THE PERFECT HUSBAND ( MY SASSY GIRL )

THE PERFECT HUSBAND ( MY SASSY GIRL )
pulang ke indonesia


__ADS_3

'hari ini, saat aku sedang di rooftop campus, aku bertemu perempuan yg sedikit aneh. lumayan cantik si, hanya saja saat itu aku tidak tau kenapa dia menangis sampai sesenggukan. aku berharap bisa bertemu perempuan itu lagi,'


hyung seok menutup bukunya, kelasnya sudah selesai daritadi. sekarang ia memutuskan untuk pulang.


hyung seok berjalan menuju halte bus, menunggu bus datang ia memakai headset. tak sedikit yg lewat memerhatikan hyung seok, tampan pasti itu yg mereka pikirkan.


afirah menghempaskan tubuhnya ke kasur, ia tiba tiba teringat kejadian saat dirooftop. afirah menutup mukanya, dan membenamkan mukanya kebantal.


"aarghh,, aku malu sekali. aku sama sekali gk tau ada orang lain disana, aku harap aku tidak bertemu dgnnya lagi." ucapnya lalu kembali membenamkan wajahnya.


arum sudah mempersiapkan paswordnya menuju swiss, ia pergi sendirian. tak memberitahu teman temannya akan keberadaan zein, arum juga senang sekali ternyata zein masih mengingat no nya.


"heuhh, untuk apa aku memberitahu mereka. aku akan membawa zein sendiri,"


butuh waktu berjam jam, arum pun sampai diswiss. sebelum itu mereka juga sudah janjian dimana akan bertemu, agar tdk susah mencari.


saat itu zein pergi bersama charlotte, ia menunggu disalah satu cafe. zein benar benar ingin segera pulang, menemui sang istri, afirah.


"zein,," zein melirik kebelakang, dilihatnya arum dgn airmatanya.


zein langsung berdiri, arum terlihat ingin memeluk zein. tapi zein dgn sigap memundurkan langkahnya, membuat arum mendecak kesal.


"arum, duduklah dulu."


arum mengangguk lalu duduk, ia melirik charlotte.


"siapa dia,"


"dia charlotte, yg sudah merawatku saat aku kecelakaan dulu.


" kenapa dia tak membawamu ke rumah sakit,"


"arum, aku menelponmu kesini bukan untuk menjelaskan hal lain. aku hanya mau kamu bantu aku, aku mau pulang ke indonesia.hahh,,"


"oke zein, sabarlah sedikit." arum memutar bola matanya malas.


"asistenku sedang mengurus semua paswordnya, kita tinggal menunggu saja." zein menganggukan kepalanya.


arum menatap zein dari atas sampai bawah, terlihat kumuh.


"mulai sekarang kamu tinggal dihotel aja,"


"tidak, sepertinya lebih baik kamu yg ikut aku."


"kemana,"


"tinggal dirumahnya charlotte," ucap zein seraya melirik charlotte.


"serah kamu deh,"


paginya, dihari minggu afirah keluar berniat berbelanja. sengaja lebih memilih jalan daripada memakai mobil atau motor.


sedang asik memilih milih sayuran, fira dikejutkan oleh pria disampingnya.


"hai,"


"eh, siapa," tanya fira. (kok aku kaya pernah liat nie cowo ya).


"hmm, masih inget sama cowo yg waktu itu liatin kamu nangis dirooftop campus."


fira tersentak, ia baru ingat bahwa pria didepannya itu adalah pria yg waktu itu dirooftop.


"sudah ingat."


"i-iya,, sedang apa,"


"belanja, hmm.. oiyaa kenalin nama aku do hyung seok,"


"aku afirah,"


"kamu juga ngampus di universitas jakarta,"


"iya,"

__ADS_1


"oh, jurusan apa."


"fakultas kedokteran,"


"apa kamu gk mau nanya aku berasal dari mana."


"maaf ya, aku duluan." afirah membawa kantong belanjaannya, membungkukkan badannya seraya tersenyum lalu pergi.


"eh, iya sampai jumpa."


hyung seok mendecak gemas, ia tersenyum dan menatap punggung afirah yg makin lama makin menjauh.


"huh,, aku harap aku gk ketemu sama cowok itu lagi. aarrgh memalukan," ucap afirah lalu kembali berjalan untuk pulang.


arum dan zein sudah mendapat kabar bahwa pasword untuk zein sudah siap, hari ini mungkin adalah hari terakhir zein dan charlotte bertemu.


