The Last Prince

The Last Prince
#33


__ADS_3

malam semakin larut, hawa dingin yang sangat kuat terasa menusuk tulang. belum lagi angin yang berhembus lumayan kuat malam ini, disamping itu rembulan bersinar sangat indah.


Damar biru tengah duduk didepan sebuah tenda yang dipersiapkan untuknya, ia memandangi sekitarnya ada sebagian para pengawal tengah beristirahat dan sebagian lagi berjaga di perkemahan ini. Suara jangkrik terdengar begitu merdu sebagai satu satunya suara yang mengisi keheningan malam


hawa dingin seperti tidak dapat menembus kulitnya, ia menggunakan energi kehidupan untuk menjadi pelindung nya dari udara luar.


perlahan perhatian Damar Biru teralih pada salah satu bayangan samar yang letaknya lumayan jauh darinya, Damar Biru dapat merasakan hawa membunuh yang samar terpancar dari bayangan itu.


ketika pemuda itu bangkit dari tempat duduknya, bayangan itu seperti menyadari bahwa keberadaannya telah diketahui. dalam satu kedipan mata bayangan samar itu menghilang dari tempat semula.


"sepertinya tidak ada tidur nyenyak untuk malam ini" Damar Biru menghela nafas berat.


seorang anggota kerajaan yang berpergian pastilah menjadi salah satu sasaran musuh, apa lagi di tempat seperti ini tidak ada yang akan menolong karena letaknya yang berada jauh dari kota ataupun desa.


Damar biru seperti seekor kelinci yang berada di kandang singa, keputusannya untuk menghindari masalah malah membawanya masuk kedalam masalah yang lebih besar.


tepat saat Damar Biru akan memasuki tenda, ia merasakan nafsu membunuh yang sangat kuat serta kedatangan sebuah kelompok mengepung lokasi kemah mereka. para prajurit yang awalnya sedang tertidur langsung terbangun dan berjaga di sekitar tenda milik putri Delima.


cayaha bulan yang sangat terang dapat menunjukkan puluhan orang yang mengepung mereka menggunakan pakaian berwarna hitam dengan simbol harimau berwarna merah di bagian dada kirinya, seluruh orang yang itu menggunakan penutup wajah dengan kain yang berwarna merah darah.


"habisi semuanya, jangan sisakan satupun"

__ADS_1


sebuah teriakan bernada perintah terdengar jelas di keheningan malam, para prajurit langsung bersiaga melindungi tuan mereka.


setelah Damar Biru melihat simbol yang ada di pakaian mereka seketika emosinya meluap, Damar Biru tidak menyangka akan bertemu dengan organisasi ini lagi setelah sekian lama.


para pembunuh itu adalah anggota dari organisasi Harimau Darah, organisasi yang sama yang melenyapkan kampung halaman serta kedua orang tuanya. Damar Biru berniat membunuh setiap anggota dari organisasi itu sehingga ia berusaha keras agar menjadi lebih kuat, organisasi itu bukanlah organisasi biasa, selain menerima bayaran untuk membunuh mereka juga akan merampok dan tidak segan melenyapkan satu kota tanpa ada yang tersisa.


setelah beberapa saat, suara hantaman pedang terdengar begitu jelas. malam indah bulan purnama itu menjadi malam yang penuh darah, Damar Biru tidak akan membiarkan siapapun anggota organisasi Harimau Darah lolos malam ini.


Damar biru segera mengeluarkan jurus Badai pedang dan membuat pedang miliknya melayang membantu pasukan untuk menghadapi para pembunuh, sebagaimana pedangnya lagi melayang memenggal satu persatu kepala anggota harimau darah.


