
Damar biru memasuki sebuah desa kecil yang letaknya tidak jauh lagi dari tempat tujuannya. Meskipun tempat itu adalah sebuah desa tetapi lingkungannya sangat bersih dan terawat,
Damar Biru terus berjalan menyusuri jalanan desa yang sangat ramai dengan warga yang berlalu lalang sampai ia tiba disebuah pasar.
Mata Damar Biru menatap tajam kearah kerumunan orang yang berkumpul di depan sebuah toko, mereka semua nampak antusias akan sesuatu. Damar Biru yang merasa penasaran melangkahkan kakinya kearah kerumunan.
"Apakah tadi kalian dengar? Pemilik Toko obat ini mengumumkan bahwa ia telah membuat pil fondasi"
"Bukankah pil ini sudah lama menghilang?"
"Entahlah, mungkin pemilik toko mendapatkan keberuntungan di suatu tempat dan menemukan resep pil itu"
Damar Biru mendengarkan percakapan orang yang berada di sampingnya, setelah menyadari apa yang terjadi ia sedikit penasaran dengan pil itu.
Sebenarnya Damar Biru memiliki resep dari pil fondasi, ia sudah paham betul bagaimana cara membuatnya karna pil itu hanyalah pil tingkat 5 yang ia gunakan untuk berlatih membuat pil. Namun ia ingin melihat kualitas dari pil yang pemilik toko ini buat
Fungsi dari pil itu sendiri adalah untuk seseorang yang ingin menjadi kultifator pil itu akan mempermudah untuk membuat inti energi di dalam tubuh, sehingga banyak orang terutama sekte besar yang pasti menginginkan pil ini
Resep Pil fondasi dikatakan menghilang beberapa ratus tahun yang lalu, sehingga saat resep ini kembali muncul akan menimbulkan kegemparan.
Tiba tiba suara langkah kuda bergema dijalanan pasar, orang orang yang awalnya berfokus kearah toko tiba tiba memalingkan wajahnya kearah datangnya rombongan orang berkuda.
Rombongan itu berjumlah sekitar 15 orang, sebagian dari mereka berada pada tingkat langit level menengah dan tingkat bumi level akhir. Terdapat seseorang yang memimpin berada pada tingkat langit level akhir, mereka semua mengenakan jubah berwarna biru dengan motif salju di seluruh jubahnya.
Wajah mereka semua nampak sombong dan arogan, setelah turun dari kuda mereka langsung berjalan ke arah toko yang penuh sesak sambil berteriak
"Menyingkir, kami dari sekte Musim Dingin memerintahkan kalian untuk meninggalkan tempat ini segera atau nyawa kalian akan berakhir di sini!"
Setelah mendengar asal dari ke lima belas orang tersebut warga merasa nama sekte itu tidak asing, setelah menyadari sesuatu mereka yang berkumpul segera melarikan diri. Tidak ada di antara mereka berani menengok kembali ke belakang.
Damar biru mengernyitkan dahinya saat melihat respon dari warga disini, dalam sekejap mata tempat yang awalnya ramai menjadi sepi seperti desa yang tidak berpenghuni.
__ADS_1
Seluruh toko tutup, dan para pedagang berlarian membawa dagangan mereka dari tempat ini.
Damar berjalan agak jauh dari toko, tetapi mata dan telinganya tetap berfokus kepada tempat itu.
Seorang pria paruh baya yang tidak lain adalah pemilik toko bergegas menemui para pemuda yang berasal dari sekte Musim dingin tersebut dengan wajah ketakutan, setelah berbicara beberapa kata mereka masuk kedalam toko.
Damar biru sudah menebak alasan dari murid sekte itu ada disini, rupanya resep pil fondasi begitu berharga sampai menarik perhatian dari sekte besar.
Jika mereka mengetahui tentang buku Rahasia Jiwa milik gurunya, ia akan menjadi orang paling dicari diseluruh daratan. Setelah mengingat tentang buku rahasia jiwa hati Damar Biru terasa masam mengingat panglima langit belum sadar sampai saat ini, ia merasa bersalah tentang gurunya itu
Saat Damar Biru berniat untuk meninggalkan tempat itu ia melihat sebuah kereta kuda dengan lambang keluarga kerajaan berhenti tepat di depan toko obat, tak lama kemudian seorang pemuda menggunakan jubah berwarna emas keluar dari kereta kuda itu. Fitur wajahnya yang halus serta bentuk tubuhnya membuat pria itu terlihat begitu mempesona, belum lagi aura bangsawan yang di keluarkan nya membuat siapapun yang melihatnya merasa hormat.
