THE PERFECT HUSBAND ( MY SASSY GIRL )

THE PERFECT HUSBAND ( MY SASSY GIRL )
Keadaan yang berbeda


__ADS_3

Alya dan randy sedang berada di caffe, wajah mereka berdua sudah tak bisa tergambarkan lagi.


"Gak ada reaksi apa - apa dari tasya," Tanya alya.


"Gak, lo sendiri."


"Ketemu aja dah jarang,"


Keduanya menghela nafas pasrah, " Udahlah gue nyerah aja," Ucap randy frustasi.


"Sama, aku juga capek."


"Terus mau di terusin,"


"Tau akh,"


*tringg* pesan masuk ke ponsel alya dari amira.


"Ya, sekarang kamu ke caffe. Ada yang harus di bicara-in, soal hyung seok."


"Kenapa?" Tanya randy.


"Nggak, ini amira nyuruh aku ke caffe."


"Yaudah, bareng."


"Gak usah, aku sendiri aja."


"Yaudah,"


Alya mengambil tasnya dan pergi ke caffe afirah meninggalkan randy.




"Kenapa?" Tanya alya seraya duduk di hadapan amira dan afirah, sedangkan anissa sedang membantu james dan yang lain, karna alex minta cuti untuk berkencan dengan dinda.



"Alya, kita mau bikin acara."



"Buat apa?"



"Jadi, malam ini hyung seok mau pergi ke korea."



"Hah,,, kenapa? Kok mendadak."



"Kita juga gak tau, tadi dia telpon afirah. Dan katanya malam ini ia harus ke korea,"



"Kalian gak ngerjain aku kan?"



"Ngerjain, buat apa kita ngerjain kamu."



Aduh keceplosan, ya iyalah. Ngapain mereka ngerjain gue, sedangkan gue pacarnya randy. Pikir alya.



"Jadi acaranya malam ini," Tanya alya.



"Iya,"



Sementara itu, randy yang saat itu sedang berada di caffe sendirian terkejut saat tasya mendatanginya.


Wajahnya yang terlihat sangat girang membuat randy sedikit bingung.



"Randy,,, huhh. Ran, gue seneng banget."



"Lo kenapa? Kesurupan,"



\*plakk\* tasya memukul kepala randy.



"Sakit, lo kenapa si."



"Ini itu hari paling nge\-bahagia in bagi gue,"



"Lo kenapa si,"



"Gue pacaran sama ardi, demi tuhan gue seneng banget."



Randy terdiam, ia memaksa bibirnya untuk tersenyum. Berakhir sudah, usaha gue semuanya sia \- sia. Batin randy.



"Lo suka banget sama ardi,"



"Lo kenapa? Hilang ingatan gara \- gara gue pukul tadi, lo kan udah tau gue cinta mati banget sama ardi."



Ya, tasya menyukai ardi memang sejak mereka berdua masih S1. Namun karna ia menyukai tasya saat masih kelas 10 SMA, makanya ia merasa yakin jika tasya nantinya akan menjadi miliknya.

__ADS_1



"Heoll,,, lo kenapa? Ikut seneng kek, akhirnya penantian gue selama ini gak sia \- sia."



"Selamat," Ucap randy.



"Makacih,,," Tasya memeluk randy girang, berbeda dengan randy yang masih belum percaya akan apa yang ia dengar.



\+\+\+\+\+



Alya terus menyapu ruangan caffe, sepi. Ia terus menelpon afirah namun ponsel afirah sedang tak aktif.



"Semua orang kemana, hallo. Afirah, amira, anissa..." Alya terus berteriak.



Ini aneh, afirah bilang pukul 00:00 acaranya akan mulai. Tapi sekarang sudah pukul 00:42, dan kenapa caffe nya sepi. Alya terus berujar dalam hatinya.



\*Ting\* ponselnya alya berbunyi, dan dari amira.


"Alya, cepatlah pergi ke bandara. Kita dapat kabar hyung seok sudah berangkat dari pukul 23:50, aku dan afirah juga sedang dalam perjalanan menuju bandara."



"Apa ini, kenapa mereka gak ngasih tau aku." Alya segera keluar dari caffe.



Alya segera menghentikan taxi, ia segera mencari kontak hyung seok di ponselnya.



"Kenapa di keadaan kayak gini ponselnya gak aktif si," Ucap alya stress.



"Hyung seok, aku mohon tunggu aku." Ucap alya.



