memberikan tugas kepada kami menjadi perwakilan kerajaan Agrasia ke kerajaan Palapa. Kami baru sampai di istana beberapa jam yang lalu"
akhirnya sang putri memberanikan diri menjelaskan keadaan yang sebenarnya terjadi, rupanya sang ayah tidak memberitahukan sang ratu bahwa mereka mendapatkan tugas ke negri seberang.
"Dasar pria tua itu, berani beraninya dia tidak memberitahuku"
sang ratu langsung pergi meninggalkan putri Cendana dan pangeran Bara yang menatap sendu kearahnya. Sudah dipastikan bagaimana nasib sang ayah bila sang ibu yang marah menghadap ke arahnya.
Wanita yang memiliki sifat keras kepala itu sebenarnya sangatlah menyayangi kedua anaknya, ia tahu betul banyak sekali bahaya jika kedua anaknya meninggalkan istana. Oleh sebab itu, mereka hanya meninggalkan istana jika sang raja ataupun ratu pergi bersama mereka.
Baru beberapa langkah mereka berjalan suara ledakan menggema di seluruh sudut istana. Putri Cendana dan pangeran Bara sesaat saling menatap lalu melanjutkan langkah mereka menuju kamar masing masing.
Para penghuni istana sudah terbiasa dengan suara ledakan ini kecuali para pelayan yang masih baru, mereka sangatlah panik karena mengira terjadi serangan di istana, tetapi pelayan yang sudah senior memberi tahu mereka bahwa tidak akan terjadi apa apa.
Di lain tempat, seorang wanita tiada hentinya menyerang seorang pria dihadapannya. Tempat itu kini sudah rusak parah, tembok yang hancur serta lubang besar yang berada di lantainya seolah olah dihantam oleh sesuatu yang sangat besar.
Sang pria tidak memberikan perlawanan ia hanya terus menghindar, sendangkan pakaiannya sebagian besar sudah hangus menyisakan sepotong kain yang menutupi bagian intimnya.
"Sudahlah embun, apakah kau ingin membunuh suamimu."
__ADS_1
"Mengapa kau mengirim kedua anakku keluar istana, beruntung mereka tidak diserang oleh pemberontak. Jika sampai mereka celaka kupastikan kaupun hanya tinggal nama saja" sang ratu perlahan menghentikan serangannya.
Wajahnya yang cantik serta memiliki tubuh yang menggoda setiap laki laki yang melihatnya, bertolak belakang dengan sifat dan kepribadian yang begitu ditakuti di seluruh kerajaan.
Tidak ada yang berani melawannya di seluruh kerajaan bahkan kerajaan tetangga sekalipun. Saat bertemu dengannya bahkan seorang yang sakti mandraguna sekalipun lebih memilih memutar arah. Bukankan sangat beruntung raja yang mampu menaklukkan hatinya?
"Aku mengerti kemarahanmu, tetapi mereka tidak bisa selama hanya berada di dalam istana. Mereka adalah penerus kerajaan sudah sewajarnya mereka mengenal dunia dengan begitu baik. Mereka harus bisa mengambil keputusan yang cepat disaat terdesak, itulah tujuanku"
Sang ratu hanya bisa diam mendengarkan, iapun tau betul bahwa kedua anaknya suatu saat pasti meninggalkan istana untuk mencari pengalaman hidup. Tetapi tidaklah sekarang karena mereka masih terlalu lemah untuk menghadapi dunia luar.
"Aku sangat khawatir, bagaimana jika mereka kembali hanya tinggal jasadnya saja. Kau tau aku sangat menyayangi keduan anakku"
"Latihlah mereka setelah pesta di kerajaan berakhir, setelah itu biarkan mereka keluar kerajaan untuk mencari pengalaman"
sang ratu terlihat mempertimbangkan saran dari sang raja, setelah yakin ia mengangguk setuju. Ratu Embun segera meninggalkan sang raja saat urusannya selesai, sedangkan sang raja hanya menatap sendu kamar pribadinya itu
****
Perlahan aula kerajaan penuh dengan tamu yang berpakain serba mewah, terompet ditiup menandakan sang raja dan ratu Tuan rumah dari pesta ini akan segera datang. Aula menjadi hening, menantikan kehadiran orang yang paling dihormati di kerajaan Agrasia. Perlahan orang yang ditunggu tiba di tengah ruangan, memberikan senyuman terbaiknya kepada seluruh tamu yang berada di disana.
Semua pandangan mengarah ke sang ratu yang tampil begitu menawan hari ini, gaun panjang berwarna biru serta bagian atas yang sedikit terbuka membuat para tamu seakan terhipnotis oleh kecantikannya yang seakan tidak luntur oleh usia
"Sebelumnya saya mengucapkan terima kasih kepada para tamu yang sudah bersedia meluangkan waktunya untuk sekedar hadir di perayaan ulang tahun kedua putra dan putri kerajaan Agrasia. Kami selaku tuan rumah berusaha memberikan pelayanan terbaik untuk para tamu sekalian"
sang raja dengan begitu bangga memberikan sambutan, sedangkan sang ratu yang tidak betah dengan tatapan memuja dari para tamu segera melirik ke arah Sang suami di sebelahnya. Raja yang sudah mengetahui maksud dari sang istri segera menghentikan sambutannya.
