The Last Prince

The Last Prince
#22


__ADS_3

seorang gadis tengah termenung sambil memandang sinar bulan melalui jendela kamarnya, ia bahkan tidak sadar jika dibelakangnya sudah berdiri seorang pria yang tengah tersenyum kecil melihat tingkah gadis itu


"kau merindukannya?"


gadis itu memandang sekilas wajah pemuda itu dan kembali mengarahkan pandangannya menatap terangnya sinar bulan purnama.


pemuda itu mendekati sang gadis dan mengusap kepalanya pelan


"ternyata benar kau merindukannya"


"aku tidak merindukan Damar Biru"


jawab gadis itu singkat, pemuda itu tertawa keras sebelum mendorong wajah sang gadis menggunakan jari telunjuknya


"aku bahkan tidak menyebutkan nama tetapi kau langsung menyebut nama Damar Biru, kau pasti sudah jatuh cinta denganya"


"jangan bicara sembarangan" Sekar Cendana mendengus sebal, ia mendorong tubuh Bara dan berlahan ke arah tempat tidurnya


"aku tidak mengerti, ia memiliki urusan apa disana. setahuku Damar Biru tidak memiliki kerabat ataupun teman yang tinggal di kota Mutiara Timur."


Bara menaikkan sebelah alisnya, dia tidak mengetahui bahwa adik perempuannya sampai menyelidiki latar belakang dari Damar Biru, biasanya dia tidak pernah perduli tentang kehidupan orang lain.


"kau bukanlah siapa siapa sehingga dia akan menceritakan semua urusannya kepadamu, mungkin saja disana ia bertemu gadis cantik dan ingin menikahinya"


Sekar cendana menatap Bara dengan tatapan datar, entah mengapa ada rasa tidak rela saat kakaknya mengatakan hal itu


.


.


setelah insiden pembunuhan yang terjadi ditempat ia menginap, Damar Biru memilih meninggalkan penginapan itu, ia tidak ingin orang lain menjadi kesulitan karena dirinya.

__ADS_1


saat ini Damar Biru tengah berada dihutan yang tidak jauh dari kota, ia sementara memilih untuk menghindari bertemu dengan orang lain karena sekte Awan Gelap sudah pasti akan memburunya.


Damar Biru sudah membunuh salah satu murid dalam dari sekte itu serta puluhan murid luar, tidak ada alasan untuk sekte Awan Gelap tidak mengulitinya hidup hidup.


saat ini Damar Biru tengah berusaha membuat pil tingkat 3, sudah kesekian kalinya ia gagal. meskipun saat membuat pil tingkat 2 ia berhasil dalam sekali percobaan, tetapi kesulitan dalam membuat pil tingkat 3 jauh lebih tinggi di atasnya.


"jika terus melakukan kesalahan aku tidak akan pernah berhasil membuat pil pembersih jiwa dalam waktu singkat"


Damar biru mengacak rambutnya frustasi, kali ini kembali membuat pil dengan kondisi yang lebih tenang, ia belajar dari kesalahan sebelumnya dan mengambil langkah dengan hati hati.


saat tahap terakhir dilakukan, Damar Biru menutup matanya bersiap siap jika ledakan akan terjadi, tetapi setalah beberapa saat hanya ada keheningan, tidak ada suara ledakan seperti yang diperkirakan oleh Damar Biru.


perlahan pemuda itu membuka matanya, ia tidak menyangka ada sebuah pil yang melayang di hadapannya, Damar Biru sampai mengusap matanya beberapa kali karna tidak mempercayai sesuatu yang tengah dilihatnya.


"sepertinya aku memang berbakat"


Damar Biru tersenyum simpul, selanjutnya ia melanjutkan membuat pil yang sama sampai ia mendapatkan pil kualitas tinggi.


sudah beberapa hari Damar Biru tidak melatih kultifasi nya sama sekali akibat membuat pil, ia tidak ingin saat bertemu dengan Sekar Cendana ia tidak mengalami peningkatan, gadis itu pasti akan mengolok-olok nya kerena tidak mengalami kemajuan dalam praktik.


Damar biru membuka sebuah buku manual dari cincin dimensi milik Panglima Langit, ia melihat jurus jurus yang sangat kuat untuk menghadapai lawan yang jauh lebih kuat darinya. salah satu jurus itu adalah 'Dewa Menggenggam Tanah' dan 'Badai Pedang'.


