
Matahari sudah terbit, orang orang sudah beraktivitas untuk melakukan kegiatan mereka sehari hari.
Sedangkan seorang pemuda masih berada di atas tempat tidur dengan rambut acak acakan serta lingkaran hitam di kedua matanya.
Pemuda itu tidak lain adalah Damar Biru, entah mengapa semalam ia hanya bisa terlelap selama satu jam dan tidak bisa kembali tidur.
Pemuda itu lalu membersihkan dirinya serta duduk bersandar di tembok sambil membaca buku Rahasia Jiwa milik panglima langit.
Damar Biru berniat hari ini akan ia habiskan untuk belajar membuat pil, ia tidak ingin mengecewakan Tera yang sudah percaya kepadanya.
Selain itu ia ingin menjadi seorang ahli obat karena mengetahui harga pil sangat mahal di dipasaran, dengan begitu ia tidak kan lagi menggunakan uang milik gurunya untuk membeli keperluan dirinya sendiri.
Ia mengambil beberapa tanaman obat yang sudah ia beli di Istana Bulan Purnama sesuai resep yang ada di dalam buku rahasia jiwa, setalah ia membaca urutan pembuatan pil ia mengerutkan keningnya karna ada beberapa bagian yang tidak ia pahami.
Untuk saat ini ia tidak dapat bertanya kepada Panglima Langit karna gurunya sedang dalam keadaan tertidur dengan kurun waktu yang tidak dapat diketahui,
Dengan Api Inti Bumi seseorang tidak memerlukan sebuah tungku untuk membuat pil, mereka cukup menggunakan kekuatan elemen tanaman untuk menyerap inti sari dari tanaman obat lalu memanaskannya dengan api inti bumi.
Setelah dipanaskan intisari tersebut akan berubah menjadi lebih padat dan akhirnya membentuk pil.
Biasanya dalam sekali pembuatan seseorang dapat menghasilkan satu sampai delapan buah pil tergantung dari bahan serta serta keahlian dari si pembuatnya.
Ahli obat sendiri terbagi atas 3 tingkatan, pemula, raja, dan master pil. Setiap tingkatan terbagi menjadi 5 level, sedangkan pil sendiri terbagi menjadi 8 level.
Damar Biru mencoba bermeditasi untuk memahami cara pembuatan pil yang ada di buku itu berharap pemahamannya dapat meningkatkan.
Setelah dirasa cukup ia mengambil bahan bahan dan mengikuti instruksi dari buku rahasia jiwa, baru beberapa saat ia memulai terdengar suara ledakan yang sangat keras. Damar Biru bahkan sampai meloncat karna terkejut akan ledakan tiba tiba pada saat ia menggabungkan inti sari dari beberapa tanaman.
Damar biru kembali bermeditasi mencoba mengingat kesalahan apa yang telah ia perbuat, tetapi ia tidak dapat menemukannya.
'Apakah aku tidak berbakat untuk menjadi seorang ahli pil?'
__ADS_1
Damar biru menggaruk kepalanya menyadari dirinya mungkin tidak dapat menjadi seorang ahli obat meskipun memiliki elemen api dan tanaman.
Untungnya sebelum membuat pil Damar Biru telah menggunakan sebuah senjata pusaka yang membuat ruangannya kedap suara serta tidak akan ada bekas apapun saat pil yang ia buat meledak.
Setelah percobaan yang ke 10 ledakan masih saja terjadi membuat pakaian Damar Biru hangus serta wajahnya menghitam.
Beberapa saat kemudian Damar biru baru menyadari bahwa bukan bahan atau cara pembuatannya yang salah.
Tetapi buku resep pil yang ia gunakan adalah untuk membuat pil tingkat 6, sedangkan ia adalah seorang master obat pemula. Bahkan walaupun Damar Biru mencoba untuk yang keseribu kali ia tidak kan pernah dapat membuat pil itu.
Untuk pemula sepertinya seharusnya menggunakan resep tingkat 1, jika ia sudah berhasil baru dapat membuat pil tingkat selanjutnya.
