THE PERFECT HUSBAND ( MY SASSY GIRL )

THE PERFECT HUSBAND ( MY SASSY GIRL )
lokasi zein...


__ADS_3

zein terbangun dari tidurnya, ia bingung melihat dirinya berada di sebuah ruangan. seperti kamar dari sebuah filla.


"arum, ARUMM," teriak zein seraya memukul mukul pintu.


"zein, kamu tdk usah khawatir. kamu yg tenang saja disana," sebuah radio diatap dinding mengeluarkan suara arum.


"arum, kenapa kamu lakuin ini. aku harus pulang, dan afirah pasti sudah menungguku."


"hhh, afirah. dia tak menunggumi, bahkan dia sudah menganggapmu mati zein."


"aku tau benar afirah, dia pasti sedang menungguku."


"apa yg kamu tau tentang dia, zein. kamu baru mengenalnya,"


"arum, asal kamu tau. aku tdk butuh waktu lama untuk mengenal afirah lebih jauh, dibanding itu aku yg sudah mengenalmu lebih lama dari afirah malah tdk tau sifat aslimu bagaimana?"


"zein,, apa kamu lupa. bukankah aku cinta pertamamu, kenapa kamu jadi berubah."


"kamu memang cinta pertamaku, tapi itu dulu. sekarang orang yg aku cintai hanya afirah."


"AFIRAH, AFIRAH, AFIRAH. apa yg kamu suka dari wanita bodoh dan dungu itu,"


"HENTIKAN ARUM, jgn pernah sekalipun menjelek jelekan afirah."


"ck," arum mendecak kesal, lalu ia pergi ntah kemana. zein duduk ditepi kasur, ia menutup wajahnya dgn kedua tangannya.


char dan thom dikagetkan dgn kedatangan azis, terlebih lagi saat azis menanyakan perihal zein.


"sepertinya yg pria ini bicarakan adalah will,"


"memang 2 hari yg lalu, will tinggal disini."


"will," ulang azis tak mengerti.


"kami menyebutnya will,"


"lanjutkan?"


"tapi sekarang will sudah pulang ke indonesia, bersama temannya."


"sudah pulang, tapi kok gk ada kabar apapun dari rian atau anak anak lainnya,"


"tunggu, yg kau maksud teman. temannya yg mana,"


"nama temannya itu,,, arum. ya arum,,"


"hahh, arum."


"tunggu, jadi zein 2 hari lalu pulang bersama temannya yg bernama arum."


"iya,"


azis menekan kontak arum dan menelponnya.


butuh waktu yg sedikit lama, arum pun mengangkat telpon azis.


"arum,"


"iya zis, ada apa?"


"apa 2 hari yg lalu kamu pergi ke swiss."


arum lama terdiam, dan tentu membuat azis heran.


"arum, ada apa?"


"azis, untuk apa aku ke swiss."

__ADS_1


"ahh, baiklah. aku hanya bertanya saja,"


"oke, aku tutup."


azis menatap layar ponselnya, ia sudah menduga sepertinya sesuatu terjadi pada zein.


"baiklah, aku sangat terbantu oleh kalian. terimakasih banyak,"


"sama sama,"


"jika ada kesempatan, kita pasti bertemu lagi."


char, dan thom hanya tersenyum.


"baiklah, kalau begitu aku pergi. sampai jumpa,"


azis langsung pergi ke bandara, ia berjalan dgn langkah yg cepat.


"rian, zein sudah ada di indonesia."


"hahh, tapi kenapa dia..


" arum membawanya, lo tahu kan kalo arum itu terobsesi pada zein."


"gue gk percaya arum kaya gitu,"


"gue juga, makanya lo jemput gue nanti dibandara."


"oke?"


"jgn kasih tau dulu orang tua zein, apalagi afirah."


"lo tenang aja,"


"oke gue tutup,"


zein mondar mandir dgn tangan menempel didagunya, ia harus bisa menghubungi orangtuanya. atau setidaknya teman temannya.


