The Last Prince

The Last Prince
#20


__ADS_3

"selanjutnya aku tidak akan perduli lagi kalian akan tetap memata mataiku seperti biasanya atau pergi, aku akan istirahat"


Damar Biru membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur, ia menutup matanya tidak lagi memperdulikan tiga orang yang tengah menatapnya tajam.


Diseluruh dunia orang yang berada pada tingkat semesta sangatlah dihormati sedangkan dihadapan pemuda itu mereka seperti seorang pelayan yang dapat diusir kapan saja.


Belum lagi jika ada sekte yang mengetahui ada seseorang ditingkat ini yang belum masuk kekte manapun akan menjadi bahan rebutan, mereka akan memberikan apapun yang orang itu minta asalkan mau bergabung, dengan begitu kekuatan disekte mereka tentu akan meningkat.


Mereka bertiga memilih pergi tidak ke tempat yang tidak terlalu jauh dari tempat penginapan itu.


Setelah menyadari kepergian ketiganya Damar Biru langsung bernafas lega, meskipun bersikap biasa saja tetapi keringat dingin terus mengalir di punggung nya.


Damar Biru bersikap biasa saja untuk menunjukan meskipun ia tidak dapat menghadapi mereka tetapi ia bukanlah orang yang mudah ditindas, belum lagi identitas dari ketiga orang itu belum diketahui.


Ia memandang sinar bulan dari jendela kamarnya, ia merindukan saat saat bersama dengan keluarganya memandang bulan sambil menikmati teh dan cemilan.


Dulu saat didesanya ayahnya pasti akan memarahinya pada malam hari saat Damar Biru ketahuan bermaksud malasan dan tidak melatih kekuatannya, sedangkan sang ibu akan membelanya membuat pertengkaran kecil di antara keduanya.


Damar biru tersenyum masam, menyadari kejadian itu tidak akan pernah terulang lagi seumur hidupnya.


Entah itu sebuah keberuntungan atau kutukan hanya ia yang tersisa dari seluruh warga di desanya, ia mengingat pertemuan pertamanya dengan Bara dan berakhir menjadi seorang pelayan Sekar Cendana.


Damar biru menyadari gadis itu sudah tidak ada lagi disini, ia sudah pergi dengan Bara ke kota selanjutnya yaitu kota Lembah Berawan.


Sekarang ia benar benar sendirian, tidak ada teman atau kerabat ditempat ini.


***


"Aku sudah membawakan semua bahan untuk membuat pil sesuai yang kau mau"


Tera menyerahkan semua bungkusan berisi tanaman obat untuk pil pembersih jiwa, Damar Biru tidak menyangka gadis itu dapat menemukan tanaman obat langka dalam waktu satu hari.


Mengingat luasnya relasi dari Istana Bulan Purnama menemukan bahan bahan ini tidak lah sulit, tetapi sekarang kepala pemuda itu terasa sangat sakit.


Pil pembersih jiwa adalah pil tingkat 7, di seluruh kerajaan ini tidak ada yang dapat membuatnya.

__ADS_1


Jika Damar Biru berhasil ia akan menjadi satu satunya ahli obat di kerajaan Angin Utara dan kerajaan Agrasia yang dapat membuatnya.


Alasantidak ada yang bisa membuatnya selain pil ini adalah pil tingkat tinggi , resepnya pun sudah sudahenghilang dari beberapa ratus tahun yang lalu. Damar biru tidak menyangka resep ini berada di tangannya.


"Nona Tera, aku akan membeli beberapa tanaman obat disini"


Gadis itu mengerutkan alisnya ia mengingat pria itu telah menghabiskan hampir 4 ribu keping emas untuk membeli tanaman obat, ia tidak menyangka akan habis dalam waktu dua hari.


"Baiklah, biar aku yang temani"


Damar biru berjalan disebelah Tera membuatnya menjadi pusat perhatian, bahkan pejabat penting sekalipun tidak pernah mendapat perhatian dari nya. Mereka berfikir pemuda ini pastilah bukan orang biasa.


