
pagi harinya dihutan, 5 orang laki laki berperawakan tinggi sedang memeriksa jebakan jebakan yg sudah mereka siapkan kemarin.
tapi, bukannya mendapat ****. mereka berlima melihat zein yg tergeletak tak sadarkan diri didalam jebakan mereka.
"hei, cepat angkat. sepertinya pria ini tak sengaja terjatuh," ucap salah satunya.
ke 3 dari mereka lompat kebawah dan melihat kondisi zein,"dia terluka parah, tapi dia masih hidup."
"ayo kita bawa saja,"
zein pun diangkat dan dibawa kerumah salah satu dari ke5 pria itu, ia dibaringkan diteras.
"thom, siapa itu,"tanya seorang wanita muda cantik, pada kakaknya.
"ntahlah, dia terjatuh kedalam jebakan **** kita. charlotte, cepat bawa peralatan obat. dan tangani lukanya, bukankah kamu kuliah jurusan kedokteran."
"oiya kak, aku bawakan dulu," wanita muda bernama charlotte itu langsung bergegas kedalam rumahnya dan mengambil kotak p3k.
charlotte dgn teliti mengobati luka dikepala zein, membersihkan wajah zein yg kotor.
"thom, dia sepertinya butuh istirahat yg cukup lama. karna luka yg dia miliki juga sangat parah."
"biarkan saja dia istirahat didalam," ucap thom, kakak charlotte.
"tapi bukankah lebih baik kita membawanya ke rumah sakit,"
"char, kita tdk punya biaya untuk pengobatan pria itu. berdo'a saja semoga pria itu baik baik saja dan cepat pulih."
"baik, thom."
ke4 teman thom, james, alex, arthur, dan jack mengangkat tubuh zein ke kamar.
"sepertinya pria itu berasal dari luar negri, terlihat dari wajahnya." ucap thom.
"sepertinya iya kak," jawab char.
sementara itu, fira yg masih dalam keadaan koma akhirnya dipindahkan ke indonesia oleh orangtua zein.
tentu saja, sahabat zein dan afirah datang menjenguk. sahabat afirah, amira, anissa, dan alya, tak berhenti menangis. sementara teman teman zein juga berharap agar zein bisa segera ditemukan.
(jika saja zein tdk menikah dengan perempuan ini, pasti semua ini tdk akan pernah terjadi)batin seseorang.
"zis, bukannya lo bisa ya ngelacak keberadaan seseorang," tanya rian.
"gue emang bisa, tapi itu kalau masih didaerah negara indonesia. tapi zein,, kita harus ke swiss dulu." ucap azis.
"zis, zein temen kita. jadi apapun akan kita lakukan asalkan zein bisa ditemukan,"ucap fitri.
"gue juga mau guys, cari si zein. tapi masalahnya 3 hari lagi gue bakal ke amerika, nemenin bokap gue."
rian, dan fitri menghela napas pasrah. afirah juga belum bisa ditentukan kapan kiranya dia akan sadar.
1 minggu, ntah kenapa zein masih belum sadar. charlotte dgn setia selalu merawat zein. hingga saat sore hari, charlotte sedang menunggui zein.
charlotte memandang wajah zein, setiap inci dari wajahnya tepat dgn tipe ideal charlotte. lalu charlotte memegang pipi zein, mengusapnya.
kening zein mengernyit, charlotte sedikit terkejut melihat zein yg sadar. perlahan zein membuka matanya, tepat saat matanya terbuka ia meilhat charlotte tengah menatapnya.
zein terkejut dan langsung memundurkan badannya.
"ahhhh," zein memegang keningnya, rasa sakitnya sangat menyakitkan.
"hei tenanglah, kau sedang sakit."
"si-siapa kamu,"
"aku yg sudah merawatmu,"
"bagaimana aku ada disini,"
__ADS_1
"thomas kakakku menemukanmu, kamu jatuh kedalam jebakan **** yg thomas buat."
"apa,"
"iya, dan thomas membawamu kesini."
"afirah,"
"siapa afirah,"
"euhh, aku tdk tau. tiba tiba terlintas dipikiranku nama itu,"
"sudahlah jgn terlalu dipikirkan, sekarang kamu istirahat lagi."
"baik,"
"hmm, namamu siapa,"
"aku tdk ingat,"
"oke, sekarang namamu adalah will,"
"will,"
"sekarang istirahatlah, aku akan keluar dulu."
zein menganggukan kepalanya, lalu dgn pelan pelan ia kembaki berbaring.
"afirah, kenapa aku mengingat nama afirah, dan siapa dia." ucap zein penuh kebingungan.
1 bulan kemudian.
amira, alya, dan anissa tak pernah bosan menemani fira yg tak kunjung sadar dari komanya. kadang sesekali, teman zein pun datang menjenguk. kecuali arum dan azis, azis karna ia masih ada di amerika. dan arum ia disibukkan dgn pekerjaannya sebagai model.
