
Putri Sekar Cendana masih termenung akibat kisah yang di ceritakan oleh Damar Biru, hatinya seakan terasa sakit memikirkan bagaimana jika dia yang ada di posisi Damar Biru.
Kehilangan orang yang paling disayangi seolah pukulan terberat yang harus dihadapi semua manusia, fikirannya melayang membayangkan kedua orang tua serta kakaknya yang paling dicintai pergi meninggalkannya. Tanpa disadari bulir Air mata menetes di pipi mulusnya
"Kau tidak apa-apa?" Suara Damar Biru membuyarkan lamunannya.
"Besok temui aku di halaman istana, ibuku akan melatihku beberapa jurus keluarga kerajaan. Jika kau beruntung mungkin ibuku akan mengasihanimu dan mengajarkan beberapa jurus"
Tanpa berniat menjawab pertanyaan Damar, putri Sekar Cendana segera pergi meninggalkan kamar pemuda itu.
Sebenarnya kamar antara Damar Biru dan putri Sekar Cendana terhubung dengan sebuah pintu. Tetapi sekarang kamar Damar Biru berbeda dari tempat sebelumnya, sedikit lebih besar serta terdapat halaman disekelilingnya.
Kamar Damar biru sengaja dipindahkan oleh pangeran Bara, ia tidak setuju jika kamar seorang pelayan bersebelahan dengan seorang putri kerajaan.
Alhasil sekarang ia menempati sebuah rumah yang berada di sebelah istana, tepatnya tempat tinggal para pelayan istana. Wilayah itu seperti sebuah desa yang dibuat oleh raja khusus untuk para pelayan serta prajurit istana, letaknya sekitar 100 meter dari istana utama. Tempat itu biasa disebut sebagai pondok pelayan
Damar biru berusaha untuk duduk dan melakukan kultifasi, ia menyilangkan kedua kakinya dan berusaha untuk melihat pusat energi didalam dirinya. Wilayah ini memiliki energi kehidupan yang sangat pekat, sehingga jika ia terus berlatih maka ia sedikit lebih mudah untuk naik ke level selanjutnya.
Perlahan Damar Biru menyerap energi kehidupan disekitarnya, sedikit demi sedikit pusat energi di tubuhnya terisi.
Tiba tiba pusat energi di tubuh Damar biru meledak memancarkan cahaya keemasan yang menyelimuti tubuhnya, cahaya itu menandakan bahwa Damar Biru sudah naik ke level selanjutnya nya yaitu tingkat bumi level 3.
Seluruh rasa sakit di tubuhnya seolah menghilang akibat dari dirinya yang sudah naik level.
Perlahan Damar Biru membuka matanya, rasa bahagia yang begitu besar menyelimuti hatinya. Sudah dua tahun ia menunggu untuk bisa naik ke level berikutnya, tetapi karena dulu ia sangat malas untuk berlatih serta berkultifasi membuat perkembangannya sedikit terhambat.
Sudah beberapa jam Damar Biru hanya duduk dikamar sambil membaca buku yang diberikan putri Sekar Cendana, karna merasa bosan akhirnya ia berinisiatif keluar kamar untuk sekedar mencari udara segar.
Suasana di luar rumahnya sedikit ramai, karena hari sudah hampir malam para pelayan dan prajurit istana sebagian Sudah kembali kerumahnya serta sebagian lagi menuju istana untuk bergantian berjaga.
Damar Biru terus berjalan sampai ia tiba di sebuah gerbang menuju istana utama, karena ia tidak berniat untuk pergi ke istana akhirnya ia berjalan kembali kerumahnya melewati jalan yang berbeda dari sebelumnya. Damar Biru memilih berjalan memutar yaitu melewati hutan yang mengelilingi pondok pelayan.
__ADS_1
Setelah beberapa lama berjalan ia merasakan sebuah energi yang sangat kuat, energi seseorang yang berada pada tingkat semesta level akhir.
Damar sangat penasaran bahwa ada seseorang dengan kekuatan yang begitu tinggi tinggal di tempat ini, padahal yang ia ketahui dikerajaan Agrasia tidak lebih dari 10 orang yang berada pada tingkat semesta.
Karna rasa penasaran yang begitu tinggi ia memilih untuk mendekati sumber energi tersebut, dari kejauhan ia melihat cahaya berwarna biru kehitaman mengelilingi tubuh seorang pria yang tengah duduk diatas sebuah batu besar.
Perlahan cahaya itu meredup seiring dengan langkah Damar Biru, orang dihadapannya ini memiliki aura yang sangat pekat membuat sekelilingnya terasa dingin serta sulit untuk sekedar menarik nafas.
"Mengapa kau bisa berada disini"
Damar biru tersentak sebelum memberi hormat kepada orang yang tengah menatapnya lekat.
"Maaf tuan, tempat ini berdekatan dengan tempat tinggalku. Aku hanya sekedar berjalan jalan tetapi karena merasakan energi yang sangat kuat akhirnya aku menuju ke sumber energi itu dan akhirnya bertemu dengan tuan" Damar biru berusaha menjelaskan awal mula ia berada di sini
"Tempat ini adalah dimensi yang berbeda dengan yang kau tinggali. Apakah kau tau hanya orang yang memiliki kekuatan delapan elemen yang bisa berada disini"
Damar Biru terkejut hingga mundur beberapa langkah, bagaimana mungkin tempat yang sangat dekat dengan pondok pelayan adalah sebuah dimensi yang berbeda. Jika raja maupun ratu sudah mengetahui hal ini pasti pondok pelayan tidak akan berada di sekitar wilayah ini.