Damar biru pun tidak mau tinggal diam, ia mengeluarkan pedangnya dan segera menghabisi para pembunuh yang sudah kelelahan menghadapi pedangnya yang bergerak sendiri seperti memiliki nyawa.


sebagian dari mereka memiliki kekuatan diatas Damar Biru dan juga memiliki pengalaman bertarung yang lumayan baik, oleh karena itu Damar Biru berniat untuk membuat mereka kelelahan sebelum melawannya.


yang lebih mengejutkan saat ia melihat puluhan pedang tengah bergerak melawan musuh seperti memiliki nyawa sendiri dan dapat menangkis ataupun menyerang lawannya dengan ahli.


putri Delima segera mengambil pedang miliknya dan ikut andil dalam pertarungan, putri Delima menyerang musuh musuh yang jaraknya dekat dengannya dan menghabisinya dengan pedang panjang ditangannya


tidak ada keraguan dimata putri Delima saat menyerang musuhnya, Damar Biru yang berada tidak jauh darinya terpesona akan kelincahan dan teknik pedang milik sang putri.


setelah matahari hampir terbit, pertarungan baru berakhir menyisakan beberapa orang pembunuh dari harimau drag yang sudah terluka parah, mereka semua memilih untuk melarikan diri

__ADS_1


Damar biru berniat mengejar tetapi saat menyadari sebagian orang prajurit yang tersisa sedang dalam kondisi kritis lebih memilih tetap tinggal dan memberikannya masih masing dari mereka tiga buah pil.


mereka semua yang menyadari Damar Biru dapat mengeluarkan pil kualitas tinggi dengan jumlah yang lumayan banyak merasa penasaran akan identitas dari Damar Biru yang sebenarnya.


pil adalah sebuah benda berharga yang selain harganya yang tinggi juga biasanya hanya digunakan oleh kalangan atas, para prajurit rendahan seperti para pengawal tidak akan pernah mendapatkannya


setelah para prajurit memakan tiga buah pil tersebut luka mereka perlahan sembuh tenaga mereka pulih hanya dalam waktu tidak sampai lima menit, mereka semua kagum dengan Damar Biru yang begitu murah hati, beberapa dari mereka merasa malu karena sempat mersikap tidak sopan dan menuduhnya sebagai bagian dari pembunuh bayaran.


sebelahnya damar biru memiliki pil yang lebih baik dari ketiganya, pil itu hanya membutuhkan waktu beberapa detik untuk menyembuhkan luka seberat apapun. tetapi Damar Biru tidak akan memberikan pil berharga seperti itu kepada orang asing


"terimakasih atas pertolonganmu kali ini, setelah ini datanglah ke kerajaan Empat Samudra dan aku akan memberikan imbalan yang pantas"


putri Delima berusaha agar ia bisa berhubungan baik dengan pemuda ini, tetapi sepertinya penawarannya tidak membuat pemuda dihadapannya terkesan.


"maaf tuan putri, sekarang aku akan melanjutkan perjalanan ku. jika aku terus berada bersama rombonganmu maka perjalananku akan memakan waktu lebih lama"


putri Delima merasa kesal karena Damar Biru tidak menanggapi ucapannya tentang berkunjung ke kerajaan Empat Samudra, gadis itu merasa Damar Biru tengah mengalihkan pembicaraan


"apakah kau tidak ingin uang dan jabatan? jika kau mau ikut denganku ke kerajaan Empat Samudra ayahku pasti akan memberikanmu jabatan yang bagus jika mengetahui kemampuanmu" putri Delima tidak kehabisan akal untuk membujuk Damar Biru, menurutnya tidak ada yang akan menolak penawaran bagus seperti ini


"maaf tuan putri, tetapi aku sungguh tidak kekurangan uang. dan aku mencintai pekerjaan ku yang sekarang"

__ADS_1


Damar biru memberi hormat kepada putri Delima sebelum bergegas pergi menghilang dalam sekejap mata, Damar Biru tidak ingin tinggal lebih lama di tempat itu.


putri Delima hanya diam mematung, ia tidak menyangka penawarannya akan ditolak mentah-mentah. putri Delima tidak pernah tau bahwa Damar Biru dapat menghasilkan jutaan koin emas jika ia mau, dengan pil tingkat 7 yang berhasil ia buat, bahkan ia bisa menjadi orang paling kaya di benua ini.


__ADS_2