THE PERFECT HUSBAND ( MY SASSY GIRL )

THE PERFECT HUSBAND ( MY SASSY GIRL )
aku ingin mengatakan, aku menyukaimu thomas


__ADS_3

Nissa memegang tangan afirah dan amira, dia tersenyum tenang.


"Aku pastikan aku akan bawa kevin,"


Afirah dan amira mengangguk, "kita percaya,"


Anissa lalu pergi seorang diri menuju tempat yang ia yakini kevin ada disana juga.


Kevin menghirup udara dalam - dalam, dia sangat malu. Memang fakta jika dia adalah seorang buronan, tapi saat fakta itu di ketahui oleh orang yang paling di cintainya membuatnya merasa menjadi pria terburuk.


Kevin tentu tak punya tujuan, satu - satunya tempat yang akan membuatnya tenang hanyalah makam kedua orang tuanya.


"Hhh, seharusnya aku malu datang kesini. Ma, pa. Maafin kevin, seandainya mama sama papa gak pergi ninggalin kevin, kevin gak bakal kayak gini."


Tangis kevin pecah, dia benar - benar tak bisa mengontrol emosinya. Hingga sebuah pelukan dari belakang menghentikan tangisnya.


"Kenapa kamu datang kesini,"


"Aku gak mungkin ninggalin pacar aku yang lagi sedih sendirian,"


"Mengetahui kamu datang saja membuatku malu untuk mengangkat wajahku,"


"Kevin, kevin. Liat aku, ayo sini." Nissa mengangkat wajah kevin, lalu menatapnya.


"Tatap aku kevin, aku mohon." Kevin menatap mata nissa.


"Aku sayang sama kamu, aku gak peduli sama apa yang kamu lakuin. Tapi kevin, aku bakal seneng kalo kamu serahin diri ke kantor polisi."


"Aku bakal tunggu, 1 tahun, 3 tahun atau 10 tahun pun aku bakal tunggu kamu."


"Jadi kevin,,,


Ucapan nissa terhenti saat kevin memeluk nissa, pelukan yang sangat erat dan nissa pun membalas pelukan kevin.


" Aku tau kamu pasti tunggu aku, tapi nissa bagaimana jika hukumannya hukuman mati." Ucap kevin seraya melepas pelukan kevin.


Nissa tersenyum, ia lalu mengecup bibir kevin.


"Maka seumur hidup aku akan melajang,"


Kevin tersenyum lalu kembali memeluk anissa, mereka berdua lalu menyimpan dua karangan bunga di atas pemakaman orang tua kevin.


Afirah, alya dan amira terus menyemangati anissa di persidangan. Namun ketiganya membelalak saat kevin mendapat hukuman mati, nissa meneteskan air matanya lalu ia menyemangati kevin dengan senyumnya.


"Tenang nissa, masih akan ada sidang lagi." Nissa mengangguk. Lalu semuanya pulang setelah nissa selesai berkunjung.


Sidang kedua, kevin di jatuhi hukuman penjara seumur hidup dan itu adalah sidang terakhir.


"Setidaknya aku selalu menemuimu kevin," Ucap nissa membuat kevin tersenyum.


Dan itulah kisah nissa yang berpisah dengan kevin karna kevin yang harus di penjara, dan saat ini mereka bertiga bersama charlotte tengah ada di kantin kampus.


"Kita masih harus bersyukur karna kevin tak di hukum mati," Ucap alya.


"Kamu benar,"


"Permisi," Mereka berempat melirik seorang wanita yang saat ini tengah menatap charlotte.


"Ada apa,"


"Apa kamu charlotte," Tanya wanita itu.


"Iya, kenapa?"


"Apa aku boleh bicara sesuatu denganmu,"


"Oke?" Charlotte seger berdiri lalu ia pergi mengikuti wanita itu.


"Kenalkan namaku raya,"


"Ada apa?"


"Pria itu, kakak dengannya kan?"

__ADS_1


"Pria yang mana?"


"Thomas,"


"Kamu mengenalnya dari mana?"


"Sebenarnya,,, ayahku bekerja di perusahaan c-smart. Perusahaan tempat thomas bekerja, dan ayahku ingin agar aku dekat dengan thomas."


"Lalu,"


"Kakak dekat kan dengan thomas,"


"Bukan hanya aku, afirah dan yang lain pun dekat dengan thomas."


"Tapi kakak kan adiknya thomas, jadi kakak lebih tau tentang thomas."


"Tapi kenapa dari tadi kamu bicara soal thomas terus,"


"Aku ingin kakak bantu aku buat dekatin thomas,"


Charlotte mendengus kaget, ia lalu menatap raya dalam - dalam.


