THE PERFECT HUSBAND ( MY SASSY GIRL )

THE PERFECT HUSBAND ( MY SASSY GIRL )
#MY SASSY GIRL 2


__ADS_3

pelajaran Usai, Pak Doni merapihkan bukunya bukunya dan berjalan keluar kelas tapi sebelum itu ia melirik ke Rio.


“Rio ikut bapak ke kantor sekarang,”


kening Rio mengerut.


"Kenapa Pak ?”


“nggak usah banyak tanya, atau bapak akan menghukummu.” ucap Pak Doni Seraya pergi tanpa menghiraukan Rio. Arra menghampiri Rio dengan senyuman penuh kemenangan.


“Siap-siap aja bentar lagi lo bakal kena marah pak Doni bakal kena marah pak Doni.” ucap Ara dan pergi. Fajar dan Rahma hanya saling melirik.


“ada yang bilang sama bapak kalau kamu ngejek Bapak dari belakang,”


“Siapa pak?” tanya Rio kaget.


“Arra,”


“Wah Pak dia fitnah saya Pak, masa iya saya ngomongin bapak dari belakang. Emangnya dia punya bukti,”


“Kamu pikir Bapak bodoh. Buktinya banyak Rio, yang ngasih tau juga bukan Arra aja. Soal kamu nyontek dan nyalin jawaban ujian juga Bapak udah tau,”


Astaga...


Semua siswa tertawa melihat Rio berdiri di luar kelas dengan kertas menggantung di lehernya.


SAYA BERJANJI GAK AKAN NYONTEK DAN NYALIN JAWABAN UJIAN LAGI, DAN SAYA BERJANJI GAK AKAN NGE-GIBAH...


Fazar dan Rahma menganga, mereka takjub dengan kelakuan Arra di hari pertamanya sekolah. Dan Arra pun tersenyum puas, dengan berkacak pinggang Arra menghampiri Rio.


“Dasar otak dengkul tukang gibah,” ejek Arra.


“Tunggu aja, gue bakal bales dendam.”


*plakk* Arra memukul kepala Rio.


“Sok-sok an bales dendam, beli otak dulu sana.” ucap Arra dan menghampiri Fazar dan Rahma.


“Hei, kenapa lo mukul Rio ...,” Monic berlari menghampiri Rio.


Arra melirik dan memiringkan kepalanya.


“Sayang, kamu gak papa kan?”


Monica melirik tajam Arra, Arra memalingkan wajahnya sambil bersiul.


“Dia Monica primadona sekolah,” ucap Rahma.


“Nggak nanya,” ketus Arra dan pergi.


“Lo kok mau sih temenan ma cewek serem kayak dia,” ucap Fazar.


“Gak tau, seru aja liat dia.” jawab Rahma.


“Sayang, gimana ceritanya kamu bisa di hukum.”


Rio tak menjawab, ia hanya membuang nafas kasar.


“Hahh,,,” Arra mendudukkan tubuhnya ke kursi kantin.


“Mau apa? Biar gue yang pesenin,” ujar Rahma.


“Batagor,” ucap Fazar.


“Air dingin,”


“Itu aja gak ada yang lain,”


Arra tak menjawab karna ada panggilan masuk ke ponselnya.


“Oke, gue pergi dulu.”


“Ngapain lo telpon gue,” ucap Arra ketus.

__ADS_1


“Arra, gimana kabar lo.” tanya Dera di sebrang telpon.


“dih,, ada siapa disana. Sampe tumben-tumbenan lo nanyain kabar gue,”


“Lo masih marah sama gue,”


Karna muak, Arra menutup telponnya.


“Kenapa muka lo jadi kusut,”


“Dari lahir muka gue emang kusut,”


“Bjirr,, masa. Tadi lo ketawa,”


Arra menatap Fazar seolah bertanya kapan ia tertawa.


“Tadi waktu lo kerjain Rio,”


“Pesanan datang,” ucap Rahma dengan membawa dua mangkuk batagor dan dua botol air mineral.


