The Last Prince

The Last Prince
#18


__ADS_3

Saat rantai itu akan tiba tepat ke arah Damar Biru ia mengibaskan tangannya lalu seketika kepala dari ketiga orang yang akan menyerangnya terpisah dari tubuhnya.


Sekar Cendana dan Bara yang melihat hal itu hanya bisa terdiam, mereka tidak menyangka bahwa Damar Biru memiliki kekuatan sebesar itu.


Merasa Damar Biru dapat mengatasi kelompok itu sendiri, Sekar cendana dan Bara hanya duduk sambil menikmati pertunjukan yang ada di hadapan mereka


Ke 7 orang lainnya belum menyadari apapun, mereka baru sadar ketika ketiga kepala itu menggelinding ke arah mereka.


Ketua dari kelompok itu sudah berfikir bahwa mereka menyinggung orang yang salah, tetapi karena keegoisan serta nama besar sekte mereka ia menyuruh 5 orang yang berada di sebelahnya menyerang Damar Biru.


Di sisi lain Damar Biru hanya tersenyum masam, setelah ia memenggal tiga kepala bawahannya orang itu masih saja menyuruh anak buahnya yang lain untuk menyerang dirinya.


Kelima orang itu mengeluarkan senjata mereka masing-masing ingin segera menghabisi Damar Biru secara bersamaan.


Sesaat sebelum senjata mereka mengenai tubuh Damar Biru, mereka mematung karena merasakan sakit yang luar biasa pada bahu mereka. saat itulah mereka baru menyadari bahwa bahu mereka telah terpotong.


Mereka serentak mundur secara bersamaan, pemimpin dari kelompok itu menyadari bahwa dirinya sendiri tidak dapat mengalahkan pemuda di hadapannya.


Akhirnya mereka yang masih tersisa memilih untuk melarikan diri, gambar biru kembali kemejanya lalu mengeluarkan kantung yang berisi koin emas kemejanya dan mengajak Bara serta Sekar Cendana untuk kembali ke penginapan.


Orang orang yang bekerja disini sudah melarikan diri saat melihat Damar Biru dapat memenggal kepala orang tanpa bangkit dari tempat duduknya, mereka semua lebih memilih melarikan diri dari pada berurusan dengan seorang yang lebih mirip seperti monster.


Setelah sampai di kamarnya Damar biru membuka buku Rahasia Jiwa untuk melihat resep dari Pil pembersih jiwa.


Damar Biru mencatat semua bahan bahannya dikertas untuk diserahkan kepada Tera agar gadis itu dapat mencarinya.


Ia memakai topeng yang kemarin Tera berikan kepadanya dan segera menuju Istana Bulan Purnama.


Saat ia memasuki tempat itu orang orang yang ada di sana memperhatikan nya karena menggunakan topeng. Meskipun hari sudah lumayan larut tetapi toko tersebut masih lumayan ramai


"Aku ingin bertemu nona Tera"

__ADS_1


Damar Biru berkata kepada seorang gadis yang bekerja di Istana Bulan Purnama, gadis itu memperhatikan Damar Biru dari atas sampai bawah. Biasanya seseorang yang mencari nona mereka adalah seorang pejabat penting atau dari keluarga bangsawan, tetapi pemuda yang ada di hadapannya hanya mengenakan pakaian biasa dan menggunakan topeng.


"Maaf tuan ada perlu apa anda mencari nona"


"Bilang saja kepadanya bahwa Damar Biru mencarinya"


Gadis itu hanya menatap Damar Biru sesaat lalu segera pergi meninggalkan pemuda itu.


Beberapa saat kemudian gadis pelayan itu datang bersama dengan seorang gadis lainnya yang tidak lain adalah Tera, gadis itu tersenyum manis ke arah Damar Biru


Sedangkan pelayan yang ada di sebelahnya sempat terheran karna Tera tidak pernah tersenyum kepada siapapun, bahkan pada pejabat penting ia hanya bicara seadanya.


