THE PERFECT HUSBAND ( MY SASSY GIRL )

THE PERFECT HUSBAND ( MY SASSY GIRL )
mencoba kuat...


__ADS_3

zein merasa sangat gelisah, saat ini ia sedang berada didalam mobil bersama charlotte dan thomas.


sesampainya dirumah sakit, zein langsung menghampiri kasir.


"maaf, apa 2 bulan yg lalu. pernah ada pasien perempuan bernama afirah,"


"tunggu sebentar."


"iya ada, tapi pasien tersebut sudah dipindahkan ke indonesia,"


zein menyampirkan rambutnya frustasi," tapi bagaimana keadaan pasien waktu itu, apa dia baik baik saja."


"tunggu, tapi anda siapa?"


"saya suaminya,"


charlotte terhenyak, suami. jadi slama ini dia menyukai pria yg sudah beristri.


"maaf, apa waktu kecelakaan anda bersama dgn pasien dimobil,"


"iya,"


"sepertinya anda harus menemui polisi dulu,"


"baiklah, tapi beritahu saya keadaan istri saya bagaimana waktu itu."


"istri bpk memang melewati masa kritisnya, tapi sayangnya istri bpk koma."


"aarghh, afirah tunggu aku," batin zein.


afirah, dan mama zein sedang ada ditaman rumah sakit. matanya berkaca-kaca, tapi ia berusaha agar airmatanya tdk jatuh.


mendengar penjelasan dari mamanya zein, ia sungguh tak menyangka. jadi saat ia melihat mobil itu jatuh, tubuh zein juga ikut hilang. ia hanya berharap agar zein masih hidup, apalagi saat mendengar sang ayah meninggal karna tau dirinya koma. afirah benar benar mengutuk dirinya sendiri.


"aku yakin kok ma, kak zein masih hidup." afirah tersenyum meski sedikit dipaksakan.


mama zein memeluk afirah, ia menangis.


"kamu memang wanita yg kuat afirah, mama juga yakin sekarang zein pasti sedang mencarimu."


afirah menganggukan kepalanya.


1 minggu berlalu, akhirnya zein bisa terbebas dari pertanyaan pertanyaan polisi. sekarang ia hanya ingin mencari cara agar bisa ke indonesia, mengingat dia tak punya uang dan ponselnya pun hilang. desa tempat tinggal char juga tidak ada jaringan internet, jadi akan susah menghubungi.


"apa kamu tdk ingat no orang tuamu, atau temanmu." tanya charlotte.


"aku sama sekali tdk ingat no mereka," zein mencoba mengingat-ingat.


"oiyahh,"


"ada apa," tanya char.


"hanya ada satu orang yg no nya aku ingat,"


"no siapa,"


"te-temanku,"


"tunggu apalagi, cobalah kamu telpon."

__ADS_1


zein mengangguk, lalu ia mengetik no yg ia ingat.


"apakah bisa tersambung,"


"aku tdk tau, tapi cobalah dulu."


* tuuttt tuuttt *


"hallo, ini siapa ya?"


"arum, ini aku zein."


arum baru saja menyelesaikan pemotretannya bersama fitri, ia sedang beristirahat didalam mobil.


* drrttt * ponselnya berdering, ia sedikit bingung. karna yg menelpon memakai no luar negri.


"hallo, ini siapa ya?"


"arum, ini aku zein," arum terdiam, apa benar yg menelponnya adalah zein. pria yg dikabarkan menghilang 2 bulan lalu.


"zein,"


"iya, ini aku. arum saat ini aku btuh banget bantuan kamu, aku harus pulang ke indonesia. tapi disini aku tdk punya apa-apa,"


"zein, se-sebenarnya apa yg terjadi,"


"ceritanya panjang, apa kamu bisa bantu aku,"


"eh,,


" aku mohon, aku harus bertemu afirah. oiyah, bagaimana keadaan afirah."


"aku mohon arum, sekali ini saja kamu bantu aku."


"sekarang kamu ada dimana,"


"aku diswiss, desa didekat air terjun rhine falls."


"aku akan kesana zein, aku benar benar senang kau baik baik saja,"


"terimakasih arum, terimakasih."


"iya, sekarang lebih baik kamu bersiap siap. mungkin sekitar 5 hari lagi aku kesana."


"baiklah, sekali lagi terimakasih, dan tolong sampaikan salamku pada orangtuaku dan afirah."


"baiklah," arum mematikan ponselnya, ia tersenyum.


ntah apa yg ada dipikirannya, tapi sepertinya dia punya sesuatu yg direncanakan.


"ma, aku berangkat ya."


"apa kamu yakin akan kuliah,"


"iya ma, aku sudah melewatkan awal masuk s1. aku tidak mau ketinggalan lagi,"


"yasudah, hati hati."


"iya ma,"

__ADS_1


afirah keluar dari rumah orangtua zein, ia menghampiri mobilnya. tapi saat ia masuk tiba tiba bayangan saat ia kecelakaan muncul, ia memegang kepalanya merasakan sakit.


"aku mohon, hiks. kak zein kembalilah."ucap afirah dgn tangisnya.


" cieee, yang udah masuk kuliah." ucap anissa.


"aku seneng bisa kuliah bareng kalian lagi,"


"tapi kita bisa ketemu ya cuman pas waktu gk ada kelas aja, jurusan kita beda semua."


"tapi, kenapa kamu ngambil jurusan kedokteran fir, cita cita kamu kan bukan jadi dokter." tanya mira.


"aku cuma pengen ngikutin kak zein aja, dia kan dokter juga."


"hhh, aku jadi sedih liat kamu fir."


"hei, istrinya aku lho. kenapa kalian yg sedih,"


"emangnya kamu gk sedih apa, 2 bulan gk ada kabar sama sekali dari suami kamu."


"aku yakin kok, kak zein pasti bakal balik."


"hari ini aku ada kelas, jadi duluan ya," ucap alya.


"wah aku juga," ucap mira dan nisa bersamaan.


"berarti aku ditinggal sendiri dong,"


"sebentar kok, cuma 3 jam."


" 3 jam bentar, yaudah kalian pergi sana."


"dadah fira,"


afirah berjalan menuju tangga, ia berniat untuk pergi ke rooftop campus. disana ia melihat pemandangan yg indah, sepertinya melihat sunset akan menjadi momen yg luar biasa apalagi jika ditemani kak zein, pikir fira.


afirah berjongkok, ia memeluk kedua kakinya. menelungkupkan kepalanya, tanpa harus dipaksa airmatanya keluar dgn sendirinya.


"kak zein, kapan kakak pulang. aku kangen sama kakak, hiks. kak, gimana keadaan kakak disana. kakak baik kan, gk sakit kan. hiks, aku harus gimana kak."


tanpa afirah sadari, seorang pria korea tengah menatapnya dibalik tembok. merasa bingung, melihat perempuan menangis histeris seperti itu.


afirah mengusap wajahnya, matanya benar benar sembab sekali. ia lalu berdiri dan melihat kembali pemandangan dibawah.


"sudah nangisnya," afirah berbalik, ia terkejut melihat seorang pria tengah menatapnya.


"sejak kapan kamu disini,"


"sebelum kamu kesini,"


afirah merasa malu sekali, menangis saat ada pria yg tak ia kenal melihatnya.


"berpura puralah tdk melihatku menangis,"


"kenapa,"


"pokoknya berpura pura saja aku tdk ada disini tadi," ucap afirah lalu pergi.


"hhh, lucu sekali,"ucap pria itu seraya tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2