
#Prolog
Mencintai orang yang dulunya kita benci sudah menjadi hal yang tak aneh. Tapi Arra, ia lebih memilih mencintai sahabatnya tanpa tahu jika ia lebih mencintai orang lain.
kisah percintaan remaja SMA, akan di mulai saat Arra masuk ke sekolah barunya.
main cast :
Clara Cindy
Rio Renaldy
Jhon William
Fazar Saputra
Rahma Aulia
Monica Raya
******
PART 1...
Arra mencium punggung tangan Afirah dan Zein, hari ini adalah keberangkatannya menuju jogjakarta.
“Ibu akan mengunjungimu satu bulan sekali, jaga diri kamu baik-baik sayang.” ucap Afirah.
Arra mengangguk dan masuk ke dalam mobil, ia sama sekali tak menyesal atas perbuatannya yang menyebabkan dirinya harus pergi ke jogjakarta. Tapi yang pasti ia senang karna akhirnya ia akan bebas.
‘Bocah itu pasti senang,’ batin Arra.
Bocah itu ia juruskan pada adik kembarnya, Dera. Perempuan yang menurutnya sok polos dan sok baik hati itu membuatnya semakin membenci akan kehadiran Dera.
Dera yang pintar, Dera yang baik, Dera yang itu, Dera yang ini. Arra muak dengan semua pujian yang terlontar dari mulut saudara dan tetangganya.
Arra tau, orangtuanya tak pernah membandingkannya dengan Dera. Tapi hal itu malah membuatnya semakin kesal, karna merasa di kasihani.
*****
Rio berdiri di halte, ia menunggu busnya datang. Dengan tenang ia menikmati setiap lirik lagu headsetnya. Jari-jarinya memetik sesuai nada sungguh baginya hal ini merupakan waktu paling membahagiakan, karna dapat merasakan hawa yang tenang.
*Pletak*
Rio membuka matanya, dengan tangan mengusap keningnya ia melihat sebuah kaleng tergeletak.
Ia ambil kaleng tersebut seraya berteriak.
“Woii,, siapa yang lempar ini.”
Rio melihat seorang wanita dengan wajah polos, dengan santai ia menghampirinya.
“Jangan sok polos lu, pasti lu yang lempar nie kaleng kan.” tanya Rio.
“G*****, ngapain juga gue lempar tu kaleng. Lu cari mati,”
“Kalo bukan elo siapa lagi?”
“Aargh sial,” umpat wanita itu seraya mengibaskan rambut depannya.
*Bugh* wanita itu menendang kaki Rio.
“Aargh,, napa lu tendang kaki gua.”
“Gua gak lempar kalengnya, tapi gua tendang. Oke!” ucapnya dan pergi meninggalkan Rio.
“Woii,,, aish sial.” rutuk Rio kesal.
__ADS_1
***
Seorang wanita memasuki gerbang sekolah, ia menghampiri seorang pria dan wanita.
“Sorry, gue tanya dimana kantor kepala sekolah.”
Pria dan wanita itu saling melirik.
“Kita anter, sekalian mau ke kelas soalnya.” ucap si wanita.
“Oh oke, thanks.”
“Ayo ...,"
“Lo murid baru ya, darimana?”
“Dari jakarta,”
“Wah, lo jauh-jauh kesini cuman mau sekolah.” tanya pria jangkung di sampingnya.
“Ngapain gue jawab,”
“eh, kenalin nama gue Rahma. Dia temen gue Fazar,”
“Arra,”
“Udah sampe, kalo gitu kita pergi ya.” ucap Rahma dan menarik tangan Fazar.
Tanpa berpikir panjang Arra masuk ke kantor kepala sekolah.
“Sayang, aku hamil.” ucap monica, pacar Rio.
Rio tersedak minumannya.
“Kapan buatnya P.A.” tanya Rio heran.
“Oo,, apa kamu hamil sama orang lain. Monic apa kekurangan aku, kenapa kamu khianatin aku.” alay Rio mulai keluar.
“Kamu jadi cowok gak peka banget si, aku itu pengen di perhatiin tapi kamu malah fokus sama game-mu itu.”
Rio mengacuhkan Monic, ia masih tetap fokus pada gamenya.
Rio menahan tangan Monic, ia tersenyum.
“Oke, aku berhenti. Kamu mau apa?” tanyanya.
“Anter aku ke kantin, aku laper.”
Rio memegang tangan Monic, “Ayo ...,”
Monic tersenyum senang, ia langsung merangkul tangan Rio dan pergi ke kantin.
