THE PERFECT HUSBAND ( MY SASSY GIRL )

THE PERFECT HUSBAND ( MY SASSY GIRL )
adinda X alex


__ADS_3

hari ini, afirah dan teman temannya bersama charlotte membantu alex dan yg lain membereskan caffe.


hari ini adalah hari pertama caffe buka, dan brosur pun sudah dibagikan kepada orang orang.


"semoga caffe hari ini ramai," ucap afirah.


seperti yg diharapkan, caffe sangat ramai meskipun waktu itu masih pagi. ditambah karna pegawainya adalah alex, james, arthur, dan jack.


afirah menyambut yg datang dideoan pintu, sementara amira dan yg lain ikut membantu membawakan pesanan.


"selamat datang," sapa afirah, saat melihat seorang pria hendak masuk.


"kamu, bukannya kamu istrinya zein."


afirah mengernyit, darimana ia tau, pikirnya.


"iya, anda siapa ya."


"perkenalkan saya arya, saya salah satu dokter tempat zein bekerja. dan saya pernah liat kamu di rumah sakit."


"ahh, silahkan masuk "


"terimakasih," pria bernama arya itupun masuk, afirah menggaruk kepalanya.


"semoga kita bisa bertemu kembali," ucap arya, yg baru saja selesai.


afirah mengangguk, (semoga aja nggak?) batinnya.


"sampai jumpa,"


"fira, kamu kenal cowok itu." tanya anissa


"nggak, cuman katanya dia rekan kerjanya kak zein."


"dokter dong,"


afirah mengangguk," eh, kelas aku sama charlotte 30 menit lagi. aku duluan gk papa kan?"


"tenang aja,"


"char, ayo?" charlotte mengangguk ia membersihkan tangannya lalu mengambil tasnya.


"kita duluan ya," afirah dan charlotte pun ke sisi trotoar menunggu taxi datang. hingga sebuah mobil matix berwarna merah berhenti didepan mereka berdua, afirah sudah menebak siapa orang yg ada didalam mobil tersebut.


"thomas, kamu sudah bisa menyetir." charlotte langsung bertanya saat jendela mobil terbuka dan memperlihatkan thomas.


"zein yg mengajarku?"


"ayo masuk, kita antar."


"char, kamu didepan saja. aku dan kak zein dibelakang."


charlotte mengangguk lalu membuka pintu mobil depan, dan afirah dibelakang bersama dgn zein.


"oiya char, nanti dikampus kalau ada cowok yg ngaku namanya reza tiba tiba deketin kamu. mending kamu jauhin aja, atau buat pusing dia."


"kenapa memangnya?" zein bertanya.


"kemarin waktu ditoilet, aku gk sengaja denger senior cewek lagi ngomongin charlotte. dan yg paling galak itu pacarnya reza. aku cuma gk mau kamu kena masalah,"


charlotte mengangguk," char, kamu harus hati hati."


ucap thomas, charlotte tersenyum.


"jgn khawatir, kan afirah selalu ada bersamaku."


"kamu tau reza pacarnya cewek yg paling galak itu darimana." tanya zein.


"aku tanya tanya sama senior yg lumayan deket sama aku,"


"cewek cowok," selidik zein.


"yaa,, cowok. cewek juga ada, tenang aja kali."


"dan kalau bisa buat dia bingung, karna reza itu katanya gk bisa bhs inggris meskipun dia udah senior."


"siap," charlotte mengangkat ibu jarinya.


"kita udah sampai,"


"yaudah kita masuk ya kak," afirah keluar dari mobil begitu juga dgn charlotte.


"afirah tunggu?"


zein menghampiri afirah,"ada apa?"


"kamu lupa sesuatu?"kening afirah mengerut.


" aku lupa apa?"


"masa gk inget,"


"apa si,"


zein menunjuk pipinya sendiri, afirah melotot.


charlotte juga menganga, lalu ia tersenyum seraya melirik thomas.


"kak, apaan si. ini kan kampus aku?"

__ADS_1


"kalo kamu gk mau, malam ini aku tidur diluar."


"dih, yaudah kamu tidur diluar aja."


zein menghela nafas,( nyesel aku ngancam bakal tidur diluar) batinnya.