"Maaf, thomas bukan kakakku. Tapi dia calon tunanganku," Ucap charlotte seraya pergi.


"Tunggu kak,"


"Thomas baru calon tunangan kakak kan?"


"Lalu,"


"Berarti aku masih punya kesempatan,"


"Sayangnya thomas sudah sangat mencintai aku, begitupun aku."


"Yeaaa,,," Charlotte melirik asal suara berisik, ia mengerutkan keningnya saat melihat afirah, amira, dan alya tengah saling menepuk tangan girang.


"Ada apa ini?"


"Kak, maaf ya. Sebenarnya aku di suruh sama kak afirah, kak amira dan kak alya buat mancing emosi kakak soal thomas."


"Jadi kamu gak kenal thomas,"


"Nggak, tapi ayah aku emang kerja di perusahaan c-smart."


"Afirah, bisa jelasin ini sebenernya ada apa."


"Maaf,, char. Habisnya aku kasian liat thomas yang kayaknya udah hampir nyerah bikin kamu suka sama dia, tapi ucapan kamu bener apa nggak."


"Ucapan, aku, yang mana?"


"Yang itu yang kamu bilang kalo kamu sama thomas saling mencintai."


"Nggak, aku bohong tadi."


"Bener, padahal ayah bilang mau cari wanita terbaik untuk thomas."


"Hah,"


Amira dan alya saling melempar senyum, melihat cara terkejut charlotte yang berlebihan sudah pasti charlotte punya perasaan pada thomas.


"Iya, malam ini kan bakal ada makan malam bareng klien. Nah putri si klien ayah bakal datang buat di kenalin ke thomas,"


Charlotte diam tanpa sepatah katapun, afirah melirik amira dan alya. Ia mengangkat ibu jarinya dan tersenyum.


Selesai dengan kelasnya, charlotte segera keluar dari kampus dan menaiki taxi.


"Kemana charlotte," Tanya alya.


"Ntah, selesai kelas dia langsung pergi." Jawab afirah.


Kini di hadapan charlotte sudah ada perusahaan c-smart, ia melangkahkan kakinya masuk dengan cepat.


Ia berlari dan menghampiri salah satu pegawai, dan menanyakan thomas.

__ADS_1


"Pak thomas sedang mengadakan rapat,"


"Kapan dia selesai,"


"Mungkin sekitar setengah jam lagi,"


"Terima kasih,"


Charlotte duduk di salah satu kursi yang di sediakan, saat menunggu afirah menelponnya.


"Kamu ada dimana?"


"Aku,, aku ada di toko buku."


"Kenapa kamu pergi sendiri, padahal aku juga ingin membeli buku."


"Maaf,"


"Gimana kalau aku nyusul,"


"Gak usah,"


"..."


"Kamu ingin beli buku apa? Aku belikan,"


"Baiklah, tolong belikan aku buku komik keluaran terbaru tahun ini."


"Oke?"


"Char, kenapa kamu ada disini." Charlotte melirik, di belakangnya ada thomas.


"Eh, thom. Rapatnya sudah selesai,"


"Iya, kenapa?"


"Euu,,, aku mau bilang sesuatu."


"Apa?"


Thomas memicingkan matanya, ia lalu menarik tangan charlotte.


"Susah ya bilangnya, kita ngobrol di caffe saja."


Thomas masih setia menunggu, di liriknya arloji miliknya. Sudah hampir 30 menit charlotte terdiam.


"Char, lain kali saja ya. Aku harus ke kantor sekarang, pak direktur memanggilku."


Direktur, ayahnya zein. "Tunggu,,,


"Sebenarnya kamu mau bilang apa?"


"..."


"Lain kali saja ya," Thomas beranjak dari kursinya, dan melangkahkan kakinya hendak pergi.


Charlotte memejamkan matanya, "AKU MENYUKAIMU," Teriak charlotte.


Langkah thomas terhenti, ia lalu membalikkan badannya dan menatap charlotte. Tubuhnya membeku.


Charlotte menundukkan kepalanya, ia malu. Kenapa ia menyatakannya di caffe, tempat orang - orang berkumpul.


semua orang saling melirik dan menatap charlotte, tak sedikit yang merasa kagum akan keberanian charlotte. Dan kini mereka tengah menunggu jawaban dari thomas.


Thomas mengusap dagunya, ia lalu tersenyum. Kakinya melangkah perlahan dan semakin cepat lalu ia memeluk charlotte.


"Yeaa," Semua orang bersorak, charlotte tertawa dan membalas pelukan thomas lebih erat.


"Terimakasih char, terimakasih."


"Aku yang harusnya berterimakasih, karna kamu masih setia nunggu aku."


"Tentu saja, karna aku sudah berjanji."

__ADS_1


__ADS_2