***


Arra tiduran di kasurnya. Ia pulang sekolah 1 jam yang lalu, dan rasanya sangat melelahkan.


Membosankan .., gerutu Arra dalam hatinya.


Lama berpikir, ia memutuskan untuk pergi jalan-jalan ke tempat wisata di jogjakarta. Segera ia mandi dan bersiap, lalu ia menaiki bus.



Rio memakai sepatunya dengan tergesa\-gesa, di telinganya ada ponselnya yang ia himpit dengan bahunya.



“Iya sayang,, tadi aku ketiduran. Aku dah jalan nih,”



“Iya, aku tunggu. Awas kalo lama,”




“Malah gombal, cepetan.”



“Iyaa,,”



Rio berlari ke halte, untung saja busnya belum jalan jadi ia langsung saja masuk.



Rio bersyukur karna masih ada satu kursi yang kosong, ia duduk seraya melirik ke kursi sampingnya.



Seorang wanita yang sedang tertidur dengan buku menutupi wajahnya. Kakinya pun di angkat untuk menahan tubuhnya.



Rio tersenyum kecil, lalu ia memainkan ponselnya. 10 menit berlalu, wanita di sampingnya bergerak dan membuat buku di wajahnya jatuh. Dengan tangkas Rio menangkap buku yang jatuh, ia melirik ke wanita itu.



Matanya sedikit melotot, ia tak menyangka akan bertemu gadis sialan di sekolahnya.



“Kalo tau ini buku elo, gue juga gak mau nangkep.”

__ADS_1


Rio hendak melempar buku itu ke wajah Arra, tapi ia berhenti saat melihat wajah damai Arra.



Tanpa ia sadari, bibirnya sedikit melengkung. Wajah polos Arra yang sedang tertidur sangat cantik dan imut, berbeda dengan Arra yang sedang hidup. Sialan dan menyebalkan.



Rio mendapat ide, ia membuka kamera di ponselnya dan memotret sebuah momen langka. Yaitu Arra, gadis galak yang tidur dengan mulut menganga lebar.



“Lumayan buat koleksi,” ucap Rio.



Rio melihat keluar, ia sudah sampai tujuan. Dengan segera ia menekan bel.



Bus berhenti dan Rio segera berdiri untuk keluar, tapi ia melihat seorang pria tengah menatap Arra.



Rio berdecak, ia mengambil sapu tangannya dan melemparkannya tepat di wajah Arra. Dan sebelum Arra terbangun dengan benar, Rio sudah keluar dari bus.



Arra mengusap kedua matanya, sesekali ia menguap. Ia melihat keluar dan kaget saat tempat yang akan ia kunjungi hampir terlewat. Segera ia menekan bel, setelah itu ia baru menyadari jika ada sapu tangan di tangannya.



Punya siapa nie ...,



\*\*\*



“Filmnya bagus ya,” ucap Monica.



“Iya dong, orang nontonnya sama orang yang aku sayang.” ucap Rio seraya memeluk Monic.



“Apasi, gombal mulu.”



“Kamu gak suka aku goda\-in kamu, yaudah aku goda\-in cewek lain aja.”



“Awas aja kalo berani goda\-in cewek lain,”



“Ya nggak lah, orang cewek yang aku sayang itu cuman kamu.”



“Beli es krim yuk,” ajak Monic. Rio mengangguk dan mereka berdua masuk ke caffe es krim.



Arra banyak memotret setiap tempat yang ia kunjungi, ia sudah seperti seorang fotografer. Tapi baginya itu sudah menjadi hoby.


Arra melihat sepasang wanita dan laki-laki tengah duduk berdua menghadap danau. Arra langsung memotretnya.


“Romantis,” ucap Arra lalu pergi.

__ADS_1


Monic menyenderkan kepalanya di bahu Rio. Duduk berdua di taman bersama Rio sangat menyenangkan baginya. Begitu juga Rio.


__ADS_2