THE PERFECT HUSBAND ( MY SASSY GIRL )

THE PERFECT HUSBAND ( MY SASSY GIRL )
bikin naik darah


__ADS_3

"Aku minta maaf alya, aku tau aku udah keterlaluan banget sama kamu, aku udah terlalu kasar sama kamu."


"Aku udah maafin kamu kok,"


"Terus kenapa seharian ini kamu gak mau ketemu sama aku,"


"Aku lagi badmood aja, gak ada alasan lain. tanya sama amira dan anissa, pas mereka nanya aku sama sekali gak jawab kan?"


"Syukurlah kalo kamu udah maafin aku,"


alya tersenyum, lalu dia memegang tangan randy.


"Oiyah,,, sekarang kalian jangan coba-coba buat ngejek aku jomblo ya. Karna sekarang aku udah pacaran sama randy,"


Semuanya menganga, "Afirah, kamu kenal cowok itu." bisik zein, afirah menggeleng.


"Kenalin dia randy, aku baru kenal sama dia si. Tapi aku selalu nyaman kalo sama randy, jadi kita putusin buat jadian."


Alya tersenyum pada randy begitupun sebaliknya, "Kita gak bisa ngelarang si, moga kalian berdua langgeng ya." Ucap amira dan disusul oleh anggukan semua orang.


"Amira," Pintu terbuka dan terlihat ada arthur tengah memanggilnya, amira melirik.


"Katanya dia cari alya,"


"Siapa?"


"Tasya,"


Randy berdiri saat melihat tasya masuk, tasya tersenyum saat mendapati alya ada diruangan tersebut.


"Alya,,"


"Ada apa,"


"Aku mau ngajak kamu makan, mau ya."


"Tunggu tasya," Randy memegang bahu tasya.


"Gue juga ikut,"


"Gue cuma ngajak alya,"


"Maaf tas, mulai saat ini kemanapun alya pergi gue bakal ikut."


"Punya hak apa lo,"


"Karna sekarang gue udah jadian sama alya,"


Tasya menatap randy dalam-dalam, lalu menatap alya. Raut wajahnya tak bisa dibaca oleh siapapun.


Suasana diruangan tersebut menjadi canggung, semuanya menatap kearah tasya.


"Aaa,,, selamat. Gue udah duga lo kalo kalian bakal pacaran, pokoknya hari ini kalian yang traktir." Tasya tersenyum senang lalu pergi keluar duluan.


"Kalo gitu aku juga duluan pulang ya," Ucap hyung seok.


"Nggak, kamu harus ikut kami. Aku bakal traktir kalian semua, dan hyung seok kamu gak boleh nolak karna ini juga sebagai permintaan maaf aku."


"Baiklah,"


"Yeee,,, traktir." Teriak afirah membuat suasana lebih cair.


Saat semuanya tengah keluar untuk pergi makan, anissa mengambil hp nya yang ada disaku.


Sebuah telpon dari 119, anissa menjawabnya dengan penasaran.


Seketika hp anissa terlepas dari tangannya, tubuhnya bergetar hebat dan air mata perlahan turun.


"Nissa, ayo.. eh, kamu kenapa?" Afirah terkejut saat melihat anissa tengah menangis.


Anissa tak menjawab, afirah mengambil hp anissa lalu menempelkan ke telinganya karna telpon belum terputus.


"Hallo, ada apa ya."


"Kami dari pihak rumah sakit ingin memberitahukan bahwa pasien bernama kevin dari kemiliteran telah mengalami kecelakaan serius, dan pasien meninggal dalam perjalanan menuju rumah sakit. hanya anda yang bisa kami hubungi,,,


"Rumah sakit mana kevin berada," Tanya afirah.

__ADS_1


"Rumah sakit *****,"


Afirah memutuskan telpon lalu menarik tangan anissa.


"Ayo, kita kesana sekarang."


"Ada apa," Tanya zein, saat ia melihat anissa menangis dan afirah yang menarik tangan anissa.


"Apa kalian bertengkar,"


"Tidak mungkin kami bertengkar, kak. kakak bisa antar aku sama anissa,"


"Kenapa?"


"Kevin, pacarnya nissa...


"Kenapa?" Kali ini amira yang bertanya.


"Dia meninggal karna kecelakaan serius,"


Semuanya menganga, "aku ikut kalian," Ucap amira.


"Aku juga," alya berucap.


"Ran, kamu mau ya anter aku."


"O-oke,"


"Kalo gitu aku juga ikut," Ucap hyung seok dan tasya bersamaan.


"Oke kita semua pergi," ucap amira.


"Alex, kamu bisa kan urus caffe nya." ucap zein.