"char, thom. dan kalian semua, makasih ya udah mau ngerawat aku, udah mau ngasih aku tempat disini, aku janji nanti aku bakal balik kesini buat ketemu sama kalian."


thomas menepuk pundak zein," its oke will, kapanpun tempat ini akan selalu terbuka buat kamu." ucapnya.


"char, makasih ya."


"iya will, aku senang bisa ketemu sama kamu. disini aku akan selalu nunggu kamu will,"


"iya char,"


"ayo zein, penerbangannya 2 jam lagi."


"oke, char, thom. aku pergi,,"


"hati hati,"


zein dan arum pergi menuju jalan besar, mobil yg sudah dipesan sudah menunggu. zein sangat senang, hari ini ia akan pulang.


butuh 5 jam, akhirnya zein dan arum sampai dibandara jakarta.


"akh, arum tolong pinjam ponselmu. aku ingin menelpon mama."


"untuk apa,"


"zein, ikut aku sebentar,"


arum menarik tangan zein, zein mengerutkan keningnya melihat arum membawanya keparkiran paling ujung.


"kenapa, ada apa."


"zein,,


tanpa zein ketahui, seorang pria muncul dibelakanganya seraya menempelkan suntikan keleher zein.


zein tersentak kaget, cairan disuntikan itu sudah merayapi tubuhnya. ia tersungkur jatuh, arum langsung menahan kepala zein dipahanya.


" zein ada apa,"


"arum, apa yg kamu lakukan."


"zein, kamu kenapa."


"a-arum,,hhh."


arum menyeringai,"tenang zein, ini hanya obat bius. kamu hanya akan tertidur, hei cepat angkat."


titah arum pada pria yg tadi menyuntikan obat bius pada zein, zein dimasukkan kemobil matanya masih sedikit terbuka, lalu arum membawa zein ntah kemana.


"kak, aku kangen sama kakak. kakak kapan pulang si," ucap afirah.


*drrrttt* ponsel afirah berdering, ternyata mira yg menelponnya.


"hallo, mir. ada apa?"


"ra, kamu mau ikut aku sama yg lain gk."


"kemana,"

__ADS_1


"nonton,"


"lha, nanti aku jadi obat nyamuk dong."


"kok obat nyamuk,"


"pasti kalian bakal bawa pacar kalian kan?"


"iya si, yaudah gk papa lah. kamu ikut aja,"


"nggak ah, aku lagi kangen kangen sama kak zein."


"hhh,,, fira. sampai kapan si kamu kayak gitu trus."


"mksdnya,"


"ngak deh, gak jadi."


"dasar aneh, aku gk ikut."


"oke oke,"


afirah kembali menatap foto pernikahannya dgn zein, hingga ia pun tertidur.


@amerika.


azis menghempaskan badannya disofa, ia sangat kelelahan.


"akhirnya beres juga, gue pengen cepet cepet pulang."


"eh, apa gue pergi ke swiss dulu ya. cari tau keberadaan zein, wah ide bagus tuh."


azis membuka laptopnya, jarinya mengotak atik dgn lincah.


seperti yg direncanakan, azis pun sekarang sudah ada di swiss. ia menyewa hotel, lalu membuka laptopnya.


tiba tiba azis mengerutkan keningnya,


"2 hari yg lalu zein ada didaerah air terjun rhine falls, berarti zein masih hidup. oke zein lo emang temen gue yg paling hebat, tapi kok sekarang zein udah gk ada."


"gue harus pergi ketempat ini, siapa tau dapet informasi." ucap azis.


azis mengambil ponselnya, mengetik no rian.


"ian, ada yg mau gue omongin."


"omongin aja lah, emang apa."


"zein,,,


"kenapa zein,"


"denger dulu napa,"


"hehe, oke oke . jadi ada apa sama zein,"


"gue kan sekarang lagi diswiss nih,"


"lo ke swiss gk ngajak ngajak gue dah,"


"kesini aja sendiri,"


"gue cari lokasi zein dimana, tapi zein gk ada diswiss."


"mksd lo,"


"2 hari yg lalu, zein masih ada diswiss. tapi sekarang dia udah gk ada, aneh kan?"


"trus sekarang zein dimana,"


"gue juga rencananya mau pergi kedaerah zein tinggal sebelumnya, siapa tau dapet informasi."


"bagus bagus, pokoknya lo harus kabarin gue."

__ADS_1


"iyaa,"


azis menutup telponnya lalu kembali fokus ke laptopnya.


__ADS_2