Beberapa saat kemudian pangeran Bara dan putri sekar Cendana tiba di aula, seluruh tamu mengalihkan pandangan yang semula ke arah sang ratu menjadi kearah putra dan putrinya. Mereka berdua menggunakan pakaian yang serupa dengan kedua orang tuanya. saat sampai di tengah aula, mereka memberikan salam hormat kepada para tamu lalu berjalan ke arah raja dan ratu.
Para tamu pun menikmati pesta itu, berbagai pertunjukan dihadirkan untuk memeriahkan acara. Puluhan jenis makanan serta kue yang terlihat begitu menggiurkan berjejer rapi. Tanpa disadari seorang pria beserta istri dan putranya berjalan kearah keluarga kerajaan
"Salam hormat kepada yang mulia maha raja Daksa Mukti beserta keluarga" pria itu beserta keluarga nya menunduk hormat. raja sangat lah mengenal pria dihadapannya ini.
__ADS_1
"Sudah lama sekali semenjak kita terakhir bertemu"
yang mulia raja memberikan senyuman terbaiknya, pria dihadapannya ini adalah seorang raja dari kerajaan Muara Sinai kerajaan bawahan dari Agrasia. Ia sangat terkenal akan perangainya yang licik serta suka memenggal kepala orang yang pemikiran nya tidak sejalan dengan nya.
"Selamat datang raja Antesar, sudah lama sekali kita tidak bertemu. Bagaimana keadaanmu serta kondisi kerajaan Muara Sinai"
raja Daksa berusaha beramah tamah dengan tamunya, meskipun ingin sekali ia segera mengusir pria dihadapannya ini tetapi ia tidak ingin merusak pesta yang dibuat untuk anak anaknya.
"Kabarku sangat baik seperti yang anda lihat yang mulia, dan kerajaan Muara Sinai Seperti yang mulia ketahui bahwa selama ini seluruh rakyat nya hidup makmur. serta banyak sekali generasi muda yang memiliki kekuatan yang luar biasa lahir di kerajaan Muara Sinai"
raja Antesar berusaha membuat raja terkesan dengan kehebatan dari kerajaan Muara Sinai yang ia pimpin, memiliki generasi penerus yang memiliki kekuatan yang luar biasa.
"Benarkah, selamat kalauang benar adanya"
"Yang mulia raja dan ratu perkenalkan ia adalah istriku Mulan Asih serta putraku satu satunya, Cakra Trisna"
raja Antesar memperkenalkan istrinya serta putranya yang sedari tadi selalu berdiri di sebelahnya. Ia berusaha membuat putranya dikenal dikalangan bangsawan agar suatu saat ia dapat menjadi salah satu orang paling berpengaruh di benua Altesia
"Kau sangat beruntung, aku dapat melihat bahwa putramu sangatlah berbakat. Kau pasti melatihnya dengan sangat keras, dia pasti akan menjadi orang penting dimasa depan"
sang raja sangat mengagumi pemuda dihadapannya ini, dengan usia yang masih sangat muda yaitu 16 tahun. Kekuatan nya sudah mencapai tingkat Langit.
" Terima kasih atas pujiannya yang mulia, hamba akan sangat bangga bila putra hamba dapat mengabdi di kerajaan Agrasia"
"Tentu saja, dengan senang hati aku akan menerima pemuda berbakat sepertinya" tanpa ada yang mengetahui senyuman licik menghiasi bibir raja Antesar
Di benua Altesia Tingkat praktik kekuatan terbagi menjadi 4 tingkatan, masing masing tingkatan memiliki 10 level kekuatan. yang pertama adalah bumi, Pada tingkat bumi biasanya seseorang baru mulai mempelajari teknik bela diri, pada tingkat ini pula seseorang mengetahui apa elemen dasar dari kekuatannya.
Tingkatan selanjutnya yaitu langit, biasanya seluruh prajurit kerajaan berada pada tingkatan ini.
Dan pada tingkatan ke 3 adalah angkasa, raja raja dari kerajaan bawahan Agrasia berada pada tingkatan ini itupun hanya sebagian saja, sedangkan yang sudah berhasil pada tingkat praktik angkasa hanya berada pada level 5.
__ADS_1
Yang terakhir adalah semesta, pada tingkat ini seseorang dapat menghancurkan sebuah kerajaan kecil hanya dalam waktu beberapa kedipan mata, raja Daksa Mukti serta ratu Embun Allera adalah salah satunya.