THE PERFECT HUSBAND ( MY SASSY GIRL )

THE PERFECT HUSBAND ( MY SASSY GIRL )
peringatan


__ADS_3

"permisi, apa kamu yg namanya afirah."


(eh,, mereka kan yg kemarin di toilet. yg lagi ngomongin aku ma kak zein, ngapain mereka nyamperin aku)


"iya,, kakak siapa yaa."


"ahh, aku hanya ingin menyapa mahasiswa tingkat pertama. perkenalkan namaku mellisa,"


"saya afirah, dan ini charlotte temen saya. tapi bagaimana kakak tau nama saya," tanya afirah.


"kamu sangat terkenal dikalangan senior karna kejadian tadi,"


"aahhh, itu ya.."


"kamu berani juga ngelakuin hal kayak gitu didepan umum, emangnya pria itu siapanya kamu."


"dia suami aku kak," jawab afirah dgn jujur.


"oiyahh, wahh padahal kamu masih s1 lho."


"apa kakak, sudah selesai. kita berdua harus pulang,"


"iya, pulanglah."


afirah menarik tangan charlotte, dan pergi.


"kenapa?" tanya char.


"gk tau, tapi aku ngerasa ada sesuatu yg aneh sama kak mell. oiyah, dia itu pacarnya reza. jadi kamu harus hati hati,"


"iya,"


"kamu juga harus hati hati," ucap charlotte.


"aku, kenapa?"


"gk tau, dia kan udah tau wajahnya zein. bisa aja,,,


" ssttt, jgn keras keras. aku juga sebenarnya ngerasa hal yg sama, kayaknya aku harus mulai berangkat kampus tanpa diantar kak zein deh."


charlotte mengangguk.


esok harinya,,,


"fira,, kelas kamu mulai jam berapa."


"nanti kak, jam 12."


"masih lama donk,"


"emangnya kenapa?"


"hmm keluar dulu yuk, olahraga."


"emangnya kak zein gk sibuk,"


"untuk saat ini nggak, mungkin kalau ada yg darurat mereka bakal nelpon aku."


"kalo gitu aku siap siap dulu,"


pukul 07:45, mereka berdua berjalan menuju taman dekat rumah mereka.


"kak, aku udah mulai cape nih."


"eh, padahal baru sampai sini lho."


"gk tau, semenjak aku kena tembak waktu itu. aku gampang cape,,"


"ahh, kalau gitu kita ke caffe sana yuk."


"aku maunya ke caffe kita."


"yaudah," zein berjalan kesisi jalan hendak menghentikan taxi.


"haii,"


(kak mellisa, dia kenal kak zein) afirah berjalan mendekati zein, saat melihat mellisa datang menyapa zein.


"oh kamu,"


"kak zein kenal kak mellisa."


"kamu kenal dia," tanya zein.


"dia kakak senior aku,"

__ADS_1


"hai afirah, kalian mau kemana?"


"kita mau pulang," jawab afirah cepat cepat, zein melirik afirah yg sangat gelisah.


"ohh,"


"kakak kenal kak mellisa dimana?"


"jadi waktu kamu minta kakak beliin buah buahan kakak nemuin dompetnya, jadi itu alasan kenapa kakak pulang lama." jawab zein.


"ohh,"


"yaudah kita duluan yaa kak," afirah menghentikkan taxi lalu memasukkan zein kedalam, dan disusul afirah.


"sampai jumpa dikampus kak,"


taxi pun berjalan meninggalkan mellisa,


"kejalan mawar,"


"katanya mau pulang,"


"kan tadi aku mau ke caffe dulu."


"kamu kenapa si, kok kayak gitu ke senior kamu."


"dia kak mellisa kak, pacarnya reza yg berusaha deketin charlotte kakak ingatkan."


"iya terus,"


"hhh, kata alya sama yg lain. kak mellisa itu suka deketin cowok cowok ganteng meskipun dia udah punya pacar,"


"kan baru katanya, belum tentu bener kan."


