THE PERFECT HUSBAND ( MY SASSY GIRL )

THE PERFECT HUSBAND ( MY SASSY GIRL )
cemburu


__ADS_3

2 minggu kemudian.


zein dan afirah bersama teman teman mereka sedang piknik di puncak, hyung seok juga ikut karna dipaksa oleh afirah.


"yang, suapinn." rian membuka mulutnya pada amira, amira tersenyum malu. mereka berdua memang sudah berpacaran 1 minggu yg lalu.


"ekhemm,, cieee." serentak semua orang.


afirah menatap zein, ia bahagia bisa bertemu kembali dgn orang yg sangat ia cintai. dan semua masalahnya pun juga berakhir dgn baik.


"udah udah natapnya, gk bosen apa?" ucap anissa mengejutkan afirah, dan otomatis membuat afirah jadi salah tingkah.


"hahaha," semuanya tertawa bersamaan.


malamnya, afirah melihat hyung seok duduk dibelakang filla sendirian. ia berniat menghampirinya sekalian berterimakasih, yg pasti bukan terimakasih yg pertama kali. setiap kali bertemu dgn hyung seok afirah slalu berterimakasih, kadang sampai membuat hyung seok kesal mendengarnya.


"kenapa?" tanya afirah seraya duduk disamping hyung seok, hyung seok hanya melirik.


"wahh, bintang malam ini indah sekali."


"fira,"


"yaa,"


"aku suka kamu?"


afirah tertawa kecil, "candaanmu gk akan mempan padaku tau?"


"apa wajahku terlihat sedang bercanda?"


afirah melihat raut wajah hyung seok yg serius.


"ekhemm," afirah berdehem, ia kembali menatap langit.


"jika saja kamu dan zein hanya sebatas berpacaran, aku pasti akan cari cara untuk mendapatkanmu."


afirah memalinhkan wajahnya kearah lain, mulutnya komat kamit tak menyangka.


(jgn bilang dia emang suka aku, haduhh tolong siapapun datanglah?? aku paling gk suka ngehadepin masalah kyk gini!)


"afirah,," hyung seok memanggil, afirah mengalihkan wajahnya.


"firaa," hyung seok dan afirah melihat zein datang.


(kak, kau memang yg terbaik)


"ada apa kak?" tanya afirah seraya berdiri.

__ADS_1


*pletak* zein menyentil kening afirah.


"aww, kakk.. sakit tau?"


"biarin, siapa suruh ninggalin aku."


"tadi kan kakak,,,


" syutt, diem! ayo ikut aku. kamu kakak hukum,"


"lho?"


"hyung seok kita duluan yaa." ucap afirah yg lalu pergi bersama zein.


"hhh," hyung seok menghela napas dgn senyumnya yg berat.


"wahh kak?? kakak memang yg terbaik, tapi kenapa kita ke swiss lagi?"


"yaa, itung itung karna dulu kita gk jadi liburan di swiss. ditambah lagi, kakak mau ngenalin kamu sama orang yg udah ngerawat kakak pas kakak kecelakaan."


"aku gk sabar pengen ketemu mereka, aku mau bilang terimakasih karna udah ngerawat kakak ku yg jelek ini?"


"hei, aku jelek dari mana nyh?"


"hehe, kapan kita berangkat."


"oiyahh, aku lupa. aku baru masuk lho kak,"


"masalah itu biar nanti kakak yg urus,"


"makasih kak," afirah memeluk zein senang.


"haha cari kesempatan dalam kesempitan nihh."


"yaudah," afirah melepas pelukannya, tapi zein menarik afirah dan kembali memeluknya.


zein mengelus rambut afirah yg kini sedang tertidur pulas, memikirkan yg baru saja ia dengar tadi membuatnya kesal dan marah. memang sebelum zein memanggil afirah, zein mendengar semua ucapan hyung seok.


"tidak papa jika ia menyukai afirah, sekeras apapun ia mendekati afirah. afirah adalah milikku, haduhh zein. kau kenapa, aku cemburu. aku menyayangimu afirah,," zein memeluk afirah yg sedang tidur.


esoknya, semua orang mengemas barang barang mereka. afirah terlihat kesusahan karna mengurus barang2 nya dan zein, zein pergi ke luar untuk menerima telpon.


"biar aku bantu,"


"aku baik baik saja."


"dari keliatannya kamu butuh bantuan." ucap hyung seok lalu membawa koper afirah keluar.

__ADS_1


zein yg baru selesai, melihat hyung seok membawakan koper afirah. bergegas ia mempercepat langkahnya, dan menghentikan hyung seok dgn memegang koper afirah.


"biar aku saja,"


"gk papa,"


"biar aku saja." zein mengambil koper afirah, dan memasukkannya kedalam bagasi.


"makasih atas bantuanmu," ucap zein lalu pergi.


"apa dia mendengar ucapanku tadi malam."


"hei, kamu harusnya menungguku. jgn mengurus semuanya sendirian,"


"habisnya kamu lama?"


"wahh, kamu gk panggil aku kakak lagi ya."


"kenapa, terserah aku dong. kamu kan suami akuu,"


"udah semua kan?, yg lain juga udah pada nunggu diluar."


"iya, ayok."zein dan afirah berjalan keluar sambil bergandengan tangan.


"darimana aja kalian, kalian udah bukan pengantin baru lagi lho." ucap azis.


"biarin, dulu kan gk sempat. jadi sekarang, ya kan?"


ucap zein.


"hehe,"


"huuu, balik ah. bosen liat pasangan ini mh."gertuk fitri.


" eh fit.."


"udah kak, biasanya yg jones mh kayak gitu" ucap afirah, zein menahan tawanya.


"siapa bilang aku jones."


"makanya pacaran kayak rian sama amira." ucap zein.


"tau akh,"


"zis, lo sih kelamaan. ntar si fitri diembat orang lain lagi,"


"ya jgn lah!"

__ADS_1


didalam mobil.hyung seok tersenyum sinis, ia memilih ke mobil lebih dulu. memakai earphone nya, dan memejamkan matanya.


__ADS_2