
"wahh, indah banget." seru afirah seraya memotret pemandangan pemandangan dgn ponselnya.
charlotte tak jauh dibelakangnya, ia mengakui bahwa afirah sangat cantik.
"afirah,"
"ya,"
"hmm, sudah berapa lama kamu nikah sama will."
"will, ahh. 2 bulan lebih,"
"kamu dimana saat will kecelakaan,"
afirah duduk disisi air terjun, ia mengambil batu lalu melemparnya.
"aku, kami kecelakaan dimobil yg sama. aku koma slama 1 bulan, jadi gk tau apa apa soal kak zein."
"Z-zein,"
"nama aslinya will itu zein,"
"ouhhh,"
"HEII, AYO KITA MAKAN." dari jauh alex berteriak.
"ayo,"
afirah mengangguk lalu pulang bersama charlotte, dan malam itu suara tawa dan obrolan pun berlangsung sangat lama, afirah dan ke 4 teman thomas juga semakin akrab.
sampai tengah malam, zein melihat sekitar. ia tak melihat afirah, dihampirinya thomas.
"apa kamu lihat afirah,"
"tidak,"
zein mencari di sekitaran luar rumah, sampai ia masuk kedalam. ia tersenyum melihat afirah yg tertidur dilantai.
"dasar, kenapa tidurnya harus dilantai. bisa bisa dia mati kedinginan," zein mengangkat afirah.
charlotte tak sengaja melihat zein sedang menggendong afirah, cemburu. tentu saja, tapi charlotte sekarang sudah tidak terlalu memikirkannya karna ia sudah berjanji pada thomas.
*cup* zein mengecup bibir afirah singkat, charlotte tentu saja kaget. buru buru ia pergi keluar supaya zein tak menyadari kehadirannya.
afirah mengernyit setelah zein menciumnya, ia menggosok matanya.
"eh, kak ngapain? turunin aku,"
zein tersenyum," gk mau."
"aku cubit nih kak?"
zein menggelengkan kepalanya.
"trus kenapa kamu tidur disana?"
"kayaknya aku ketiduran,"
"udah sekarang kamu lanjutin tidur lagi sana, tuh kamar yg itu."
"itu kamar siapa?"
__ADS_1
"itu kamar charlotte, charlotte udah setuju kok."
"ohh, kakak tidur dimana,"
"kakak sama thomas."
"yaudah kak, aku lanjutin dulu bocan nya."
"nice dream sayang,"
zein berjalan keluar setelah melihat afirah menutup pintu kamar, lalu ia menghampiri thomas.
"thom, bagaimana?"
thomas sedikit berpikir, "charlotte, kesini. kalian ber4 juga."
seperti yg disuruh semuanya pun berkumpul, lalu thomas dan zein pun menberitahukan rencananya zein.
"hahhh," semuanya terkejut.
"kita, ke indonesia.." ucap alex tak percaya.
"tunggu, thomas kamu sudah menyetujuinya." tanya charlotte.
thomas mengangguk, "sementara kami bekerja, kamu kuliah bersama dgn afirah karna jurusan kalian sama."
"aku,, aku akan memikirkannya." charlotte berjalan masuk, thomas melirik ke4 temannya.
"kalian ber4 bagaimana?, mau gk."
"tapi kita mau kerja apa?"
"aku dan afirah berencana membuka cafe, siapa tau dengan ada pegawai seperti kalian. cafe nya bakalan rame,"
"gimana, gimana,"
"aku sih,, okelah oke?" ucap alex.
zein tersenyum melihat komentar positif dari ke4 teman thomas.
esoknya, charlotte bangun tanpa ada afirah disisinya. ia keluar dari kamarnya, dan melihat afirah tengah duduk batu besar depan rumahnya.
"kamu tidak kedinginan,"
"aku sudah pakai 2 jaket kok,"
charlotte duduk disamping afirah, " sunrise nya indah ya," ucap afirah.
"bagaimana, kamu mau gk." tanya afirah.
"apa?"
"ikut kita ke indonesia, aku bakal seneng banget kalau kamu mau. jadi kita bisa kuliah di universitas yg sama,"
"aku belum memutuskannya,"
"apa kamu takut,"
charlotte menatap afirah bingung, takut. takut karna apa?
"kamu suka will kan?" charlotte terkejut mendengar pernyataan afirah.
__ADS_1
"haha, bagaimana mungkin."
"gk perlu bohong, tenang aja. aku gk ngasih tau will kok,"
"kalau kamu ikut kita ke indonesia, aku janji bakal lupain apa yg udah aku katakan tadi."
charlotte terdiam, memikirkannya membuatnya sedikit bingung.
"tapi char, kamu suka will dari apanya si. perasaan dia gk ganteng ganteng amat,"
"siapa yg kamu maksud gk ganteng ganteng amat." afirah dan charlotte menoleh, sedikit terkejut dgn kehadiran zein dibelakang mereka.
"siapa lagi lah kalau bukan kak zein, yakan char. coba liat, gk ada bagus bagusnya."
"hei, kamu pikir kamu cantik. cantikkan juga fiz ( kucing peliharaan afirah),"
"eh, banyak yg bilang kok kalo aku itu cantik."
"jadi orang jgn sombong?"
charlotte tertawa kecil melihat perdebatan suami istri didepannya, lalu ia berdiri menghadap zein.
"aku ikut,"
zein menatap charlotte dan afirah bergantian, senang dgn apa yg ia dengar.
"beneran?" charlotte mengangguk.
"yeee," zein berlari mendekati afirah dan memeluknya, afirah melepas pelukan zein.
"hei, kenapa aku yg dipeluk."
"kamu gk marah aku peluk charlotte,"
"ngapain aku marah, peluk aja."
"hmm, maunya kamu." ucap zein lalu kembali memeluk afirah, afirah menggerakkan tangannya pada charlotte agar mendekat.
charlotte menggeleng, afirah menarik tangan charlotte lalu memeluknya. awalnya zein ragu, tapi akhirnya ia ikut berpelukan.
mobil yg dipesan zein sudah datang untuk menjemput ke4 teman thomas, sementara thomas dan charlotte dimobilnya zein bersama afirah.
pertama mereka semua akan pergi ke apartement nya zein, setelah mengurus paspor mereka akan segera berangkat.
butuh waktu 1 minggu, akhirnya paspor pun sudah siap. kini mereka semua sedang ada dibandara.
"wahh, aku tak percaya akan ke indonesia."
"aku juga,"
"hei seperti yg aku ajarkan kemarin, cobalah."
" HALLO, SENANG BERTEMU DENGAN MU." alex bicara bahasa indonesia dgn lancar, begitu juga ke3 yg lainnya.
1 minggu belajar bahasa indonesia, membuat mereka bisa sedikit berbahasa indonesia.
meski hanya kata sapaan, perkenalan, dan kalimat yg biasa dipakai sehari hari.
"ayo," ucap zein.
"yokk,"
__ADS_1
zein memegang tangan afirah lalu berjalan didepan diikuti yg lain.