
Sudah satu Minggu berlalu, semenjak kejadian di desa itu Rayandra tidak kunjung keluar dari kamarnya.
Damar Biru hanya membiarkan pemuda itu untuk menenangkan diri nya setelah semua yang terjadi.
Setiap harinya Damar Biru akan membuat berbagai macam pil untuk meningkatkan tingkat praktiknya dalam pembuatan pil
Saat ini Damar Biru sudah berhasil membuat pil tingkat 6 akibat kerja kerasnya dari pagi hari sampai tengah malam berlatih, hanya satu tingkat lagi ia akan dapat membuat pil pembersih jiwa dan meninggalkan tempat ini untuk menyusul Sekar Cendana dan Bara.
Jika ada orang orang yang mendengar Damar biru dapat membuat pil tingkat 6 dalam waktu kurang dari satu bulan, mereka pasti berfikir bahwa itu hanya sebuah lelucon.
Bahkan seorang ahli obat yang paling berbakat pun dalam waktu satu bulan hanya mampu membuat pil tingkat pertama dengan kualitas tinggi,
Karena kondisi Damar Biru yang tidak biasa, ia dapat memahami sesuatu dengan sangat mudah. Ia hanya perlu membaca satu kali dan dapat langsung memahami apa yang ada di dalam buku yang ia baca
Dan yang lebih penting Damar Biru memiliki ingatan yang sangat tajam, hal itu merupakan berkah tersendiri yang Damar Biru syukuri, tetapi dilain sisi hal itu membuat Damar Biru tidak dapat melupakan kejadian buruk apapun yang pernah menimpanya.
Biasanya pagi hari sebelum Damar Biru membuat pil ia akan mengunjungi putri dari Rayandra yang dititipkan kepada pegawai penginapan ini.
Damar Biru akan memberikan pelayan itu uang untuk membeli keperluan anak itu dan upah bagi sang pengasuh, akhirnya pada hari kedelapan Rayandra keluar dari kamarnya dan mengunjungi sang putri.
Tatapannya masih kosong tetapi setidaknya ia sudah mau keluar dari kamarnya untuk menemui putri nya
"Sampai kapan kau akan berduka? Jika kau terus seperti ini istrimu tidak akan suka karna kau menelantarkan anak kalian"
Rayandra menatap bayi yang ada di gendongan nya, ia menyadari telah melakukan kesalahan besar. Sekarang ia tidak memiliki siapapun selain bayi itu
"Kau benar, aku hanya punya anak ini. Tetapi aku tidak tau bagaimana aku menghidupinya dimasa depan, jika aku pergi bekerja tidak akan ada yang mengurusnya, tetapi jika aku hanya diam kami akan mati kelaparan"
Damar Biru dapat mengerti perasaan Rayandra, Damar Biru berfikir beberapa saat sebelum senyumannya mengembang
"Bukankah kau sebelumnya mengurus bisnis ayahmu? Kau bisa memulai bisnis jual beli dari awal dan membangun tempat usahamu sendiri"
Rayandra memang memikirkan hal itu, tetapi ia hanya bisa berangan angan karena tidak memiliki uang sama sekali. Untuk membangun usaha pasti dibutuhkan modal yang besar
"Jika kau mau kau tidak perlu memikirkan masalah modal"
"Kau sudah membantuku terlalu banyak, aku merasa tidak pantas jika terus menerus mendapatkan bantuanmu. Aku tidak akan bisa membayarnya"
__ADS_1
Untuk pertama kalinya setelah beberapa hari Rayandra tersenyum tipis, ia merasa sudah cukup banyak merepotkan pemuda dihadapannya padahal mereka baru bertemu.
Rayandra tidak akan pernah menyangka akan bertemu seseorang seperti Damar Biru yang mampu membantu orang asing yang baru ia temui
"Kau tidak perlu memikirkan nya, jika kau mau menjadi temanku itu sudah cukup"
Selama ini Damar Biru tidak memiliki teman, di desa tempat tinggalnya tidak ada anak yang seusianya. Biasanya Damar Biru hanya ikut ayahnya berburu untuk mengisi waktu luangnya sehingga ia tidak terlalu kesepian.
Sedangkan Sekar cendana dan Bara, ia tidak dapat menggapai mereka berdua seperti teman seutuhnya karena status mereka yang terlalu tinggi, Damar Biru merasa tidak pantas jika menyebut mereka sebagai teman
"Apa yang kau katakan, tentu saja kau adalah temanku. Setelah bantuan yang kau berikan bahkan kau sudah seperti saudaraku sekarang"
"Jika kau memang menganggapku sebagai saudara, sekarang ikutlah denganku"
Rayandra memberikan putrinya kepada seorang pelayan yang biasa mengasuhnya, ia tidak tau apa yang akan dilakukan oleh Damar Biru
Mereka berdua berjalan kesebuah restoran yang cukup ramai, Damar Biru meningkatkan kewaspadaannya jika saja ada orang dari sekte Awan Gelap yang berada disini.