"sekarang sudah pukul 20:02, hhh.."


pikiran zein teralih saat mendengar suara gagang pintu terbuka, dgn sigap zein langsung membaringkan tubuhnya.


seperti yg ia duga, arum yg datang.


(ini kesempatan emas untukku, aku harus bisa mengambil ponsel arum) batin zein.


arum mendekat, ia duduk ditepian kasur memegang pipi zein dan mengusapnya. zein hanya bisa menahan dirinya, dgn mata yg sedikit terbuka ia dapat melihat gantungan ponsel arum ada di saku jaket arum.


"zein asal kamu tau, aku melakukan ini karna aku sangat mencintaimu zein. aku tau dulu aku pernah menolakmu, tapi sekarang cintamu sudah terbalaskan zein."


30 menit zein mendengar ocehan tak jelas dari mulut arum, akhirnya arum pergi.


ponsel arum sudah ia ambil daritadi, tak menunggu waktu lama zein langsung mencari kontak mamanya.


"ayo, kumohon angkat."


"panggilan anda teralihkan, tutt..


" aishh, ma ku mhon angkat." zein kembali menelpon mamanya.


"hallo, ini kak arum temannya kak zein bukan." zein terdiam mendengar suara afirah.


"hallo kak,"


"hallo,,


" afirah, ini aku zein...

__ADS_1


afirah yg saat itu sedang mengerjakan tugas campusnya terganggu oleh suara nada dering ponsel yg ada diruang tamu.


ia pergi keruang tamu, ternyata ponsel mamanya yg berdering daritadi. melihat arum yg menelpon afirah pun mengangkatnya.


"hallo, ini kak arum temennya kak zein bukan."


afirah menatap kembali layar ponsel, benar dari arum. tapi ia tak mendengar suara apapun.


"hallo kak,"


"hallo,,"


"afirah, ini aku zein." afirah terdiam, mencerna apa yg baru saja ia dengar.


"kak zein, ini benar kak zein." tak disadari airmata afirah menetes.


"iya ini aku afirah, afirah aku mendengar kamu koma. bagaimana keadaanmu, aku bersyukur sekali tau kalau kamu sudah sadar."


"aku baik kak?, kakak sendiri, kakak kemana saja. aku sangat merindukan kakak, apa kakak tau aku slalu menunggu kakak pulang."


"aku juga merindukanmu afirah, afirah sekarang kamu kasih tau temen kakak yg namanya azis. tolong cari lokasi kakak sekarang dimana,"


"lho, kakak gk tau kakak dimana,"


"i- eh. arum,,


" apa yg kamu lakukan zein, kenapa kamu menelpon mama mu."


"AFIRAH SECEPATNYA KAMU BERITAHUKAN AZIS TENTANG LOK,,, TUTTT TUTTT,"


afirah membeku ditempatnya, apa yg sebenarnya terjadi.


azis sudah ada dimobilnya rian, ia langsung membuka laptopnya. hingga iapun menyenderkan punggungnya kekursi mobil.


"ada apa,"


"zein memang ada diindo."


"apa kamu tau lokasi zein sekarang dimana,"


"zein ada di pulau yg 3 bulan lalu arum beli,"


"hah, si arum bener bener gila."


"jadi kapan kita kesana,"


"besok, lo bisa kan?"


"oke gue bisa,"


*drrrttt* azis sedikit bingung saat melihat mamanya zein menelponnya, ia mengangkat telpon itu.


"kak azis, ini aku afirah."


"afirah, ada apa?"


"kak azis, tadi kak zein telpon aku."


"hahhh, yg benar."


"iya, katanya kalau aku kasih tau kak azis. kak azis bisa cari lokasi kak zein dimana,"


"mmm, afirah mungkin sebaiknya kita ketemuan besok."


"baik kak, dimana."


"di caffe dekat rumahmu saja,"

__ADS_1


"iya kak,"


afirah memutuskan telpon, ia sangat mengkhawatirkan zein. arum, lokasi zein, dan azis. ia sungguh tak mengerti dgn apa yg baru saja terjadi.


__ADS_2