"yaudah aku berangkat ya," zein membalikkan badannya dgn muka memelas.


"kak," panggil afirah.


zein berbalik, dan..cup.


afirah tersenyum setelah mencium pipi zein, ia lalu pergi bersama charlotte meninggalkan zein yg masih terdiam.


"zein, apa kamu akan terus disana."


zein tersadar, "pfftt, hahahaha," zein tertawa keras sampai airmatanya keluar, ia tak peduli pada orang orang yg menatapnya aneh.


"thom, ntah kenapa aku bisa tertawa seperti ini."


thomas menggelengkan kepalanya," hei aku akan duluan, kau lanjutkan saja ketawanya."ucap thomas.


"eh, jgn tinggalin aku lah." zein langsung berlari dan masuk kedalam mobil.


"gimana? aku bener kan mell, kalo suami afirah itu ganteng banget."


mellisa tersenyum," aku kenal dia kok?"


ke2 temannya menjadi bingung tak percaya,


"bagaimana bisa?"


"aku ceritain di tempat biasa kita."


"hei, anak anak kampus bahkan senior kita liatin kamu lho tadi." ucap charlotte.


"biarin, supaya cowok cwok yg kemarin berani deketin aku mulai ngejauh karna aku udah punya suami. hehe,"


charlotte hanya menggelengkan kepalanya.


di caffe, suasana masih ramai. dan seperti yg diharapkan anak anak SMA sangat ingin sekali dilayani oleh alex, james, arthur, dan jack. daripada amira, alya dan anissa.


"apa waktu SMA kita juga gitu,"


"kalo aku nggak tuh," jawab amira.


"justru kalian berdua yg suka banget deketin cowok."


"aku gitu kan cuma seru seru-an, lagian setiap cwok yg aku deketin itu gk baperan," ucap alya.


"aku juga," tambah anissa.


alex yg sibuk mengantarkan pesanan, ia melihat seorang perempuan muda dgn tongkat pengarah jalan ditangannya hendak menyebrangi jalan.


alex berjalan keluar lalu menghampiri perempuan yg ada ditrotoar tersebut, ( apa dia tak bisa melihat) batin alex.


"ya, lihat deh si alex."


"ngapain dia,"


"gk tau,"


"eh, si alex digebukkin ama tu cewek. kamu bantuan sana," perintah alya pada anissa.


"kok aku,"


"iya kamu, cepetan sana."


sebelum itu, alex menghampiri perempuan itu. ia sebenarnya bingung ingin bicara apa karna ia belum bisa bahasa indonesia.


"do you need help," tanya alex.


terlihat dgn jelas dari raut wajahnya, jika perempuan itu kaget dan sedikit takut.


"si-siapa kamu, dan mau apa kamu."


"calm down, I just want to offer your help."


"TOLONG,," alex terkejut karna perempuan itu tiba tiba berteriak minta tolong.


"apa yg kamu mau dari gadis buta sepertiku hah."


"wait a minute, there seems to be a misunderstanding here. kamu eeh,,, kamu.."


perempuan itu tak tinggal diam, ia melayangkan tongkatnya dan memukuli alex.


dan dgn sekejap orang orangpun berkerumun.


"ada apa ini,"


"pak, tolong dia sepertinya mau menjahatiku." teriak si perempuan.


"tenang dik, lebih baik kita bawa ke kantor polisi saja."


"tungguuu," anissa berlari dan masuk kedalam kerumunan, ia mengangkat ke2 tangannya.


"tenang pak, disini ada kesalahpahaman. dia temanku, tidak mungkin dia menjahati perempuan ini." jelas anissa.


"yes, I also just want to help him cross the road. ahh,," alex memegangi tangannya yg sakit karna dipukuli.

__ADS_1


salah satu kerumunan ada yg mengerti dgn penjelasan alex," ahh, dia hanya ingin membantunya menyebrang." ucap salah satu dari mereka.


tak menunggu lama, tiba tiba james, arthur, dan jack juga datang bersama amira dan alya.


"tenang pak, pria ini orang baik. dia bekerja di caffe saya. dia tak sengaja melihat perempuan ini tengah kebingungan ingin menyebrang jalan, dan dia ingin membantunya." ucap amira.