Damar Biru menepuk jidatnya karna terlambat memahami hal kecil tersebut, ia lalu mengeluarkan buku resep pil untuk pemula yang ia beli di Istana Bulan Purnama.
Karena sudah terbiasa membuat pil akibat kegagalan sebelumnya, percobaan pertama nya untuk membuat pil level 1 berhasilĀ meskipun kualitasnya masih sangat rendah.
Ia tersenyum bahagia bahkan hampir menitikkan air mata karna akhirnya usahanya berhasil, Damar Biru menaruh pil itu di sebuah kotak kecil dan menyimpannya. Pil itu adalah pil pertama yang ia buat sehingga sangat berkesan dihatinya.
Pil itu adalah pil penyembuh luka yang digunakan oleh seorang kultifator untuk mengobati luka ringan akibat bertarung.
Setelah beberapa jam Damar Biru berhasil membuat ratusan pil, ia memasukannya kedalam sebuah guci yang lumayan besar dan menyimpannya di cincin dimensi.
Damar Biru lalu mengganti resepnya menjadi tingkat 2 dan langsung berhasil di percobaan pertamanya, ia bahkan sampai tertawa terbahak bahak seperti orang yang kesetanan.
Pil kedua yang ia buat berfungsi untuk mengembalikan energi dan menghilangkan rasa lelah, setelah ia memakan pil itu seluruh tubuhnya terasa sangat segar seperti sedia kala.
Damar Biru tersenyum senang bangga dengan dirinya sendiri.
Dari pagi sampai malam hari ia telah membuat hampir ribuan pil tingkat dua dengan kualitas tinggi, Karena terlalu serius membuat pil ia sampai tidak makan sama sekali bahkan tidak minum setetes air pun.
Setelah tengah malam Damar Biru baru menghentikan aktivitasnya dan langsung membaringkan tubuhnya di kasur setelah selesai mandi.
__ADS_1
"Aku pikir jika aku biarkan kalian akan pergi dengan sendirinya setelah satu atau dua hari, tetapi setelah sekian lama sepertinya kalian betah terus terusan memata mataiku"
Sekilas damar biru seperti berbicara dengan udara, tetapi setelah beberapa saat muncul 3 orang berpakain hitam dengan menggunakan topeng muncul dihadapannya.
"Aku tidak menyangka anda sudah mengetahui keberadaan kami sejak lama".
Salah seorang pria mendekati Damar Biru yang masih terpejam diatas kasurnya, ia tidak menyangka pemuda dihadapanya dapat merasakan kehadiran mereka meskipun sudah menyamarkan energinya.
Bahkan seseorang yang berada di tingkat semesta pun belum tentu dapat melakukannya sepertinya Damar Biru.
"Aku tidak menyangka tiga orang dengan tingkat semesta akan memata matai pemuda biasa sepertiku, dan juga aku mengira orang orang dari sekte Awan Gelap tidak mengunjungi ku karena kalian bertiga"
Ketiga orang itu saling bertatapan, mereka tidak mengira Damar Biru dapat menebak semuanya dengan tepat.
Sebenarnya ada 30 orang dengan tingkat langit mencari Damar Biru di seluruh kota, tetapi salah satu dari mereka telah memusnahkan semua orang itu menjadi abu.
"Siapa yang mengirim kalian?"
"Kami tidak dapat memberitahukan nya"
Damar biru akhirnya membuka matanya dan bangkit dari tempat tidur, ia menatap satu persatu dari ketiga orang itu tanpa rasa takut meskipun ketiga orang itu dapat membunuhnya hanya dengan menjentikkan jari.
Di kerajaan besar seperti inipun tidak lebih dari 10 orang yang berada pada tingkat semesta, sedangkan dihadapannya ada tiga orang sekaligus yang memata matainya
"Aku tidak akan bertanya lagi jika kalian tidak ingin menjawabnya, tetapi setidaknya beritahu nama dan tujuan kalian. Aku tau kalian tidak akan berniat jahat kepadaku, karna jika ia kalian sudah melakukannya dari dulu"
Setelah beberapa saat akhirnya salah satu dari mereka bersedia bicara
"Namaku Bima sakti, mereka adalah kakak beradik Cakra dan vajra "
.
__ADS_1