"kalo bener gimana?"


"kamu cemburu," ucap zein seraya tersenyum.


"aku gk cemburu, aku cuma takut aja kak."


"takut aku diambil sama cewek tadi," afirah mengangguk.


"kamu lucu banget si, afirah denger yaa.. perempuan yg aku cintai itu cuman kamu, gk ada yg lain. meskipun yg deketin aku itu perempuan yg lebih cantik dari kamu, aku gk peduli.."


zein memeluk afirah dan menenangkannya.


"kita udah nikah kok," ucap afirah enteng.


"haha, bagus bagus.."


zein tersenyum lalu mengusap kepala afirah, sesampainya di caffe kecemasan afirah menjadi hilang setelah mengobrol dgn alex dan yg lainnya.


alex menceritakan kejadiannya kemarin.


"wahhh, jika perempuan itu melihat wajah alex. aku yakin dia gk akan bersikap seperti itu." ucap afirah.


"tetep aja aku gk suka sifat perempuan itu, eh aku keluar dulu ya. mau beli sesuatu,"


"biar aku anter," ucap zein.


"gk usah, masalah jual beli aku udah bisa kok. dan minimarket nya juga deket,"


"hati hati,"


alex yg masih dalam perjalanan, tiba tiba melihat perempuan kemarin ditaman. yaitu dinda!


terlintas dalam pikirannya untuk mengerjai dinda, ia pun menghampiri dinda dan duduk disamping dinda.


alex menarik rambut dinda pelan dan memasukkannya ketelinga dinda.


"aarrghh,, hei siapa disana? jgn berani berani jail kamu."


alex melirik sekitar, ia menunjuk dirinya sendiri dgn wajah tanpa dosa.


sekali lagi alex melakukan hal yg sama, dinda langsung berdiri karna geram.


"siapapun kamu aku gk akan segan segan, cepet pergi sebelum aku pukul."


alex berkacak pinggang dan berdiri didepan dinda, ia menjulurkan lidahnya. rasanya menyenangkan mengejek seseorang yg pernah membuatnya kesal, dan orang itu tidak tau.


dinda mengitari sekitar dgn tongkatnya, dan alex dgn mudah menghindarinya. hingga saat dinda memajukan tangannya ia dgn tepat memegang tangan alex.


"jgn coba coba sembunyi, kamu udah berani jail. rasain nih," dinda mencubit kecil tangan alex, memutarnya dan alex berusaha menahan cubitan siksaan itu ditangannya.


"ah,,ahh lepas. sakit,,, lepasin?" alex menarik tangannya dgn kasar, ia mengusap usap tangannya dgn wajah kusut.

__ADS_1


"hehh," dinda menyeringai lalu melipat tangannya didadanya, ia mengangguk nganggukan kepalanya dgn wajah mengintimidasi.


"aku sudah bisa tebak, kamu pria yg kemarin kan. dasar sinting,"


alex tak mengerti dgn ucapan dinda, tapi ia pastikan jika itu sebuah makian.


"hei cwok sinting, gk tau diri, gk tau malu, sok sok an mau nolongin, aku juga tau kamu mau modus. aku tau aku buta, tapi asal kamu tau aku gk akan pernah ketipu sama cwok jelek, sinting, dan tukang modusin cewek."


alex mengepalkan tangannya, meski tak tahu arti dari ucapan dinda. alex hanya bisa meninju dinda tanpa kena sedikitpun, ia menunjuk nunjuk dinda lalu pergi meninggalkan dinda yg masih setia dgn makiannya.


"hei bocah edan, jgn diem aja. lawan aku, aku gk takut sama cowok gk tau malu kayak kamu. gini gini aku itu,,,


" mbak maaf, mbak ngomong sama siapa ya?"


dinda terdiam, dalam hatinya ia trus mengutuk alex.