"dik, kamu salah paham. pria ini hanya ingin membantumu,"


"apa buktinya,"


"apa kamu tak mengerti yg diucapkan pria ini,"


"aku,, tak bisa bahasa inggris."


"nah, itu dia. perempuan ini tak bisa bahasa inggris jadi otomatis dia anggap pria ini seorang penjahat. sekarang kalian semua pergilah,"


"bagaimana jika dia benar benar ingin menjahatiku?"


amira menunjukkan senyumnya dgn kesal, begitu juga alya dan anissa.


"hei, dia bersih. dia tak mencuri apapun darimu, dia juga tak menyakitimu. malah kamu yg menyakitinya,"


alex dibawa oleh james, arthur dan jack ke caffe.


"sekarang kalian semua bubar," perintah alya dgn tegas.


perempuan buta itu hanya terdiam dgn menundukkan kepalanya, ada rasa malu dan juga kesal.


"hhh," amira memegang pundak perempuan itu seraya menghela napas.


"bagaimana kalau kamu ke caffe kita dulu, untuk menenangkan pikiranmu."


meski perempuan itu tak mengangguk, amira menarik tangannya ke caffe.


"namaku adinda, kalian bisa memanggilku dinda."


"ahh dinda minumlah, ini teh lemon." amira menggiring tangan dinda ke gelas. dan dinda pun meminumnya


"are you not sorry?" ucap alex, dinda tak merubah ekspresinya karna ia tak merasa alex bertanya padanya, alex semakin dibuat geram.


"dinda, alex barusan bertanya padamu?" ucap amira.


"alex, siapa dia."


"dia pria yg sudah kamu pukul, dan dia ingin kamu meminta maaf,"


"aku, minta maaf. aku tak pernah merasa harus minta maaf padanya," amira tersenyum, baru kali ini ia bertemu perempuan se angkuh dinda.


"he said why he had to apologize to you," jelas alya.


alex sudah sangat kesal, amira meminta james membawanya.


"apa salahku, wanita itu,, hahhh." alex tak henti hentinya menggerutu, jack dan arthur menahan tawanya.


"dinda, maaf kalau aku tak sopan. tapi sejak kapan kamu tak bisa melihat," tanya amira.


dinda memutar bola matanya kesal, lalu ia berdiri.


"aku tak punya waktu untuk menjawab pertanyaan konyolmu itu?"


amira, anissa, dan alya saling melirik karna terkejut dgn jawaban dinda.


alya berusaha memarahi dinda, tapi anissa menahannya.


"aku tak pernah meminta teh lemon itu, jadi aku tidak akan membayarnya." ucap dinda lalu pergi.


"hhh," amira menyeringai seraya tersenyum.


"ahh, aku sudah tak tahan dgn sikap gadis itu. padahal dia tau kalau kita lebih tua darinya," ucap alya.


"ya, kamu juga jaga sikapmu. ada banyak pelanggan yg melihatmu," ucap amira.


"jujur aku juga kaget banget liat dia antusias kayak gitu," tambah amira.


charlotte berjalan ke toilet, tapi tiba tiba 5 laki laki menghampirinya. laki laki paling depan dgn tingkah pd nya mendekati charlotte dan pastinya dgn senyumnya membuat charlotte bergidik.


"hai, kamu charlotte. kenalin namaku reza,"


(ahh, dia cowok yg namanya reza)


"Who are you? do I know you. and you know me from where, honestly I just saw you ..."


"dia bilang apa?" reza bertanya pada teman temannya.


"hhh," charlotte tersenyum puas.


"aa,,haha... why you off the impossible,"


"sorry, excuse me.." charlotte menggelengkan kepalanya, lalu pergi dgn senyum mengejek.


"kenapa, apa tadi gue salah ngomong. eh impossible artinya apa, gue tau karna tadi malem nonton fim barat."


"makanya, belajar bahasa inggris dulu bro. sok-sok an deketin cewek swiss,"


"apa sih lu akh,"


"hahaha," afirah tertawa keras, charlotte baru saja menceritakan masalahnya tadi saat bertemu dgn reza.


"kamu keren char, hahaha..."

__ADS_1


"permisi, apa kamu yg namanya afirah."


afirah dan charlotte melirik.


__ADS_2