
alya dan anissa saat ini sedang berada dikantin, dari belakang anissa ada beberapa senior membawa makanan mereka. dan salah satunya ada yang membawa bakso, karna lengah tak sengaja senior itu menumpahkan kuah bakso ke baju anissa.
"ahh,,," anissa bergerak tak karuan, bagaimana tidak bakso itu masih panas.
"nissa, kamu baik-baik aja." alya membantu anissa dengan sapu tangannya.
"dek maaf, aku gak sengaja." ucap senior wanita itu merasa bersalah.
"kak, harusnya kakak lebih hati-hati lagi dong." ucap alya.
"aku minta maaf,"
"sa, ayo ke toilet. kamu harus ganti baju kamu,"
"ganti pake apa?"
"eh, ada apa?" hyung seok tiba-tiba datang dan bertanya.
"anissa kena kuah bakso panas,"
"bagaimana bisa?"
"senior itu numpahin kuahnya ke nissa,"
"eh,, tasya bilang kan gak sengaja." ucap senior laki-laki.
"iyah, lagian tasya udah minta maaf."
"kak, kami minta maaf ya. nissa kamu pake jaket aku aja, kebetulan aku bawa. alya, kamu anter gih."
"cih," alya mengambil jaket hyung seok lalu pergi bersama anissa.
"kak, aku minta maaf ya."
"gak papa, lagian aku memang salah." ucap senior yang bernama tasya lalu pergi dan disusul oleh teman-temannya.
hyung seok menyusul alya ke toilet, ia melihat alya tengah menunggu anissa diluar toilet.
"alya, kamu udah kelewatan."
"kelewatan apa?"
"senior tadi kan gak sengaja, lagian dia udah minta maaf."
"kok kamu malah bela-in dia,"
"aku gak bela-in siapa-siapa,"
"sama aja,"
"alya, apa gak seharusnya kamu minta maaf. takutnya dia kesinggung sama ucapan kamu,"
"emangnya aku bilang apa? kan emang dia yang salah."
"cukup alya, aku gak suka ya sama sifat kamu yang kayak gini. yang aku tau kamu itu orang yang baik,"
alya mendengus seraya tersenyum, ia lalu mendelikkan matanya pada hyung seok dan pergi.
"ya, alya.." panggil hyung seok.
"eh,,, kenapa? si alya mau kemana," tanya anissa yang baru saja keluar dari toilet.
hyung seok mengusap wajahnya, tanpa menjawab pertanyaan nissa.
alya berjalan dengan cepat, sampai tak tau ada seorang pria tengah berlari ke arahnya.
*brukk*
"aww,,," alya mengusap siku tangannya, ia mendecak kesal.
"jalan liat-liat dong," umpat alya.
"eh sorry ya, gue harus cepet. kapan-kapan gue traktir,"
"kapan-kapan, ketemu juga gak mungkin."
"gue yakin kita bakal ketemu lagi, dadah..." pria itu melambaikan tangannya ke alya dan pergi.
alya tak peduli, ia terus saja melanjutkan langkahnya.
seperti biasanya, amira dan yang lainnya akan membantu di caffe setelah kampus mereka selesai.
__ADS_1
anissa masih penasaran dengan apa yang terjadi pada alya dan hyung seok, tak henti-hentinya dia bertanya sampai membuat alya pusing.
"kamu beneran bertengkar sama hyung seok," tanya amira.
"gak kok,"
"tapi tadi waktu di kampus aku liat si alya pergi gitu aja, hyung seok juga gak jawab pas aku tanya."
"aku buang sampah dulu," alya berlalu pergi keluar caffe dengan membawa kantong berisi sampah.
"udah lah biarin aja," ucap amira.
"haiii,,," zein dan thomas datang, mereka berdua janjian untuk minum kopi di caffe.
"eh ada bang thomas, bang gimana kerjanya. oke," ucap anissa.
"nis, kamu dah punya pacar lho." ucap zein.
"aduh zein, aku LDR an sama pacar aku. bosen lah kalo diem-diem bae, mending gangguin bang thomas."
thomas dan zein menggelengkan kepalanya, "belum jemput afirah," tanya amira.
"ntar beresnya sore," ucap zein, dan amira pun mengangguk.
alya membersihkan tangannya setelah membuang sampah, ia kembali melangkahkan kakinya ke caffe tapi terhenti saat ia melihat pria yang menabraknya waktu itu tengah dijewer oleh senior yang tak sengaja menumpahkan kuah bakso ke anissa.
alya mendengus lalu ia melanjutkan langkahnya,
"eh,,, HEI KAMU YANG PAKE SWEATER MERAH..." dari arah sebrang ada yang berteriak, alya tak peduli karna ia pikir teriakan itu bukan untuknya.
saat ia mendengar teriakan kedua kalinya, alya melirik bajunya, sweater merah. apa orang itu sedang memanggilnya.
alya membalikkan badannya, dan melihat pria itu tengah berlari kearahnya. di ikuti oleh senior itu dibelakangnya.
"lo budeg ya," ucap pria itu, alya melotot.