Setelah merasa aman, Damar Biru membawa Rayandra masuk. Damar Biru menjadi sorotan banyak orang karena mengenakan topeng yang membuatnya terlihat misterius, meskipun begitu tidak ada yang berani menegur nya
Setelah seorang pelayan datang dan mencatat pesanan kedua orang itu ia segera pergi.
"Kita bukan hanya pergi untuk makan, tetapi juga untuk mencari informasi"
Rayandra mengernyitkan dahinya tidak mengerti apa yang akan dilakukan pemuda dihadapanya.
Rayandra justru merasa tidak akan mendapatkan informasi apapun disini
"Ternyata kau disini?"
Suara seorang gadis membuat Damar biru terkejut sampai bangkit dari kursinya, ia tidak menyangka akan bertemu dengan gadis itu disini.
Disisi lain gadis itu juga sangat terkejut saat menyadari Damar Biru berada di tempat yang sama dengannya. Sudah lebih dari satu Minggu anak buahnya mencari pemuda itu di seluruh tempat diwilayahnya ini tetapi sama sekali tidak menemukan jejaknya, siapa yang menyangka takdir akan mempertemukannya disini
Rayandra yang melihat reaksi dari Damar Biru menatap wanita cantik disebelahnya dengan pandangan heran, ia tidak menyangka gadis itu akan membuat Damar Biru terkejut sampai seperti itu
"Kau ada disini?"
__ADS_1
"Memangnya kenapa?, ini adalah tempat umum siapa saja bisa berada disini. Aku tidak menyangka akan bertemu denganmu lagi, bolehkan aku duduk disini?"
Rayandra hanya mengangguk setuju, sedangkan Damar biru tidak mengatakan apapun, gadis itu hanya tersenyum tipis melihat reaksi dari pemuda di hadapannya
"maafkan kelalaianku, aku belum memperkenalkan diri namaku Tera"
Rayandra mencoba mengingat nama itu yang terasa tidak asing, saat ia mengingat Rayandra langsung membulatkan matanya tidak percaya
"Apakah kau nona Teratai? Ketua dari cabang Istana Bulan Purnama di kota ini?"
Tera hanya tersenyum tipis menanggapi pertanyaan Rayandra, ia tidak menyangka pemuda yang duduk disebelahnya mengenalinya, hanya orang tertentu yang tau nama lengkap dari gadis itu.
Tera mengira pemuda yang sedang bersama Damar Biru adalah seorang yang penting
"Apakah kau kekasih Damar Biru? Ia begitu terkejut saat melihatmu"
Damar Biru mengumpati Rayandra dalam hati, ucapannya dapat membuat orang yang mendengarnya salah paham. Damar biru melirik ke arah Tera yang tidak bereaksi sama sekali, ia tidak ingin mempermasalahkan itu lebih lanjut.
Setelah makanan pesanan mereka datang Damar Biru lebih memilih mengalihkan perhatiannya kepada makanan dihadapanya, sedangkan Tera beberapa kali menanggapi pertanyaan dari Rayandra
"Informasi apa yang ingin kalian tau?"
Tera tidak menyangka bahwa kedua pemuda itu mendatangi tempat ini untuk mencari informasi, ia melihat Damar Biru yang tidak beraksi apa apa
"Aku juga tidak tau informasi apa yang Damar cari, ia hanya mengajakku kesini dan tidak mengatakan apapun"
Damar biru menghentikan kegiatan makannya dan menatap gadis dihadapannya, ia merasa mungkin gadis itu dapat membantunya.
"Aku mencari sebuah rumah, apakah kau tau lokasi rumah yang sedang dijual?"
Tera tidak menyangka Damar Biru mencari sebuah rumah, ia mengira bahwa pemuda itu akan menetap disini. Entah mengapa Tera merasa bahagia saat mendengar hal itu
"Aku tau sebuah rumah didekat sini, pemiliknya berniat untuk pindah ke kota lain"
Tera menjawab dengan antusias saat berhasil mengingat ada seseorang yang pernah menawarkan rumahnya kepada Tera karena ia akan pindah ke kota lain, pemilik rumah itu adalah manajer Istana Bulan Purnama tetapi Sudan pensiun dua tahun yang lalu.
"Setelah ini, maukah kau menunjukan tempatnya?"
__ADS_1
"Tentu"