THE PERFECT HUSBAND ( MY SASSY GIRL )

THE PERFECT HUSBAND ( MY SASSY GIRL )
honeymoon part II with charlotte and thomas.


__ADS_3

"huuu,,," afirah berdiri didalam mobil zein yg atapnya terbuka.


zein tertawa melihat afirah, mereka berdua kini sudah ada di swiss. saat ini mereka sedang melintasi pantai, menuju apartement mereka yg ada di sisi pantai.


"kak, pemandangannya indah banget."


"kamu suka,"


"suka bangett,"


zein mengusap rambut afirah, 1 jam perjalanan. mereka berdua pun sampai diapartement, baru saja turun afirah langsung lari ke sisi pantai. merasakan angin pantai disore hari.


"KAK,, POKOKNYA UDAH BERES BERES AKU MAU LIHAT SUNSET BARENG KAKAK.." teriak afirah.


"IYAA, SEKARANG KAMU KESINI DULU."


afirah lari ke apartement, senyum sumringah dibibirnya tak hilang sejak mereka berdua sampai di swiss.


pukul 18:29, afirah dan zein sedang duduk diatas pasir menunggu momen sunset.


afirah menatap zein, lalu fira pun menyenderkan kepalanya ke pundak zein. zein tersenyum, sekarang adalah moment paling mereka berdua tunggu.


"rah, lihat sunset nya. indah kan?"


zein tak mendengar jawaban dari afirah.


"afirah," zein melirik.


"ya ampun, ni anak ngajak liat sunset malah tidur."


zein pun menggendong afirah, membawanya ke apartement dan menidurkannya ke kasur.


afirah membuka matanya, ia melihat sekeliling menyadari dirinya ada di kamar. afirah langsung terbangun, dan berjalan menuju ruang tengah.


"udah bangun?" terlihat zein sedang menyiapkam makan malam, afirah terdiam melihat zein memakai celemek.


(kak zein pake celemek aja keren banget)


"hei, malah ngelamun. sini duduk," zein menuntun afirah untuk duduk.


"kak, kakak kok gk bangun-in aku si. aku kan bisa bantu,"


"mana tega aku bangun-in kamu, tidur nya nyenyak banget gitu,"


"hehe, habisnya aku cape banget. hhh, aku jadi gk bisa liat sunset nya deh."


"hari besok juga masih bisa, udah sekarang kita makan."


"wahh, pasti enak enak nie."


afirah makan dgn lahap, berbeda dgn zein yg hanya menatapnya tak bosan bosan.


selesai makan malam, afirah langsung mencuci piring sementara zein menonton televisi.


"kak, tidur ayoo."


"kamu masih ngantuk,"


"iyaa,"


"padahal baru tadi lho kamu bangun,"


"ayo,"


"iyaa,"


zein dan afirah tidur sambil berpelukan, afirah yg melihat zein tertidur lebih dulu menatap zein dalam dalam.


*cup* 1 ciuman mendarat di kening zein.


"tidak sopan mencium orang yg sedang tidur," tiba tiba saja zein bangun, membuat afirah terkejut.


"haha, wajahmu memerah. lucu sekali,"


"udah akh, aku mau tidur." afirah mencoba membalikkan badannya, tapi dgn sigap zein menarik afirah kembali.


"lebih tidak sopan lagi kalau kamu tidur membelakangi suamimu,"


afirah memicingkan matanya jengkel, zein gemas lalu wajahnya mendekat ke wajah afirah.


*cup* satu kecupan lagi dari zein yg sudah mendarat dibibir afirah, afirah mengerjapkan matanya berkali kali.


"hahaha," dan berhasil membuat zein tertawa keras.


"kamu keliatan kayak orang bodoh tau,"

__ADS_1


"eh, apa?" tak terima, afirah pun memukul mukul zein.


"hei, balasan macam apa ini."


"diamm,"


"afirah, aww,, hahahaha."


"kamu masih bisa ketawa,"


"udah stop,"


"gk mau,"


zein memegang tangan afirah lalu secepat kilat langsung memeluk afirah dgn erat, afirah mencoba memberontak tapi pelukan zein sangat erat sekali. dan afirah pun terdiam, ia tersenyum lalu membalas pelukan zein.


"I love you," ucap zein.


"I love you too," jawab afirah.


esok harinya, zein dan afirah bersiap untuk pergi menemui charlotte. seperti yg sudah diucapkan oleh zein, mereka berdua ingin mengucapkan terimakasih.


"kak, apa charlotte cantik."


"dia sangaat cantik, dia baik, rajin dan pintar." zein sengaja memuji muji charlotte didepan afirah, agar afirah cemburu.


"wahh, aku gk sabar ketemu dia."


mendengar jawaban afirah zein hanya bisa melongo, selesai bersiap siap mereka berdua pun berangkat.


"disana ada air terjun, indah. kamu pasti bakal suka?"