Damar biru terkejut saat menyadari ia tidak dapat mengukur tingkat kultifasi dari pemuda itu.
"Rupanya kehadiranku sedikit terlambat"
"Pangeran keempat, apakah anda masih ingin mengambil resep pil itu?
Seorang pria paruh baya mendekati pangeran keempat dan memberikannya saran untuk tidak berurusan dengan Sekte Musim Dingin, tetapi pangeran itu hanya tersenyum sekilas
"Aku tau, kita hanya akan melihat kedalam"
Setelah kedua keduanya pergi Damar Biru segera meninggalkan tempat itu dan mencari penginapan, tak jauh dari pasar Damar Biru menemukan sebuah penginapan kecil yang sangat sepi, letaknya cukup terpencil dan tidak nampak seperti penginapan yang biasa ia temui, jika tidak ada papan penanda orang tidak akan mengetahui bahwa tempat itu adalah sebuah penginapan.
Ketika Damar Biru masuk ia merasakan aura aneh yang yang tidak pernah ia temukan sebelum nya. Aura itu membuat Damar Biru merasa terintimidasi
"Selamat datang, sudah lama aku tidak menerima seorang tamu"
Damar Biru hampir melompat kebelakang saat seorang pria tua dengan pakaian serba hitam tiba tiba berdiri di sebelahnya, bahkan Damar Biru tidak dapat merasakan kehadirannya yang membuat pemuda itu semakin waspada
"Salam senior, apakah aku dapat menginap disini"
__ADS_1
Damar biru memperhatikan ekspresi pria tua itu yang nampak sangat ramah, meskipun begitu ia mengetahui bahwa pria tua dihadapannya bukan orang sembarangan.
"Tentu saja, berapa hari anda akan menginap?"
"Hanya satu malam"
Pria tua itu mengangguk dan membawa Damar Biru ke kamarnya. Ruangan itu memiliki panjang 3 meter dan lebar 5 meter, hanya ada sebuah kasur dan meja kecil yang terletak di sebelah tempat tidur
"Semoga kau nyaman, aku akan menyiapkan makan malam untukmu"
Damar biru hanya mengangguk sebelum memperhatikan sosok itu menghilang dari pandangannya.
"Untung saja ia segera pergi, aku bisa pingsan jika terlalu lama didekat nya"
Damar Biru menarik nafas panjang sebelum duduk di tempat tidur dan menyerap energi kehidupan untuk menstabilkan kondisinya. Aura pria itu begitu menakutkan sehingga membuat orang disekitarnya merasakan tekanan yang membuat energinya terkuras
Tiba tiba inti energi Damar Biru bersinar keemasan dan bergetar hebat sebelum sebuah suara yang akrab terdengar di telinga Damar biru
"Anak nakal, rupanya kau hanya bermalas-malasan. Sudah lama aku tertidur dan tingkat kultifasi mu belum naik? Memalukan"
Bibir Damar Biru berkedut, pria ini baru saja bangun dan langsung memarahinya? Setelah terdiam beberapa saat senyum cerah terpancar dari bibir Damar Biru, sudah sekian lama akhirnya orang tua itu bangun. Meskipun ia tidak mengakuinya tetapi Damar Biru memang sedikit merindukan pria tua itu
"Guru akhirnya kau bangun!"
"Tentu saja aku bangun, kau tidak akan bisa melakukan apa apa tanpaku"
-------------
**Sebelumnya author meminta maaf yang sebesar besarnya karna sudah lama gak update cerita tanpa memberitahu kepada para pembaca terlebih dahulu...
Sebenarnya hp author disita sama orang tua author dan baru dikembalikan kemarin jadi mohon maaf untuk kalian para pembaca yang sudah menunggu update cerita ini....
__ADS_1
Thanks atas d**ukungan kalian.....