THE PERFECT HUSBAND ( MY SASSY GIRL )

THE PERFECT HUSBAND ( MY SASSY GIRL )
happy birthday zein


__ADS_3

zein sampai dirumahnya, raut wajahnya masih merah karna marah.


ia masuk ke kamarnya dan menutup wajahnya dengan ke2 tangannya. terdiam selama lebih dari 30 menit, pintu kamar terbuka dan tampaklah afirah yang saat ini sedang mendekati zein dengan wajah merasa bersalah.


"kak,,,"


"..."


"kak,," afirah memegang tangan zein.


"..."


"kak, biar aku jelasin dulu."


"..."


"kakak mau diemin aku terus, ngomong donk."


"..."


"hhh, iya aku minta maaf kak. aku sengaja rencana-in semua ini buat bikin kejutan ulang tahun kaka."


"..."


"aku gak pernah nyangka kalo kakak bakal ngambek sama aku,"


"..."


"kakak tau, yang aku bayangin itu kakak bakal seneng banget. terharu sampe nangis,"


"..."


"kak,,, ngomong donk."


"..."


afirah kembali membuang nafas, ia mengusap punggu tangan zein lalu ia meletakkan kepalanya di punggung tangan zein. zein melirik afirah, dan menatapnya sayu.


"aku minta maaf kak,,, heuu heuu." ucap afirah tiba tiba dengan wajah di imut-imutkan, tentu saja membuat zein sedikit melongo.


"kak,,, " afirah menggoyang goyangkan tangan zein oleh tangannya, dan afirah memonyongkan bibirnya dengan wajah memelas.


"pliss,,, maafin aku ya. kakak,,, aku minta maaf. kak, ya ya," ucapan afirah membuat zein merasa terintimidasi.


"aku janji gak bakal ngelaku-in hal kayak gitu lagi, janji." afirah mengangkat jari kelingkingnya, tak mendapat respon dari zein afirah menarik tangan zein dan menautkan jari kelingking zein ke kelingkingnya.


zein menatap tajam afirah, yang di tatap hanya menundukkan kepalanya takut.


"angkat kepala kamu," ucap zein.


"gk, nanti di marahin kak zein."


"yaudah, aku marah lagi."


dengan cepat afirah langsung mengangkat kepalanya, tapi bukannya mendengar ocehan dari zein afirah terkejut saat zein memeluknya.


"diem dulu," ucap zein dengan mata terpejam.


afirah tersenyum lalu ia ikut melingkarkan tangannya memeluk zein, 5 menit berpelukan zein melepas afirah.


"kamu tau," zein memegang tangan afirah.

__ADS_1


"aku khawatir banget kamu kenapa-napa. dan aku yakin setiap orang yang dikasih kejutan kayak gini pasti bakalan marah juga."


"maaf,"


"sssttt," zein mengangkat jari tengahnya.


"besok kelas kamu mulai jam berapa?"


"kelas aku pagi jadi beresnya pukul 11:00,"


"oke, besok sore kita bikin pesta kecil gimana?"


"wah,, ayok."


esok harinya, seperti yang dijanjikan caffe tutup untuk 1 hari dan sekarang afirah dan yang lainnya tengah sibuk menghias caffe.


berbeda dengan zein, dia saat ini tengah berada di rumah sakit karena ada operasi.


"yang itu di tempelnya disana aja," afirah menunjuk ke jendela, alex mengangguk ia segera memasang hiasan di jendela.


tapi tiba-tiba mata alex tertuju pada perempuan yang sedang ada di luar caffe. ia turun dari tangga lalu berjalan keluar.


"hari ini caffe tutup, caffe tutup." ucap alex.


"siapa juga yang mau ke caffe lo," dinda hendak pergi tapi alex dengan cepat mencegah dinda.


"tunggu!!" alex lari ke dalam lalu keluar kembali bersama amira.


"dinda, kamu disini."


"..."


"maaf ya, hari ini caffe tutup. hmm,, mumpung kamu ada disini gimana kalo kamu ikutan kita. hari ini temen kita ada yang ulang tahun, kamu tertarik."


"jangan pegang-pegang napa?"


amira tersenyum, ia lalu memegang tangan dinda.


"ikut ya,,, aku gak pernah liat kamu senyum kita seneng-seneng hari ini."


"gak tertarik,"


"eh, lo kan yang waktu itu bareng arya." azis tiba-tiba bertanya.