“Arra, ini kelas kamu.” ucap pak Doni, wakil kepala sekolah.
“Eh, makasih pak.” ucap Arra dan masuk ke kelasnya.
Bel berbunyi, dan semua siswa langsung berkerumun masuk ke kelas masing-masing.
Meski bel sudah berbunyi, Arra enggan mengangkat kepalanya. Ia merasa sangat mengantuk.
“Sorry, ini tempat gue.”
Arra mengangkat kepalanya.
“Eh,, hai.” sapa Rahma, Arra berdiri memberikan kursinya pada Rahma.
“Sorry,” ucap Arra.
“It's okay, lo duduk di samping gue aja.”
”Kosong,”
Rahma mengangguk, dan Arra pun duduk.
“Heii,, lo baru kelas 11.” ucap Fazar yang duduk di depan Rahma.
Arra mengangkat alisnya.
“Kirain gue lo bakal jadi guru baru disini,”
__ADS_1
“E***,” celetuk Arra. Fazar menelan air liurnya, baru kali ini ia bertemu wanita seseram Arra.
Untung cantik. Pikir Fazar.
“Gue emang cantik,” ucap Arra.
Fazar mengerjapkan matanya berulang kali.
“Jangan mikir gue bisa baca pikiran lo, sekali lo mikir kayak gitu gue bunuh lo.”
Etdah nie cewek psikopat kali. Batin Fazar.
“psikopat, sorry gue bukan psikopat.”
Rahma menahan senyumnya, melihat raut wajah bodoh Fazar membuatnya ingin tertawa keras.
“Udah, bentar lagi pak Doni dateng.”
“Yang rambutnya belah dua itu bukan,” tanya Arra.
“pffttt,,, gue berani bertaruh. Kalo lo berani ngomong kayak gitu ke pak doni, gue bakal traktir lo sampe puas.” ucap Fazar.
“Gue gak miskin,”
Fazar mengendikkan kedua bahunya, dan Rahma hanya menggelengkan kepalanya.
Pak Doni datang, dengan kacamata bulat dan rambut belah dua itu membuat Arra tak mampu menatapnya.
“Untung bapak gua ganteng,” gumam Arra.
“Anak-anak, hari ini kita kedatangan siswa baru. Arra ayo maju,”
Arra berjalan ke depan, sepasang mata menatapnya tak percaya.
‘Lho, tu cewek kan yang semalem.’ batin Rio.
“Perkenalkan diri kamu ke anak-anak, Arra.”
“Heii,, nama gue Clara Cindy. Dan buat kalian, jangan ada yang coba-coba manggil gue Clara atau Cindy. Panggil aja gue Arra, sudah ...”
“Kamu harus kasih tau kamu berasal dari mana,”
“Kayaknya dia dari planet pluto pak,” ucap seorang pria di bangku ujung dekat jendela.
Arra melirik tak peduli, wajah dan suara yang familiar baginya. Pria aneh semalam, pikirnya.
“Masa sih ada cewek secantik dia di planet pluto,” sahut yang lain.
“Hoo,,, cantikkan pacar gue Monic.”
“Elah, masa dia mau di bandingin sama primadona sekolah si Rio.”
“Ya jelas cantikkan Monic lah, blo'on lu.” ujar Rio.
“Pak, saya mau bilang sesuatu.” ucap Arra.
Pak Doni mendekatkan telinganya dan mendengar bisikkan Arra.
Rio menatap penasaran dengan apa yang Arra bisikan, begitu juga Rahma, Fazar dan siswa yang lain.
Selesai membisikkan sesuatu, 100% mimik wajah pak Doni berubah menjadi marah.
“Kalo gitu saya duduk dulu ya pak,” ucap Arra seraya tersenyum.
Arra sengaja berjalan melewati kursi Rio, dan menjatuhkan kertas ke bawah. Rio mengambilnya dan membaca sebuah tulisan yang ada di kertas.
You Will Die ...
Rio menjulurkan lidahnya, tapi Arra mengacuhkannya.
“Lo bisikkin apa ke pak Doni,” tanya Rahma.
“Jangan bilang elo ...” Fazar menunjuk Arra dengan tatapan menyelidiki.
“Kalian liat aja nanti,” jawab Arra dengan senyuman evil.
#*Tadinya saya mau kasih cast artis indonesia, cuman kayaknya sedikit gak nyambung karna mereka anaknya Afirah dan Zein yang cast nya jisoo ama eunwoo. jadi nikmatin aja ceritanya ya...
Budayakan setelah membaca like ya, satu like gak merugikan apapun. terimakasih* ...
__ADS_1