"tunggu, aku baru kenal kamu dan kamu berani-beraninya bilang aku budeg."
"lagian dipanggil gak nyaut-nyaut," ucapnya enteng.
"eh,,, kamu yang waktu itu di kampus kan?" senior itu langsung mengenali alya saat setelah berhasil menyusul pria dihadapannya.
"aku mau minta maaf,"
"gak usah, lagian yang harusnya minta maaf itu aku. aku udah keterlaluan, maaf kak."
perempuan manis itu tersenyum," kenalin aku tasya,"
"alya,"
"eh,,, gue yang ganteng ini kok dicuekkin."
"alya, gak usah dengerin dia. ayo kita ke caffe sana,"
"kak, maaf ya aku sekarang lagi sibuk. lain kali aja ya,"
"hoi,,, tunggu dulu." pria itu menahan tangan alya yang hendak pergi.
"gue kan udah janji mau traktir lo,"
"alya, ngapain disini."
alya, tasya, dan pria itu melirik dan melihat hyung seok sudah ada disamping alya.
"aku mau bicara sama kamu," ucap hyung seok seraya menarik tangan alya.
"tunggu," pria itu menahan hyung seok, ia lalu menarik tangan alya yang lainnya.
"gue mau ajak dia makan,"
"aku mau bicara sama alya,"
alya melirik hyung seok dan pria itu bergiliran, keduanya saat ini sedang memegang kedua tangannya.
( situasi macam apa ini?) pikir alya bingung.
alya melepas kedua tangannya secara bersamaan, ia lalu menunjuk kedua pria disampingnya.
"aku gak mau makan sama kamu, dan aku gak mau bicara apapun lagi sama kamu." ucapnya lalu pergi.
"randy, ayo pergi." tasya menarik tangan randy dan pergi, berbeda dengan hyung seok yang masih terdiam di tempatnya.
__ADS_1
di rumah tasya, randy sedang main pubg. berbeda dengan tasya yang sedang menonton televisi.
"tas,"
"..."
"menurut lo cewek yang tadi gimana?"
"siapa? alya,"
"iya,"
"dia cantik, baik lagi. kenapa?"
"gue suka dia,"
"kamu semua cewek juga suka, awas aja ya kalo kamu macem-macem sama alya."
"gue beneran suka dia,"
"randy, aku dukung kamu kalo kamu suka alya tapi jangan sampe kamu cuma ngasih harapan palsu doang."
"nggak lah,"
amira menggelengkan kepalanya lalu kembali menonton televisi, randy mendecak kesal saat melihat respon dari tasya yang biasa saja.
hyung seok sedang memilih novek di rak, saat ini dia sedang ingin menenangkan dirinya dengan membaca novel.
sikapnya yang kasar pada alya waktu dikampus membuatnya merasa bersalah, ia terus mencoba mencari cara untuk bisa bicara dengan alya.
hingga ia pun menelpon amira, menjelaskan semuanya pada amira dan minta tolong untuk mempertemukannya dengan alya.
dan saat ini amira menyuruhnya untuk datang ke caffe, setelah membeli novel hyung seok bergegas menuju caffe.
sesampainya disana, hyung seok langsung masuk. ia melihat alya sedang duduk dengan wajah cemberut.
"alya," hyung seok duduk di hadapan alya.
alya terkejut dengan kedatangan hyung seok yang tiba-tiba, ia berniat pergi tapi hyung seok langsung menahan tangannnya.
"tolong dengerin aku dulu,"
"..."
"aku minta maaf alya, aku tau aku udah kasar sama kamu."
"..."
"alya setidaknya kamu jawab aku,"
alya menatap hyung seok tajam," kamu perlu jawaban, sebelum itu kamu harus jawab aku dulu."
hyung seok menatap alya bingung, begitu juga dengan orang-orang yang menonton.
semuanya sedang ada menonton pertunjukan antara alya dan hyung seok, mereka juga tak sabar dengan pertanyaan alya.
"aku suka kamu hyung seok, masih satu bulan si. tapi dalam satu bulan ini aku sadar kalo aku gak cuma sekedar suka aja, melainkan saat ini aku sudah jatuh cinta padamu hyung seok."
hyung seok dan semuanya terdiam, alya masih menunggu jawaban yang akan keluar dari mulut hyung seok.
10 menit hyung seok terdiam tanpa jawaban, alya tertawa kecil.
"oke? aku pergi dulu," ucap alya dan segera pergi tanpa ada yang mencegahnya.
amira, afirah, charlotte dan anissa saling melirik. begitu juga dengan zein dan yang lain.
"kita harus gimana? kayaknya hyung seok gak suka sama alya," ucap afirah.
hyung seok berdiri, ia tersenyum pada semua orang.
"aku pergi dulu," ucapnya lalu pergi.
"afirah, hanya kamu yang bisa bicara sama hyung seok." ucap amira.
"lho kenapa?"
"kita gak tau apa hyung seok udah lupain kamu,"
afirah melirik zein, zein pun sama.
"kamu coba aja dulu," ucapnya seraya tersenyum.
__ADS_1