The Last Prince

The Last Prince
#21


__ADS_3

Keesokan paginya tempat penginapan yang ditempati oleh Damar Biru dihebohkan oleh kemunculan puluhan anggota Sekte Awan Gelap, mereka semua mengepung tempat itu tanpa alasan yang jelas.


Damar Biru menyadari hal itu disebabkan kerena ada beberapa anggota mereka yang menghilang di tempat ini akibat ulah dari Bima serta kakak beradik Cakra dan vajra.


Damar Biru masih merasakan mereka bertiga mengawasinya meskipun dari jarak yang lumayan jauh.


Orang orang Sekte Awan Gelap yang datang adalah murid luar yang dipimpin seorang pemuda berusia 18 tahun, seorang anggota murid dalam sekte.


Murid dalam tersebut bernama Ranu, ia terkenal di kota ini karena sifatnya yang pendendam serta keras kepala. Selain itu ia adalah murid langsung dari tetua sekte yang membuatnya semakin besar kepala.


Ranu masih berada di tingkat langit level 5, meskipun begitu ia dikatakan salah satu jenius yang berada di dalam sekte. Teman sebayanya rata rata baru saja memasuki tingkat langit.


Jika dibandingkan dengan Damar Biru tentu saja sangat berbeda jauh, ia tidak akan bisa memamerkan kekuatannya kepada seorang pemuda berumur 15 tahun yang sudah berada pada tingkat langit level 7.


Para anggota sekte luar yang ia bawa rata rata masih berada pada tingkat bumi level akhir, jika Damar Biru dikepung oleh orang orang itu ia akan dengan mudah melenyapkan mereka semua


"Apakah salah satu pegawai ku ada yang menyinggung sekte Awan Gelap? Jika ia saya meminta maaf yang sebesar besarnya"


Manajer hotel itu begitu terkejut saat salah seorang pelayan menyampaikan kepadanya bahwa anggota sekte awan gelap mendatangi penginapan mereka dengan membawa puluhan orang.


Didalam mimpinya pun ia tidak pernah menyangka akan berurusan dengan Sekte tersebut.


" Ada beberapa anggota ku yang menghilang, ada yang melihat mereka menuju kesini saat terakhir kali mereka terlihat"


Ranu berbicara dengan suara yang keras agar seluruh orang yang ada di ruangan ini dapat mendengar nya, hari ini ia akan menemukan si pembunuh itu dan menunjukannya kepada orang orang agar tidak ada lagi yang berani menyinggung nya di kota ini.


Manajer penginapan itu semakin panik, wajar saja sekte Awan Gelap mendatangi tempat kerjanya, ia mengira pasti salah satu tamu di penginapan ini yang berani menyinggung sekte Awan Gelap.


Bajra gemetar ketakutan, ia dapat menebak bahwa tempat penginapan ini akan runtuh hari ini juga.

__ADS_1


Orang orang yang berada di penginapan itu gemetar ketakutan, mereka tidak bisa pergi karena para anggota sekte menutup pintu keluar membuat mereka semua terjebak di keadaan yang tidak menguntungkan ini.


"Apakah semua tamu yang menginap di sini sudah berada di ruangan ini?"


Ranu menatap satu persatu orang orang sedang berkumpul ditempat ini, ia mencari sosok yang ia anggap mencurigakan.


Bajra menatap semua wajah yang tidak asing tengah gemetar ketakutan, mereka semua adalah pegawai serta tamu yang ada disini.


Saat bajra ingin menjawab ia baru menyadari ada seseorang yang belum hadir disini.


"Ada seorang pria yang belum hadir disini"


"Panggil dia kesini, jika menolak seret dan patahkan lengannya"


Ranu memerintahkan salah seorang bawahannya untuk memanggil pemuda yang dimaksud oleh manajer penginapan.