"fira, kenapa kamu belum bangun bangun. kita kangen sama kamu fir," ucap amira.
anissa memegang pundak mira, terlihat air mata anissa yg trus menerus keluar tanpa henti.
"zhaky," nopal dan syntia atau orangtuanya zein, masuk keruangan zhaky.
"nopal, aku kangen afirah. kok 1 bulan ini gk ngasih kabar ya, aku telpon juga gk aktif aktif. aku khawatir sama dia,"
syntia memegang pundak suaminya, ia memutuskan untuk keluar sebentar tak tahan mendengar ucapan zhaky.
"zhaky, ada yg ingin aku omongin sama kamu,"
"tentang apa,"
"afirah,"
"afirah, apa sudah ada kabar darinya.."
"zhaky, apapun yg kamu dengar nanti. aku mau kamu menguatkan hati mu,"
"nopal, ada apa."
"sebenarnya, satu bulan yg lalu. saat zein dan afirah di swiss, mereka..
" mereka kenapa nopal,,"
"mereka berdua mengalami kecelakaan, zein hilang dan sampai saat ini belum ditemukan. sementara afirah, dia koma.."
"tunggu, jgn bercanda nopal,"
nopal menundukan kepalanya, napas zhaky sudah tak beraturan.
"di-dimana afirah sekarang,"
nopal mengantar zhaky keruangan afirah, zhaky menatap afirah yg terbaring koma. ia mengusap pipi anak kesayangannya itu.
__ADS_1
"kenapa, kenapa kamu jadi seperti ini firaaa," tangis zhaky pecah, ia menangis kencang. tersungkur dgn kepala yg tertunduk, tapi tiba tiba ia memegang kepalanya. lalu memegang dadanya dan akhirnya zhaky menghembuskan nafas terakhirnya.
nopal dan syntia menangis sejadi jadinya, ini yg mereka takutkan jika memberitahukan hal ini pada zhaky. dan yg mereka takutkan terjadi.
pemakaman zhaky pun dilakukan sehari setelah meninggal, syntia dan nopal berjanji akan menjaga afirah seperti anak mereka sendiri.
@swiss.
"hei will, ayo ikut makan. daging **** ini sangat enak." ajak thomas.
"aku tdk mau, daripada harus makan ****. lebih baik aku makan ubi ini," ucap zein.
"terserah kamu saja,"
charlotte menghentikan makannya, ia menghampiri zein.
"will, apa kamu bosan."
"sangat-sangat bosan,"
"kalau begitu ayo ikut dgnku,"
"kemana,"
"ikut saja,"
"thom, aku dan will pergi jalan jalan ya."
"asalkan jgn sampai malam,"
"oke, ayo will."
zein beranjak dan mengikuti charlotte, menyusuri ladang. butuh waktu 1jam mereka berjalan.
"char, kita mau kemana si. daritadi jalan mulu, tapi gk nyampe nyampe. cape?"
"siapa bilang belum nyampe, tuh lihat."
zein melirik kearah yg ditunjuk charlotte, ia terpaku melihat air terjun yg sangat indah. ia melangkahkan kakinya, ia meneliti setiap keindahan yg ia lihat.
charlotte sedikit berlari menghampiri zein lalu ia memegang tangan zein, tapi saat charlotte memegang tangan zein. zein terkejut, tiba tiba sebuah memori yg sempat ia lupakan kembali muncul.
"aku tdk akan hilang, dan siapa bilang aku tdk mau,"
ucap wanita dgn senyum manisnya disamping zein, mereka berdua tengah berjalan ditrotoar.
zein memegang kepalanya, melihat dia yg sedikit demi sedikit mengingat masalalunya tak mengalahkan rasa sakit yg mendera dikepalanya, iapun tersungkur. melihat keadaan zein, charlotte panik.
"will, kamu kenapa. ada apa,"
(siapa wanita itu, kenapa aku tdk bisa mengingatnya. dan kenapa aku bersamanya)batin zein.
perlahan rasa sakit itu menghilang, zein mengatur napasnya.
(wanita itu, lalu nama afirah. sebenarnya mereka semua siapa)batin zein.
"will,"
"aku baik baik saja char,"
charlotte menghela napas, ia sangat khawatir dengan kondisi zein. akhirnya mereka berdua memilih untuk pulang, dan charlotte membiarkan zein ber istirahat.
thomas yg melihat kepulangan charlotte dan zein sedikit bingung.
"ada apa, apa yg terjadi."
"aku tdk tau thom, tiba tiba kepalanya sakit."
thomas merasa charlotte terlalu mengkhawatirkan zein, karna jarang sekali charlotte adiknya bisa akrab dgn laki laki.
__ADS_1
"char,"charlotte melirik thomas.
" apa kamu menyukai will,"