"kalo iya kenapa?"


"sewot ya," azis melirik yang lain dengan memonyongkan bibirnya.


amira mendecak lalu ia menarik tangan dinda untuk masuk kedalam caffe.


"aku bilang aku gak tertarik, napa si."


"iya,, kita disini mau seneng-seneng. ikutan aja," ajak fitri.


"eh,,, kamu kan yang waktu itu mukul alex."


"siapa kamu,"


"alya, siapa dia?" tanya afirah.


"cewek ini dulu pernah mukul alex karna salah paham, alex padahal cuman mau bantu buat nyebrang jalan." jelas alya.

__ADS_1


"ck,,, gue pergi. rempong amat disini," semuanya menatap dinda aneh.


"hei,,, kita disini cuma ngajak lo ikutan. kenapa harus marah-marah, PMS lo." ucap rian kesal.


"maaf ya,,, lagian gue juga gak nge iya-in. jadi apa masalahnya sama lo kalo gue marah-marah mulu."


"set dah, nie cewek bikin gue kesel."


amira memegang tangan rian agar bersabar.


"dinda. kamu ikut ya,,, ucap amira memohon.


alya menyenggol amira dan menggelengkan kepalanya, amira mengangkat tangannya.


dinda memutar bola matanya malas," oke, tapi awas aja buat siapa tadi. alex, dia jangan ngajak gue bicara."


"lex, katanya kamu jangan ngajak dia ngobrol."


"siapa juga yang mau ngajakkin ngobrol," alex melipat kedua tangannya dan memalingkan wajahnya seolah dia tak peduli.


"semuanya juga, gak usah sok kenal."


"ceweknya cantik tapi jiwanya kek preman." ucap alya.


"syuttt," afirah tersenyum pada alya.


setelah berhasil membujuk dinda, semua orang pun kembali di sibukkan dengan menyiapkan pesta kecil untuk ulang tahun zein.


"hei,,, maaf ya aku gak bantu-in." zein masuk ke caffe, ia tersenyum saat mendapati afirah dan yang lainnya tengah menunggu dengan sebuah kue ulang tahun di tangan afirah.


"selamat ulang tahun selamat ulang tahun, selamat ulang tahun zein... selamat ulang tahun," ucap semuanya bersamaan, zein menghampiri afirah.


tepuk tangan mulai terdengar," tiup lilinnya, tiup lilinnya, tiup lilinnya sekarang juga sekarang juga yeee...." zein meniup lilin dan semuanya kembali bersorak.


"makasih,,, maaf lho aku gak bantu-in."


"disini berdirinya," azis menarik tangan zein untuk berdiri di samping afirah, azis mengangkat tangannya.


"one, two, three, *pluk pluk,,, byurrr.*


seketika semuanya menjauh karna sesuai rencana, di lantai dua arthur dan jack sudah siap dengan telur dan air sirup.


dan kini zein menganga saat dirinya sudah dipenuhi oleh telur dan basah kuyup, ia menatap jengkel ke arah teman temannya.


" hei,,, ini kekanakkan banget tau." ucap zein, lalu ia mengambil telur di kulkas dan melemparkannya.


semuanya pada berlarian, gelak tawa terus terdengar. rian dan azis memegangi zein dan afirah mendekatinya dengan membawa kue.


"afirah jangan afirah,,, hep." afirah menumpahkan semua kue ke wajah zein.


"HAHAHAHA," semuanya tertawa berbeda dengan dinda yang saat ini tengah menutup telinganya.


"kekanakkan banget si," gumamnya, tapi tiba tiba seseorang memeperkan kue ke pipinya, dinda dengan secepat kilat memblokir tangan orang yang telah memeperkan kue itu ke pipinya.


"eh,,, ampun. aww, sakit lepasin si." alex berteriak kesakitan, afirah, zein dan yang lainnya saling melirik hingga tawa pun kembali pecah.


"ayo dinda, habisi aja alex. kasih pelajaran dia,"


"eh,, tolong." pinta alex.


"habisi dia dinda, kita rela kok."

__ADS_1


dinda mendorong alex hingga terjungkal, lalu ia membersihkan pipinya. tapi tiba-tiba ada banyak tangan ikut memeperkan kue itu ke pipinya, dinda terdiam membeku wajahnya merah padam.


"YAKKK,,,," teriak dinda penuh amarah.


__ADS_2