Sebelum bawahan Ranu melangkah meninggalkan tempat itu, sebuah suara menghentikan langkahnya


Ranu mengepalkan tangannya bersiap menyerang pemuda tampan yang tengah menuruni tangga dengan perlahan, aura yang di keluarkan pemuda itu begitu kuat dan berwibawa.


Ranu menyadari pemuda yang saat ini berada dihadapannya memiliki umur berapa tahun lebih muda darinya, yang lebih membuatnya terkejut tingkat praktik pemuda itu juga 2 tingkat lebih tinggi darinya.


Ranu menyuruh anak buahnya untuk menyerang Damar Biru, sepuluh orang berbadan kekar maju untuk menyerang Damar Biru secara bersamaan, satu kibasan tangan Damar Biru membuat sepuluh orang itu terpental hingga menambatkan dinding.


Mereka langsung tidak sadarkan diri bahkan ada yang sampai muntah darah.


Orang orang yang ada disekitar mereka segera menyingkir takut jika mereka akan memerima serangan nyasar dari kedua belah pihak yang bertarung, ataupun disangkut pautkan dengan masalah yang tidak mereka mengerti


Ranu menggertakan giginya tidak menyangka bahwa pemuda di hadapannya akan memiliki kekuatan sebesar itu, ia menyuruh seluruh bawahanya yang tersisa untuk menyerang secara bersamaan

__ADS_1


Seperti sebelumnya satu ayunan tangan Damar Biru sudah dapat membuat orang orang itu terhempas ke dinding.


"Aku akan membunuhmu"


Ranu mengeluarkan pedangnya dan menyerang Damar Biru secara membabi buta, rasa marah dan takut membuatnya kehilangan kendali.


Damar Biru tidak berniat mengeluarkan pedangnya melainkan menilai kemampuan musuh dihadapannya terlebih dahulu, ia ingin bermain main dengan pemuda itu sebelum membunuhnya


Ranu yang menyadari Damar Biru hanya menghindari seluruh seranfannyaenjadi semakin murka, ia menggunakan jurus terbaik nya dari Sekte Awan Gelap yang membuat gerakannya semakin lincah dan sulit ditebak.


Damar Biru masih dapat mengimbangi pemuda itu meskipun Ranu telah menggunakan seluruh kekuatannya,


Setelah puas bermain main Damar Biru ingin segera mengakhirinya, ia tersenyum kecil sebelum mengarahkan tangannya kearah wajah Ranu yang membuat pemuda itu kesulitan bernafas.


Ranu menepuk dadanya sekuat tenaga karena oksigen tidak dapat mengalir ke paru-paru nya. Setelah beberapa detik Ranu tersungkur ke tanah dengan mulut dan hidung yang mengeluarkan darah segar.


Orang orang yang ada disana tidak menyangka pria semuda Damar Biru dapat melakukan pembunuhan yang begitu kejam, ia bahkan terlihat biasa saja setelah membunuh orang. Tidak ada rasa penyesalan ataupun rasa bersalah yang terlihat di matanya.


*****


"Aku mendengar kau meminta tolong seorang pemuda untuk membuatkan pil pembersih jiwa untuk kakakmu? Para ahli obat ternama saja tidak dapat membuatnya, bagaimana kau yakin bahwa pemuda itu akan sanggup melakukannya?"


"Karena aku percaya kepadanya"


Seorang gadis tengah duduk berhadapan dengan seorang pria paruh baya, meskipun sudah berumur tetapi aura nya begitu kuat membuat orang orang yang melihatnya memiliki keinginan untuk menuduk hormat.


"Jika dia benar benar sesuai dengan ekspektasi mu berusahalah untuk membuatnya berada di pihak kita, gunakan kecantikanmu untuk memikat pria itu."


Gadis itu tersenyum sinis, ia menyeruput teh yang ada di cangkir yang tengah ia pegang

__ADS_1


"Masalahnya dia tidak tertarik denganku, dia bukan pemuda biasa"


.


__ADS_2