"oiyahh, aku ingin berenang, makan makan, pemandangannya pasti indah banget."


mendengar ocehan afirah, zein pun langsung menjalankan mobilnya.


skip___


zein menghentikan mobilnya, didepannya kini sudah ada pemandangan yg sangat familiar baginya.


zein menepuk pipi afirah, baru setengah jam berangkat afirah langsung tertidur.


"hei, bangun.. kita sudah sampai,"


"sudah sampai, hoahmm." afirah keluar dari mobil, berjongkok dan mengusap wajahnya.


"yaudah yok," zein menggenggam tangan afirah lalu berjalan bersama menuju desa tempat tinggal charlotte.


charlotte saat ini tengah duduk di dekat air terjun, ia punya hobi melukis. menurutnya pemandangan didepannya tak pernah membuatnya bosan.


"char,, charlotte." terlihat alex berlari sambil memanggil charlotte, tapi tatapan charlotte masih tetap fokus pada lukisannya.


"hhh,, hhh,,, hei kamu dengar aku gk sih." alex mengatur pernapasannya.


"denger,"


"trus kenapa gk nyaut,"


"males, emangnya ada apa si."


"dia dateng kesini,"


"siapa?"


"itu, will,, dia datang bareng istrinya."


spontan charlotte berdiri," beneran."


"iyalah!"


charlotte langsung melamunkan kedatangan zein dipikirannya, apalagi ia dengar zein datang bersama istrinya.


"will, bagaimana kabarmu?" tanya thomas.


"aku baik, oh iyah,, kenalin dia istriku namanya afirah."


"thomas," afirah menundukkan kepalanya singkat.


"kak, kenapa kakak dipanggil will."


"hehe, aku lupa ngasih tau. disini nama aku itu will," bisik afirah


"ahh." afirah menganggukkan kepalanya.


"trus yg namanya charlotte dimana," bisiknya lagi.

__ADS_1


"kamu sendiri bagaimana, dan dimana charlotte."


"sebentar lagi charlotte datang."


"thom,, aku pulang."


charlotte masuk, lalu ia terdiam melihat zein bersama wanita yg tak ia kenal yaitu afirah.


"char, bagaimana kabarmu?"


"aku baik, dia istrimu?"


"iya, kenalin namanya afirah."


"afirah,"


"charlotte,"


"bener kata kamu dia cantik banget," bisik afirah.


zein menganggukkan kepalanya seraya tersenyum.


"sebenarnya aku datang kesini ingin berterimakasih lagi pada kalian, kalian udah ngerawat aku, ngasih tempat tinggal, dan bantu aku?"


"gk usah berterimakasih will, kita udah anggap kamu keluarga kita." ucap thom.


"thom, apa kamu sudah dapat pekerjaan."


"seperti biasa aku hanya berburu,"


"jadi,,,


" hei, istrinya will canti banget kan??"


"iya, pantesan dia gk noleh sama charlotte."


"aku juga pengen dapet istri secantik dia."


ucapan zein terhenti mendengar omongan omongan alex, james, dan jack diluar. ia melirik afirah, dan ternyata afirah kini sedang senyum senyum sendiri.


"kamu seneng," bisik zein.


"oh iyadong, siapa yg gk seneng dipuji kyk gitu?"


"yaudah, kamu ngobrol aja sama mereka."


"dih kenapa jadi ngambek."


charlotte dan thomas saling melirik, melihat perdebatan kecil zein dan afirah bukan membuat mereka tertawa namun diwajahnya kini mereka sedang bingung tentang apa yg sedang mereka berdua katakan.


thomas berdiri lalu berjalan keluar, ia melihat alex, james, dan jack masih asik ngobrol.


"kerjaan kalian cuma nge-gosip aja yaa, udah sana kalian berburu."


"eh gak usah," cegah zein.


"aku bawa daging, nanti malam kita makan makan bareng."


"yeee," sorak alex, james, dan jack.


malamnya, memanggang daging diurus oleh ketiga temannya thomas.


charlotte mengajak afirah jalan jalan, dan sekarang zein tengah bicara serius dgn thomas.


"hah, ke indonesia.."


"iya, aku tau saat masih sekolah kamu ngambil jurusan bisnis kan? jadi aku mau ngasih kerjaan buat kamu diperusahaan ayahku."


"itu terlalu berlebihan will,"


"ini belum apa apa dibanding kalian yang udah bantu aku, gimana kamu mau gk."


"tapi bagaimana dgn,,


" charlotte, bukannya dia ngambil jurusan kedokteran. cuma karna biaya charlotte terpaksa berhenti, kebetulan sekali afirah juga ada dijurusan yg sama, jadi aku mau ngebiaya-in kuliah charlotte diindonesia."


"thom, kamu sendiri yg bilang kalau kamu udah anggap aku keluarga. jadi terima ya,"


"tapi,,,


" kalau bisa alex, james, dan jack juga ikut."


"hahh,"


"aku anggap diam kamu iya, oke."

__ADS_1


thomas tersenyum pada zein, lalu ia memeluk zein. zein menepuk nepuk punggung thomas.


__ADS_2