"sama hantu?" ucapnya lalu pergi.


"biar tau rasa, lagian cantik cantik galak banget. haha, pasti orang pada aneh liat dia ngomong sendiri."


alex melihat tangannya yg sedikit kebiruan, dinda memang seorang perempuan yg tangguh, pikirnya.


selesai membeli keperluannya, alex langsung berjalan pulang. saat ia melewati taman, ia tak melihat dinda dimanapun.


"mungkin dia sudah pulang," pikirnya dan kembali melanjutkan langkahnya, tapi langkahnya seketika terhenti saat mendengar suara keras dinda di sebuah gang sempit.


dgn rasa penasaran ia mendekati arah suara, benar saja ada dinda disana hanya saja dinda dikerumuni oleh beberapa preman. mereka berusaha memalak dinda, mungkin karna dinda buta mereka jadi sangat berani.


"cepetan, siniin semua uang lo."


"gue gk punya," alex mendengar cara bicara dinda yg berubah, dari yg asalnya brutal jadi brutal banget.


"kalo gk kasih kita duit, lo harus ikut kita."


"gk percaya, geledah aja sendiri." dinda mengangkat tangannya, para preman itu tertawa berbeda dgn alex yg sudah bersiap untuk menolong dinda.


tapi saat salah satu tangan preman itu memegang pinggang dinda, dgn gesit dinda menarik tangan preman itu dan membloknya lalu ia menendangnya sampai terjungkal. alex menganga dgn perlawanan dinda.


"nie cewek beneran buta gk sih, dia kok,,,


belum sempat melanjutkan ucapannya, alex kembali dibuat kaget saat dinda memukul para preman itu. semuanya tepat sasaran, dan akhirnya dinda pun menumbangkan semua preman yg memalaknya tadi.


" siapa ketuanya disini,"


tak ada jawaban, hanya rintihan yg terdengar dari mulut mereka.


"SIAPA?" bentak dinda.


"sa-saya," dinda mengarahkan tongkatnya pada si ketua preman, dan...BUGH.


"denger, lo semua pengen duit. cari kerjaan, mau duit malah malakkin orang lain. DENGER GK??"


"i-iya denger,"


"awas aja lu pada kalo berani malakkin orang lain lagi, gue emang gk liat wajah kalian. tapi gue bisa tau suara kalian, jadi jangan anggap gue bego."


para preman itu menganggukkan kepalanya, alex menggelengkan kepalanya. apa yg ia barusan liat adalah dinda, dinda sekarang malah lebih keliatan kayak ketua mafia.


dinda merapikan bajunya, lalu berjalan keluar gang.


alex merapatkan tubuhnya ketembok, tepat saat dinda ingin melewatinya ia berhenti.


(kok gue nyium bau parfumnya si sinting si)


mengelak apa yg barusan ia pikirkan, dinda pun kembali melangkahkan kakinya meninggalkan alex.


"hahh," alex menghembuskan nafas lega.


"baru kali ini aku ngerasa takut sama cewek,"


pukul 12, afirah dan charlotte berangkat bersama alya. mereka ber3 mendapat kelas dijam yg sama.


baru saja mendudukkan tubuhnya dikursi, diana teman seangkatannya memberikan sebuah surat pada afirah.


"buat aku, dari siapa?"


"ini ambil aja," ucapnya lalu pergi keluar dari kelas, karna dosen sudah datang.


"dari siapa," tanya charlotte.


"gk tau?" afirah membuka bungkusan kertas itu, afirah terpaku setelah selesai membacanya.


charlotte merasa khawatir, lalu ia mengambil surat itu dan membacanya.


PERINGATAN!!!

__ADS_1


UNTUK AFIRAH, JAGA SUAMI LO BAIK BAIK.


KARNA TIDAK LAMA LAGI, GUE BAKAL REBUT DIA DARI LO.


__ADS_2