"Mari bicara diruanganku"


Tera menarik tangan Damar Biru membuat hal itu menjadi perhatian para pelanggan yang ada di disana. Bagaimana mungkin seseorang gadis mengajak seorang pria masuk ke ruangannya pada tengah malam


Mereka semua menganggap bahwa Damar Biru adalah pria paling beruntung karena dapat dekat dengan gadis paling disegani di daerah ini.


Jika mereka berhasil mendekatinya mereka berharap Istana Bulan Purnama akan memberikan sumberdaya lebih besar daripada yang biasa mereka berikan.


Setelah sampai di ruangan Tera, Damar Biru menyerahkan kertas yang berisi bahan bahan pembuatan pil.


Tera menatap kertas itu sejenak sebelum menunjuk anak buahnya untuk mengumpulkan bahan ramuan obat itu


"Apakah kau pergi menemuiku hanya untuk memberikan kertas itu?"


Damar biru mengerutkan keningnya, ia tidak paham maksud dari perkataan gadis itu.


"Seluruh orang di kota ini berusaha mendekati ku untuk keuntungan mereka, apakah kau juga memiliki tujuan yang sama?"


Sekarang Damar Biru baru mengerti maksudnya dari ucapan nya, gadis itu mengira bahwa Damar Biru bersedia menolongnya karena ingin namanya dikenal luas sebagai teman dari gadis paling dicari di kota ini. Dan juga Tera menganggap Damar Biru mendekatinya karena ingin memperoleh sumberdaya dari tempat ini.

__ADS_1


"Aku tidak mengira kau berfikiran seperti itu tentangku, yang perlu kau ingat adalah jika aku ingin menolong seseorang maka aku akan menolongnya, jika aku ingin sesuatu maka aku akan mendapatkan nya dengan usahaku sendiri"


Damar Biru meninggalkan Tera yang masih merenungi jawaban darinya, setelah beberapa saat sebuah senyuman tulus terukir di bibirnya.


"Semoga ucapanmu benar"


***


Damar Biru baru saja sampai di kamarnya, ia membaringkan tubuhnya di tempat tidur karena hari sudah lumayan larut.


Baru beberapa detik matanya terpejam suatu ketukan pintu terdengar di telinga nya, dengan perasaan malas yang teramat sangat ia berjalan gontai untuk membuka pintu.


Terlihat seorang gadis tengah menatapnya tajam, Damar Biru langsung menutup kembali pintunya tetapi gadis itu menahan pintu itu menggunakan kakinya


"Aku ingin bicara dengan mu"


"Apakah tidak bisa besok saja, aku lelah ingin istirahat. Lagi pula kau seorang gadis tidak baik pergi kekamar pria pada tengah malam"


Damar biru menatap Sekar Cendana dengan tatapan sebal, tetapi gadis itu malah memelototi nya.


"Besok aku akan pergi dari tempat ini pagi pagi sekali, sebelum itu aku ingin bertanya mengapa kau menjadi begitu kuat dan penampilanmu berubah?"


"Mengapa kau malah bertanya sekarang, bukannya saat di restoran tadi. Aku akan menjawabnya saat kita bertemu lagi di kota selanjutnya, jangan ganggu aku aku lelah ingin tidur sekarang"


Damar biru segera menutup pintu kamarnya meninggalkan Sekar cendana yang mengumpat serta memaki dirinya


Damar Biru tidak memperdulikannya sama sekali dan lebih memilih memejamkan matanya.


Damar biru mengingat kejadian hari ini tentang orang yang ia bunuh di restoran itu, mungkin saja besok kehidupannya tidak akan tenang seperti sebelumnya karna orang orang itu pastinya akan datang lagi untuk membalas dendam.


Belum lagi tentang masalah ia menyinggung sekte Awan Gelap untuk mendapatkan api inti bumi, mereka pasti tidak akan mengira bahwa Damar Biru telah menyerap seluruh kekuatan dari api itu dalam waktu sehari.

__ADS_1


Sekte Awan Gelap pasti akan mencari masalah dengannya untuk mendapatkan api inti bumi yang mereka kira masih berada di tangan Damar Biru. Perlahan Damar biru mulai terlelap


__ADS_2