
"sayang, kamu bawa pulang mereka ya. aku mau ajak thomas ke suatu tempat,"
"kemana?"
"nemu-in papa, boleh kan?"
"sipp, tenang aja?"
afirah pergi dgn 2 taxi, sementara zein pergi dgn mobilnya sendiri bersama thomas.
zein masuk keperusahaan papanya, kebetulan papanya sedang berada diruang utama mengantar klien pulang.
"pa,"
"aku mau bicara sama papa, boleh kan? tapi gk disini."
"pa, kenalin ini thomas. orang yg waktu itu udah nolongin zein dan ngerawat zein,"
"terimakasih, nak."
thomas membungkukkan kepalanya, saat ini mereka sedang berada di caffe yg tak jauh dari perusahaan. tak butuh waktu lama, zein langsung membicarakan hal utamanya pada papa nya tentang thomas.
"bagaimana, pa. apa papa keberatan?"
"papa justru senang, karna kebetulan ada tempat kosong yg cocok untuk thomas. tapi thomas, jika kamu tidak keberatan. saya akan mengujimu dulu, bukankah itu hal yg seharusnya kan?"
"saya tidak keberatan, tuan."
afirah tak henti hentinya menengok ke kamar charlotte, semenjak charlotte datang dan selesai mengobrol dgn mamanya. ia tak keluar dari kamarnya, padahal temannya dan teman zein datang berkunjung. bahkan alex dan ke3 lainnya sudah sangat akrab.
*tok tok tok* afirah mengetuk pintu kamar charlotte.
"char, aku tau kamu di dalem. keluarlah, temen temen aku udah gk sabar pengen ketemu sama kamu,"
pintu terbuka, afirah menatap jengkel pada charlotte seraya tersenyum.
"maaf,"
"udah ayo," afirah menarik tangan charlotte, ia dapat melihat teman teman afirah tengah mengobrol seru bersama alex dan yg lain.
"teman-teman, kenalin ini charlotte."
amira, alya dan anissa saling melirik. begitu juga azis, fitri, rian, dan rudy. hingga membuat charlotte sedikit canggung.
"hai, charlotte," ucap semuanya kompak dan tertawa bersama, charlotte kaget lalu iapun akhirnya tersenyum.
"hei, seru banget. ada apa nih," zein dan thomas juga sudah pulang.
"ayo kak, duduk sini."
"thom,"
zein duduk disamping afirah, berbeda dgn thomas yg duduk disamping charlotte.
mereka semua pun kembali mengobrol, dan tertawa bersama.
esok harinya, zein sudah pertama pergi bersama thomas. dan afirah sedang bersiap siap untuk ke kampus begitu juga charlotte, berbeda dgn alex dan ke3 lainnya asik membantu mamanya zein didapur.
"ma, aku sama charlotte pergi ya."
"iyaa,"
"tungguuu," arthur menghampiri charlotte dan afirah.
"semangat yaa, fighting."
"makasih thur," ucap charlotte.
"makasih juga thor,"
"thor, emangnya super hero."
"biarin, yaudah kita pergi ya."
hari pertama di kampus, charlotte hanya fokus pada buku buku diperpus. dan tentunya afirah membantunya untuk membaca buku.
"hai," tiba tiba hyung seok datang dan duduk disamping afirah.
"haii,"
hyung seok menatap afirah, dan melirik charlotte.
"ahh, char. kenalin ini hyung seok temen aku, dan hyung seok dia charlotte."
"hai,"
"hai,"
"hyung seok, apa kamu bisa membantu charlotte. dia belum bisa bahasa indonesia dgn lancar,"
"oke, tapi kamu mau kemana."
"aku ke toilet dulu,"
hyung seok mengangguk," char, sementara dia yg bantu kamu. aku ke toilet dulu,"
"jgn lama lama,"
afirah langsung pergi ke toilet, saat di toilet afirah mendengar beberapa orang wanita tengah membicarakannya, teman temannya dan charlotte.
__ADS_1
"hei, lo udah lihat suaminya afirah belom. mahasiswa tingkat pertama,"
"afirah, siapa dia. gue gk peduli,"
"hilih, kalo lo liat suaminya. gue yakin 100% lo bakal suka sama dia,"
"emangnya ada cowok yg bisa nandingin reza,"
"gak tau sih lo,"
"tapi,, gue tadi denger reza bilang. dia suka salah satu mahasiswa tingkat pertama yg baru dateng hari ini, gue juga belum tau cuman katanya cewek itu dari swiss."