"Jika kau bisa masuk ke tempat ini artinya kau memiliki delapan elemen. Yang berarti kau adalah seorang jenius yang hanya muncul setiap 100 tahun sekali. Tetapi sayangnya kau tidak melatih kekuatanmu dengan benar, kau sudah dewasa tetapi hanya berada pada tingkat bumi level 3, memalukan"
Damar Biru hanya bisa tersenyum masam mendengar ucapan seorang pria yang ada di hadapannya, seorang jenius? Yang benar saja. Ayah dan ibunya adalah seorang rakyat biasa yang hanya berada pada tingkat langit seumur hidupnya, Mereka masing masing hanya memiliki satu elemen. Ayahnya memiliki elemen dasar api sementara ibunya memiliki elemen tanaman
Meskipun mereka selalu berlatih di setiap kesempatan tetap saja mereka tidak pernah bisa menembus ke tingkat angkasa. Bagaimana mungkin anaknya memiliki ke delapan elemen sekaligus?
"Jika kau mau aku bisa menjadi gurumu karena aku juga memiliki delapan elemen, sama denganmu. Lagi pula aku sudah berada terlalu lama di tempat ini, sebagai gantinya jika kau sudah berada pada tingkat angkasa kau harus mencari tubuh asliku"
Ucapan pria itu membuat Damar biru tersedak nafasnya sendiri, seorang yang berada di tingkat semesta ingin menjadi guru nya? Keberuntungan macam apa yang ia miliki sehingga mendapatkan seorang guru sehebat ini.
Meskipun hanya rohnya tanpa tubuh saja saat ini, pria itu tetaplah memiliki kemampuan serta pengalaman yang sangat banyak. Dan jika Damar Biru ingin mencari tubuh gurunya itu, ia harus mencapai tingkat praktik angkasa yang biasanya seseorang capai setelah berumur lebih dari 50 tahun, tetapi karena dirinya yang baru berada pada tingkat bumi level 3 setelah berumur 15 tahun maka kemungkinan besar ia baru mencapai tingkat angkasa pada umur 60-an
"Aku ingin menjelaskan sedikit kepadamu, karna kita sedikit spesial akibat memiliki delapan elemen sekaligus, maka saat kau berada pada tingkat angkasa kau bisa langsung menembus ke tingkat dewa tanpa melalui tingkat semesta terlebih dahulu."
__ADS_1
Lagi lagi gurunya membuat Damar Biru seperti kehilangan nafas, tingkat dewa hanya dianggap sebagai legenda di dunia ini sedangkan pria di hadapannya mengatakan hal itu seolah olah itu adalah hal yang biasa.
Untuk kesekian kalinya pria dihadapannya membuat Damar Biru sangat terkesan
"Bagaimana mungkin!, Tingkat dewa hanyalah sebuah legenda. Bagaimana mungkin tuan mengatakan hal itu dengan begitu mudah"
"Orang orang menganggapnya legenda karna memang hanya satu orang setiap seratus tahun yang mencapai tingkat itu, dan orang itu pastilah tidak akan mengumumkan hal itu kepada dunia begitu saja. Suatu saat kau akan mengerti"
"Apakah tuan salah satunya?"
Pertanyaan Damar Biru tidak mendapat jawaban dari pria dihadapannya, meskipun begitu Damar Biru tau bahwa ucapannya adalah benar.
Damar Biru sudah menduga akan hal itu, tidaklah mungkin seseorang membuat dimensi lain tetapi orang yang berada pada tingkat yang sama tidak bisa merasakannya. Pastilah orang itu berada pada tingkat yang lebih tinggi.
Saat Damar Biru ingin memberikan pertanyaan yang lain tiba tiba pria dihadapannya berubah menjadi cahaya yang sangat terang dan masuk kedalam tubuh Damar Biru.
Tubuh Damar biru berubah menjadi bercahaya dan Pusat energi yang berada didalam tubuhnya seolah bergejolak tidak terkendali seperti ombak besar di lautan. Perlahan gejolak itu mereda seiring dengan cahanya yang berada di tubuhnya mualai meredup.
"Sekarang aku berada di dalam pusat energimu, kau bisa berkomunikasi denganku kapan saja. Aku bisa membuatmu naik ke level selanjutnya tetapi tidak akan aku lakukan karena aku ingin kau berusaha sendiri, aku hanya akan melakukannya jika dalam keadaan yang terdesak saja"
Damar biru hanya bisa menyetujuinya, ia sudah sangat bersyukur mendapatkan guru seperti gurunya, ia tidak akan meminta lebih.
Saat ia memeriksa pusat energinya ia terkejut karena sekarang ia sudah berada Pada tingkat bumi level 7 yang sebelumnya hanya level 3.
"Levelmu naik secara otomatis karna menerima energi yang besar dari roh ku. Sekarang sentuh batu dihadapannmu dan alirkan energimu secara perlahan"
Damar biru mengangguk lalu dengan segera menuruti perintah dari guru barunya, perlahan batu itu terbelah dan sebuah cincin melayang dari dalam batu tersebut.
Damar Biru segera mengambil cincin itu, ia memperhatikan dengan detail cincin tersebut. cincin itu seperti cincin kebanyakan tetapi terdapat sebuah permata berwarna biru diatasnya. Di bagian luar terdapat ukiran bertuliskan panglima Langi.
"Panglima langit adalah nama asliku, sekarang kembalilah ke rumahmu."
__ADS_1
Damar biru tidak menjawab ucapan gurunya melainkan langsung berjalan ke arah rumahnya.