"Bawa aku ke lantai empat"


Gadis itu hanya mengangguk, damar biru berbelanja seperti sebelumnya. Ia membeli apapun yang menurutnya menarik atau membeli tanaman dalam jumlah yang sangat banyak.


"Nona tolong pelayan mu ambilkan 20 tangkai daun sisik naga, 300 ml air embun mawar, 500 daun lidah api, dan 1 kg bubuk es beku. Aku akan mencari tanaman obat yang lain di lantai 5"


Tera membuka mulutnya karna terkejut, biasanya orang orang hanya membeli tanaman obat beberapa tangkai saja, sedangkan pemuda ini membeli sangat banyak seolah olah akan membuat pil untuk di jual kembali.


"Aku belum memikirkan hal itu, mungkin jika nona berminat setelah aku membuat pil pembersih jiwa aku akan membuat beberapa pil untuk di jual disini apakah bisa?"


"Tentu saja bisa"


Tera langsung menjawab cepat ucapan Damar Biru, memperoleh pil sangatlah sulit bahkan untuk Istana Bulan Purnama sekalipun.


Setiap bulannya mereka hanya memperoleh tidak lebih dari lima ribu pil dan langsung habis dibeli oleh sekte besar, bahka banyak sekali yang protes karena tidak kebagian.


Untuk memperoleh pil itu sendiri membutuhkan usaha serta modal yang besar, selain susah di dapat harganyapun sangat mahal.


"Kau ingin menjual pil tingkat brapa?"


"Mungkin tingkat 6 atau 7"


Tera serta beberapa orang disana terkejut mendengar ucapan Damar Biru, bahkan pil tingkat tinggi yang biasa mereka jual paling tinggi berada pada tingkat 6 itupun tidak lebih dari dua ratus butir.

__ADS_1


Jika Damar Biru dapat menjual pil tingkat 7 juga maka ia akan membuat kehebohan di seluruh kerajaan, beberapa orang yang mendengar hal itu menganggap banyak yang tidak percaya bahkan menuduh bahwa Damar Biru hanya membual.


Tera menggapai ucapan Damar Biru sebagai sebuah kenyataan, entah mengapa ia percaya penuh ucapan pria itu


Setelah hampir satu jam menyusuri lantai empat dan lima akhirnya Damar Biru puas berbelanja, seleuh belanjaannya telah ditumpuk dimeja kasir.


"Totalnya 1 juta keping emas, tuan bisa membayarnya menggunakan koin emas atau uang kertas"


"Uang kertas?"


Damar biru baru mendengar tentang uang kertas, uang kertas sendiri dibuat untuk memudahkan seseorang agar tidak perlu membawa uang koin dalam jumlah banyak, agar tidak mengundang para penjahat.


Hal ini dinilai jauh lebih aman dan banyak digunakan oleh orang orang,


Setiap satu lembar uang kertas setara dengan seribu keping koin emas


"Apakah aku bisa menukar Koin emas dengan uang kertas disini?"


"Tentu, anda ingin menukarkan berapa koin emas?"


"2 juta"


Tera menahan nafasnya, setelah menghabiskan 5 juta di pelelangan dan satu juta lainnya untuk membeli tanaman obat, ia tidak menyangka damar biru masih memiliki juta koin emas lainnya.


Tera tidak bisa percaya pria semuda ini sudah memiliki harta sebanyak itu, gadis itu mengira Damar Biru bukan berasal dari keluarga sembarangan.


Bahkan para tuan muda dari sekte besar tidak dapat menghabiskan uang sesuka hati mereka seperti Damar Biru. Mereka hanya membeli barang barang yang dapat meningkat praktik mereka


Damar biru memberikan tiga juta keping emas kepada Tera, lalu beberapa saat kemudian seorang pelayan datang membawa setumpuk uang kertas senilai 2 juta koin emas.


Setelah memasukan belanjaannya ke cincin dimensi Damar Biru pergi meninggalkan tempat itu.


'Guru aku pasti akan mengembalikan uangmu segera'


.

__ADS_1


__ADS_2