Alya berlari di bandara, ia berusaha keras mencari hyung seok namun nyatanya hyung seok tak ia temukan.



Frustasi. Alya pun duduk di salah satu kursi dengan wajah menunduk. Sampai saat ada yang memegang pundaknya, alya menoleh.



"Hyung seok," Spontan alya memeluk, hyung seok terlihat kebingungan.



"Alya, ada apa."




Hyung seok melepas pelukan alya, ia terkejut dengan pengakuan alya. Tapi yang membuatnya bingung, siapa yang akan pergi.



"Alya, aku pergi kemana. Aku tidak kemana mana,"



"Maksudmu,"



"Aku tidak pergi kemana pun alya,"



"Lalu sedang apa kamu disini,"



"Pamanku di korea datang kesini, aku sedang menjemputnya."



Alya menutup matanya kesal, ia kesal pada perlakuan teman \- temannya. Kini ia harus menanggung malu karna dengan lantang ia mengungkapkan isi hatinya.



"Aku pergi dulu," Alya segera melangkahkan kakinya, tapi hyung seok menahan tangan alya.



"Aku antar kamu, ini sudah sangat malam."



"Bersama paman mu,"



"Iya," Ucap hyung seok seraya tersenyum.



Di dalam mobil, wajah alya terus menghadap ke jalanan. Ia sangat enggan untuk menatap wajah hyung seok.



"Alya,"



"Jangan bilang apa \- apa," Hyung seok langsung membungkam mulutnya, sedangkan pamannya tertidur kelelahan di kursi belakang.



\+\+\+\+\+\+

__ADS_1



Amira, afirah dan anissa kini tengah berhadapan dengan alya. Saat ini mereka tengah berada di luar caffe, di kursi depan.



"Gak usah pura \- pura lagi alya, tadi pagi randy udah ngasih tau kita soal kalian pacaran."



"Kenapa si," Ujar alya.



"..." Ketiganya terdiam.



"Kenapa kalian ikut campur masalah percintaan aku, aku gak ngerti kalian bisa sampe ngebohongin aku kalo hyung seok pergi ke korea."



"Alya, kita cuma mau kamu jujur sama hyung seok."



"APA GUNANYA,,, apa gunanya aku jujur. Sedangkan hyung seok suka sama afirah,"



"Alya, kamu gak bakal salahin aku kan?" Tanya afirah.



"Aku gak salahin kamu, tapi aku...



" Hyung seok suka kamu alya,"



Alya menatap amira, ia tersenyum kecut. "Hyung seok, suka sama aku. Mustahil,"



"Amira bener alya, hyung seok suka kamu." Tambah nissa.



"Hhahh,,, aku gak bakal mempan cuma karna omongan kalian."



"Alya, kita sahabat loh. Kamu rela ngebuang sahabat kamu hanya demi cinta,"



Alya memejamkan matanya, ia lalu menghampiri afirah.



"Aku minta maaf, afirah." Ucap alya seraya memeluk afirah.



"Kamu gak perlu minta maaf, aku ngerti kok."



"Alya," Semuanya melirik ke trotoar saat ada hyung seok memanggil.



"Amira bener,"



"Amira, bener. Bener apa?" Tanya alya kebingungan.



Hyung seok menghampiri alya dan memegang pundak alya.



"Aku emang suka kamu,"



Alya hanya bisa terpaku, jari telunjuknya secara bergantian menunjuk afirah, hyung seok dan dirinya.



"Dulu aku emang suka sama afirah, tapi aku salut pas liat kamu lebih mentingin sahabat daripada perasaan kamu sendiri. Hmm,,, mungkin aku sadar saat kamu bilang kalo kamu pacaran."



"Jadi,,,



"Jadi, kamu mau kan...



"Mau apa?"



"Yeoja chingu,"



"Yeojachingu, apa tuh." Alya melirik teman \- temannya, sementara ketiganya hanya mengendikkan bahu mereka seraya tersenyum jail.



"Yeoja chingu artinya pacar, nah kamu gak jadi pacar aku,"



Alya tersenyum lalu ia mengangguk, hyung seok pun langsung mencium dahi alya. Afirah, amira dan anissa heboh. Ketiganya menutup mulut mereka.



"Yeee,,, jadi urusan kalian udah selesai." Ucap anissa, dan ia pun melakukan tos bersama afirah dan amira.

__ADS_1


__ADS_2