Jurus Dewa Menggenggam Tanah dibuat untuk orang yang menguasai elemen tanah, jurus itu akan membentuk dua buah tangan yang terbentuk dari tanah dan bebatuan yang sanggup menghancurkan tulang orang yang berada di tahap semesta sekalipun, jika berhasil menguasainya secara penuh.


sedangkan jurus Badai Pedang akan memunculkan sebuah ilusi yang memunculkan ratusan pedang yang berputar mengelilingi orang yang merapalkan jurus, meskipun pedang itu hanya ilusi tetapi sanggup memotong baja sekalipun.


jurus Badai Pedang dapat digunakan untuk bertahan sekaligus menyerang, saat bertahan tidak akan ada yang mampu menembus badai yang terbuat dari pedang itu, sedangkan saat menyerang pedang pedang itu akan seperti memiliki nyawa sehingga dapat berjalan sendiri membunuh musuh musuh dihadapannya.


kedua jurus ini sangat mematikan, jika Damar Biru dapat menguasai keduanya maka ia akan sanggup mengalahkan musuh yang jauh lebih kuat darinya.


Damar biru bermeditasi, mencoba memahami kata perkata yang terdapat di dalam buku itu setelah membacanya.

__ADS_1


setelah merasa memahami betul jurus jurus itu, Damar Biru mencoba untuk memperaktekkannya. ia memejamkan matanya sesaat kemudian muncul cahaya keemasan mengelilingi tubuh Damar Biru, perlahan cahaya itu berubah menjadi bentuk pedang yang sangat banyak, pedang pedang itu lalu bergerak dengan cepat mengitarinya membentuk badai tornado dengan Damar Biru berada di dalamnya.


Damar Biru tidak menyangka jurus itu begitu hebat, dengan jurus ini ia mampu mengalahkan orang orang yang mengepungnya meskipun tingkat praktiknya jauh lebih kuat darinya.


saat Damar Biru tengah mengagumi jurus Badai Pedang miliknya ia mendengar ada seseorang yang tengah bertarung, ia menghentikan Badai Pedangnya dan segera pergi ke sumber suara.


Damar biru melihat ada seorang pria tengah bertarung dangan segerombolan serigala, tetapi yang menarik perhatian Damar Biru adalah tangan kiri pria itu terlihat tengah menggendong sesuatu di pelukannya.


pertarungan itu terlihat berat sebelah karna ada 3 serigala yang mengepungnya dari beberapa sisi, pria itu terlihat pasrah dan terduduk di tanah, ia melihat pria itu tengah menatap sesuatu yang ada di gendongannya.


Damar biru terkejut karena ternyata pria itu tengah menggendong seorang bayi, ia terlihat kelelahan dengan darah yang mengalir dari bahu kanannya akibat cakaran dari serigala.


ketiga serigala itu melompat untuk meraih pria itu, Damar Biru mencoba untuk menyelamatkannya dengan jurus Badai Pedang yang baru saja ia kuasai.


pedang pedang itu damar biru arahkan untuk menyerang ketiga serigala itu, pria itu terkejut saat menyadari serigala yang akan menerkamnya tengah menghindar dari puluhan pedang pedang yang tengah melayang sendiri.


ia baru menyadari ada seorang pria tengah mengendalikan pedang itu, beberapa saat kemudian serigala itu langsung terbaring di tanah dengan luka tusukan serta sayatan pedang.


"kau tidak papa?"


pria itu masih terdiam, ia lalu memperhatikan wajah bayi yang ada di gendongannya dan menatap wajah Damar Biru


"terima kasih karena sudah menyelamatkanku dan anakku."


"tidak papa, aku hanya kebetulan mendengar suara seseorang yang tengah bertarung dan langsung menuju kesini


pemuda itu tersenyum masam, rasa sakit di tubuhnya tiba tiba terasa. wajah orang itu menjadi pucat , Damar Biru yang menyadari hal itu langsung memberikannya dua buah pil. tanpa bertanya pria itu langsung memakannya dan rasa sakit ditubuhnya perlahan menghilang, darah tidak lagi mengalir dari bahunya .


"sekali lagi aku ucapkan terimakasih,"


"mengapa kau membawa seorang bayi kedalam hutan?"

__ADS_1


Damar biru bertanya kepada pria itu dan wajahnya langsung merubah seketika, terlihat ia tengah menahan amarahnya serta rasa kekesalan yang mendalam.


__ADS_2