
hyung seok meminum jus nya, saat ini ia sedang ada di caffe. memikirkan hal yg tak pernah ia duga sebelumnya.
tadi saat di RS, hyung seok mendengar pembicaraan zein, rian, dan amira. ia tadinya berniat bergabung, tapi karna sesuatu ia pun mengurungkan niatnya.
"lo harus banyak banyakin syukur zein, bisa punya istri yg baik, sabar, dan cantik kaya afirah." ucap rian.
ucapan itu yg tlah menghentikan langkah hyung seok, ia benar tak menduga ternyata afirah sudah menikah. lalu apa yg harus ia lakukan dgn hatinya, hyung seok menghela napas.
"ji-jika saja aku tau afirah sudah menikah aku juga akan mempertimbangkan hatiku sebelum akhirnya perasaan ini muncul." ucap hyung seok.
"aishh," frustasi, hyung seok pun menyenderkan kepalanya dimeja.
"zeinn," rian memanggil zein yg sedang ada dikursi luar ruangan afirah.
"ada apa,"
"jgn terlalu serius, afirah sudah sadar."
zein langsung masuk kedalam, ia dapat melihat mata afirah yg perlahan terbuka.
"afirah," zein memegang tangan afirah, afirah dapat melihat samar wajah zein. meski baru sadar, afirah masih dapat menunjukkan senyum bahagianya.
"kak,"
"hahhh, aku senang kamu sudah siuman." ucap zein lalu memeluk afirah.
"kak, kakak baik baik aja kan?"
"kamu gk usah khawatirin aku, disini kamu yg bikin khawatir." afirah tersenyum.
"ekhem, udah bersatu serasa dunia punya kalian berdua aja. kita gk di akui ni.." ucap rian.
"apasi,"
"makanya cpet nikah," ucap afirah.
"cariin calonnya lah,"
__ADS_1
"tuh yg disamping, blom ada yg punya lho." afirah menunjuk amira dgn dagunya.
"fira, apa si."
"hahaha," semuanya tertawa bersamaan.
azis dan fitri bersama polisi memeriksa apartement arum, memeriksa kamar tempat zein dikurung. dan menggeledah kamar arum, disana terdapat ruangan kecil dimana ada layar cctv.
semua bukti pun sedikit demi sedikit dapat membenarkan bahwa arum memang pelaku atas penculikkan dan percobaan pembunuhan.
arum adalah seorang model, dan tentu saja hal ini pun langsung menjadi berita besar. dan berita ini juga dilihat oleh orang tua zein, mereka berdua bergegas menelpon afirah.
"a- afirah kamu dimana?" tanya mama.
"ma, ini aku zein."
afirah, zein, rian, dan amira sedang tidur. ini masih pukul 19:03, tapi mereka terlalu lelah dan akhirnya memilih untuk tidur.
*drrrttt* ponsel afirah trus berdering, zein terbangun karna terganggu dgn bunyi dering ponsel afirah. ia mengambil ponsel itu, hingga ia terdiam saat melihat yg menelpon itu mamanya.
"a-afirah kamu dimana?"
"ma, ini aku zein." ucap zein pelan.
disebrang telpon, tak ada yg bicara. hening!
"ma,"
"kamu siapa? jgn iseng dan berikan ponsel ini pada pemiliknya."
zein menahan air matanya, dgn sedikit bergetar ia mencoba bicara.
"apa mama gk kenal sama suara anak mama sendiri."
"zein," kali ini ayahnya yg bicara.
"yah, hiks."
__ADS_1
"zein kamu dimana?"
"zein ada sama afirah yah, mama sama ayah gk perlu khawatir. aku baik baik saja, begitupun afirah."
"katakan kamu ada dimana sekarang kami akan kesana."
afirah terbangun, ia melihat zein berbicara lewat telpon. dan dapat ia tebak, jika zein sedang bicara dgn orang tuanya.
afirah mengambil ponselnya diam diam, zein terkejut dan terdiam.
"ma, besok aku dan kak zein akan pulang. jadi mama jgn khawatir,"
"tapi afir__
" maa,, percaya padaku. besok kita akan pulang, mama gk usah khawatir. kak zein baik baik aja, dia cuma sedikit kurusan. gantengnya juga gk hilang kok, masih putih, keren, macho."
zein tertawa kecil mendengar ucapan afirah.
"yasudah, kami tunggu kalian besok."
"oke, ma?"telpon pun diakhiri.
"hmm, karna kamu bilang aku kurusan. kamu harus bikin aku gede lagi, supaya aku makin tambah ganteng, keren, macho."
"dih, yg aku bilang tadi itu cuma buat nenangin mama aja. kakak jgn geer yaa!"
"hmm, aku tau kamu bohong. aku kan emang ganteng,"
"hilih, apasih. kakak narsis amat?"
"gk papa, aku narsis kan sama istri aku sendiri." zein memeluk afirah.
"ih kakak, apasihh."
zein memper-erat pelukannya, tak lama afirah pun membalas pelukan zein. mereka berdua terhanyut dalam kehangatan yg mungkin ini pertama kalinya bagi mereka berpelukan seperti ini.
""aku hanya butuh waktu 1 hari untuk menyukaimu, dan 2 bulan agar bisa menyadari hal itu""
__ADS_1