"liat aja kalo sampe reza deketin tu cewek, atau cewek itu yg kegatelan gue gk bakal tinggal diem aja. gue bakal bikin dia tau rasa,"
"tapi kayaknya kalau lo udah liat suaminya si afirah itu, kayaknya lo gk bakal peduli lagi sama si reza."
"tapi tetep aja gue suka sama si hyung seok, dia ramah, dan senyum nya itu lhoo.."
"jgn salah hyung seok juga deket ama af,,
afirah mengernyit,( emangnya ini jama SMA ya, kekanakkan banget si mereka. mana ngomongin kak zein lagi, huh.) batin afirah kesal.
afirah membuka pintu, dan alhasil kakak tingkatnya melirik. mereka sedikit terkejut melihat afirah, tapi tidak dgn perempuan yg sedang memegang permen.
"firah," lanjut omongannya yg terpotong karna afirah keluar dari toilet.
"saya duluan kak," afirah pun bergegas pergi.
"huh, mentang mentang mereka udah senior. sampe sombong kyk gituh, heran deh aku."
"mel, cewek yg tadi itu yg namanya afirah."
"gue gk nanya?" ucap mellisa dan berlalu pergi keluar toilet.
"thanks, berkatmu aku sekarang sudah mengerti."
"sama sama," balas hyung seok.
*bruk* afirah duduk dgn kasar sampai menimbulkan suara.
"kenapa?"
"why,"
masing masing menanyakan afirah, yg wajahnya kini sudah sangat cemberut.
"huhhh, aku gk papa. kalian gimana," ucap afirah kemudian seraya tersenyum.
"charlotte belajar dgn baik, dia sangat pintar."
"thanks, hyung seok juga mengajarku dgn baik."
"heiiiii," alya berlari seraya berteriak.
"sssttttt," hyung seok, dan afirah menempelkan jari telunjuknya kebibir.
alya langsung menutup mulutnya, amira dan anissa hanya melambaikan tangan mereka.
"apa kalian sudah selesai,"
"ya, kenapa."
"ayo kita makan, anissa yg teraktir." ucap alya
"tumben dia mau traktir,"
"karna hari ini, anissa jadian sama rifki."
"wohhh, selamat." afirah spontan berdiri dan langsung memeluk anissa.
"char, hyung, ayo? kita makan sama sama."
"tidak," hyung seok dan charlotte bersamaan.
"ayoo, kalian harus ikut?" paksa afirah.
mereka ber6 pun oangsung berjalan keluar dari kampus.
"berarti tinggal kamu dong yg jomblo,"
"aku masih dalam tahap proses kok, cuman si cowok belum juga peka?"
"siapa sih,"
"dia,,, rahasia."
zein menepuk nepuk punggung afirah, sedari tadi afirah merengek karna perutnya kesakitan.
dan zein dibuat bingung karna afirah tak mau meminum obat, afirah sudah membuat kasurnya acak acakkan.
"minum obat dulu,"
__ADS_1
"gk mau?"
"kalo kamu gk minum obat, perut kamu gk bakal sembuh."
"nggak,,"
"trus aku harus apa,"
"aku mau buah\-buahan,"
"tapi kamu kan,,"
"aku yakin habis makan buah buahan perut aku bakal sembuh,"
"oke, aku beliin. tunggu ya, aku gk lama kok."
afirah mengangguk, ia meneguk teh hangat dan kembali tiduran diranjang.
zein pergi ke supermarket terdekat, ia langsung mengambil berbagai buah\-buahan kedalam keranjang.
tapi tuba tiba matanya tertuju ke lantai, dimana ada dompet tergeletak disana.
awalnya ia acuhakan, karna afirah tengah menunggunya. tapi pikirannya mengganggunya karna takut orang yg kehilangan dompet itu tidak bisa membayar sementara dompetnya hilang.
zein mengambil dompet itu, dan diberikan pada security untuk diumumkan siapa pemilik dari dompet ini.
butuh waktu 15 menit akhirnya datanglah seorang wanita dengan wajah sedikit panik.
"makasih, aku gk tau harus gimana karna dompetku hilang. makasih banyak,"
"tidak apa apa, kalau begitu saya duluan."
"tunggu, aku ingin meneraktirmu sebagai ucapan terimakasih."
"tidak perlu,"
"tunggu," zein kembali melirik.
"namaku mellisa,"
"aku zein," ucap zein lalu pergi dgn sedikit berlari.
zein membuka pintu, tapi ia melihat afirah tengah memakan buah ditemani oleh charlotte, thomas, alex dan yg lain.
"afirah, aku minta maaf. tadi aku,,"
"gk papa, lagian mereka bawa buah buahan kesini."
zein tersenyum, lalu ia ikut duduk bersama.
__ADS_1