"Tenang saja," ucap alex tersenyum.


"Kalo gitu ayo,"


Dimobil zein ada anissa, amira dan afirah. Sementara dimobil randy ada alya, hyung seok dan tasya.


Perjalanan yang memakan waktu 4 jam, akhirnya zein dan yang lain sampai di rumah sakit tempat kevin berada.


"Dimana korban kecelakaan saat di militer,"


"Saya yang ditelpon pihak rumah sakit tadi."


"Apa korbannya atas nama kevin arya saputra."


"Iya,"


"Saat ini jenazah sudah dipindahkan keruang mayat,"


Anissa menutup matanya dan menghela nafas. "dimana kamar mayatnya,"


Amira dan afirah menatap iba pada anissa, begitu juga dengan zein, alya dan yang lain.


Perawat segera mengantarkan anissa dan yang lain ke kamar mayat. Di beritahukannya anissa tentang dimana jenazah kevin dibaringkan.


"Ini jenazahnya," Ucap sang perawat lalu ia berlalu pergi.


Anissa memejamkan matanya perlahan tangannya menyentuh kain yang menutupi tubuh kevin. Afirah memegang pundak nissa dan nissa meliriknya seraya tersenyum.


Anissa mengerutkan keningnya, tubuh jenazahnya rusak terbakar begitu juga dengan wajahnya. Anissa menggeleng.


"Tunggu,,, dia, dia bukan kevin."


Semuanya saling melirik, "nissa, kamu yakin." Tanya amira.


"Aku yakin banget, aku kenal kevin dan mayat ini bukan kevin."


"Tenang nissa, gimana kalo kita tanya resepsionis nya dulu."


Tapi tetap saja, berulang kali anissa bilang bahwa mayat yang ia lihat bukan kevin. Perawat itu bersikeras menyangkal.


"Maaf, tapi identitas mayat itu sesuai dengan kevin arya saputra."


"Terimakasih, nissa sebaiknya kita pergi dari sini." Ucap zein, nissa mengangguk setelahnya mereka semua keluar dari rumah sakit.

__ADS_1


"Alya, lebih baik kamu duluan pulang saja. kasian randy, hyung seok dan tasya nunggu."


"Yasudah, ran kita pulang."


Randy mengangguk lalu ia berjalan ke parkiran bersama alya, hyung seok dan tasya.


"Sekarang bagaimana?" Tanya zein.


"Kita pulang saja," Ucap anissa.


"Yasudah,"


Sesaat setelah zein melangkahkan kakinya, anissa menerima telpon.


Anissa terdiam tak berapa lama dia pun tersenyum bersamaan dengan nafas lega. Amira dan afirah dibuat bingung, begitu juga zein.


"Anissa, ada apa?"


"Zein, kamu bisa kan antar aku ke stasiun kereta bandung."


"Kenapa?" Tanya zein.


"Sebenarnya ada apa," Afirah juga ikut bertanya.


"kamu bisa gak zein,"


"I-iya bisa,"


"Aku ceritakan dijalan, ayok!!"


Semuanya langsung masuk kedalam mobil, dan anissa pun mulai bicara.


"Kevin, dia barusan nelpon."


+++++++


*Si*tuasi macam apa ini, kenapa canggung banget. Dumel alya dalam hatinya.


*G*ue gak tau mau bilang apa? Batin randy.


Sumpah, suasana nya gak asik banget... Batin tasya.


Aku diam, aku ganteng. Batin hyung seok.


Sementara itu, di caffe. Alex tengah di pusingkan dengan kedatangan dinda, dinda sengaja mengerjainya. Dari setengah jam yang lalu dinda hanya membolak-balik menu, tanpa memesan apapun. Membuat alex yang tengah setia menunggu merasa pegal di kakinya.


"Anda mau pesan apa?"


"sabar, orang sabar di sayang pacar. Gue bingung mau pesen apa,"


"Teh lemon aja gimana?"


"Gak mau,"


"Amerricano,"


"Nggak,"


"Bublle tea,"


"Gak,"


"Terus kamu mau pesen apa dinda,"


"Mmm,,,, teh lemon aja."


Alex mengepalkan tangannya kesal, ia hendak protes pada dinda tapi terhenti saat dinda mengangkat satu tangannya.


"Sama pelanggan harus ramah, cepetan sana?"


"Baiklah, tunggu sebentar."


"Lex, asli dia cewek yang buta itu."


"Iya," jawab alex dengan mata yang fokus pada teh lemonnya.


"Kok beda banget ya,"

__ADS_1


"Beda dari hongkong, sama aja tuh. Sama-sama bikin naik darah,"


__ADS_2