THE PERFECT HUSBAND ( MY SASSY GIRL )

THE PERFECT HUSBAND ( MY SASSY GIRL )
jalan terbaik


__ADS_3

tangan afirah bergetar, sepanjang kelas ia tak bisa fokus. satu kata dari dosen pun tak dapat masuk ke otaknya.


charlotte merasa khawatir, meng search di google maksud dari surat itu membuatnya sangat terkejut.


"afirah,"


afirah mengangkat tangannya sekedar untuk mengisyaratkan pada charlotte agar jgn berbicara dulu padanya. charlotte pun bungkam.


selesai kelas pun afirah masih melamun, ia menutup wajahnya rapat rapat.


"firaa,, pulang yuk?" alya berteriak dari luar kelas dan masuk, tapi ia terdiam saat melihat afirah tengah melamun.


alya menggerakkan kepalanya pada charlotte bertanya ada apa, charlotte mengayunkan jari tangannya meminta alya untuk duduk disampingnya.


"ini," charlotte memberikan surat itu pada alya, alya yg baru selesai membacanya sangat marah sekali terlihat dari wajahnya yg merah padam.


"siapa yg berani ngirim surat iseng ini sama afirah,"


bisik alya.


"aku gk tau, tadi ada yg nganterin."


"siapa?"


"diana dari jurusan fakultas,"


"oke, aku liat tadi kelasnya belum selesai. kalian tunggu disini,"


alya berdiri, tapi saat ia akan melangkahkan kakinya. afirah memegang tangannya.


"jangan,"


"afirah,,"


"aku mohon gk usah,"


"jangan khawatir, aku gk akan macam macam. aku cuma mau minta penjelasannya,"


alya pergi menghiraukan ucapan afirah, afirah mendengus kesal.


"char, kenapa hak kayak gini slalu nimpa aku ya."


"afirah, kamu harus tenang. lebih baik kamu ceritakan semuanya pada zein, aku yakin zein bakal jauhin setiap wanita yg mendekatinya. dan meskipun ada yg berhasil deketin zein, aku yakin banget zein gk akan ambil pusing, dia sama sekali gk akan peduli."


afirah menggelengkan kepalanya," nggak? aku belum bisa kasih tau kak zein, aku mau nyelesain masalh ini dulu."


"tapi afirah,,,


" tolong char, tolong.."


charlotte menghembuskan nafasnya pasrah, tapi tiba tiba saja alya datang dgn wajah serius nan marah. terlihat dgn caranya berjalan, alya menghentak hentakkan kakinya.


tapi alya tak sendiri, ia datang bersama hyung seok.


"kenapa?" tanya charlotte.


"tunggu, aku tenangin diri dulu." alya mengusap dadanya.


"jadi tadi itu,,,

__ADS_1


*alya terus berjalan menuju kelas diana, ia bermaksud untuk menunggu sampai kelasnya selesai. tapi keberuntungan kini berpihak padanya, kelas diana sudah selesai. tepat saat ia berjalan ke pintu diana keluar dgn wajah ketakutan.


" tunggu dulu,," alya menahan tangan diana.


"kenapa ya,"


"aku gk mau basa basi, dari siapa surat yg kamu kasih ke afirah." diana tersentak, ia mencoba untuk pergi tapi alya kembali menahan tangannya dgn kasar.


"JAWAB,," bentak alya.


"ehh,, tunggu tunggu. ini ada apa ya, alya kenapa kamu bentak bentak dia." tiba tiba hyung seok datang, mencoba melerai. alya melepas tangan diana, memalingkan wajahnya kesal.


"alya ini ada apa?"


"alya,, please jawab." hyung seok kembali bertanya, alya memutar bola matanya malas.


"tadi diana ngasih surat ke afirah, tapi isinya...


" isinya kenapa?"


"ancaman, supaya afirah jaga zein. karna katanya bentar lagi zein bakal direbut dari afirah."


hyung seok menganga, lalu dgn tenang zein memegang pundak diana. alya melirik hyung seok, ada tatapan tak suka.


"diana, surat itu dari kamu?" diana hanya diam seraya menundukkak kepalanya.


"diana, kalau kamu gk jawab aku bakal laporin ke pihak kampus."


(what, masalah kayak gini dilapor ke pihak kampus.) batin alya, bukannya mengejek hanya saja jika hal ini dilaporkan ke pihak kampus. mungkin hanya akan dianggap lelucon saja.


"bukan aku yg bikin," ucap diana.


"trus siapa?"


" jawab aja napa si, susah amat."


"alya,,," hyung seok melirik alya.


"aku disuruh sama kak mellisa buat ngasih surat itu ke kak mellisa, tapi aku mohon jgn bilang aku yg kasih tau."


alya mengepalkan tangannya, ( jadi dalang semua ini si senior itu) batinnya.


lalu alya pergi meninggalkan hyung seok, "ya, tunggu!!"


teriaknya.


"diana, aku janji gk bakal kasih tau siapapun. aku pergi dulu?" hyung seok lari menyusul alya meninggalkan diana yg masih ketakutan sendiri*.


"kak mell,,, aku udah nyangka bakal kayak gini!!" ucap afirah.


"afirah plis,,, jgn kyk gini. kamu harus semangat, bagaimanapun caranya kita harus bikin kak mellisa itu jauh dari kak zein." ucap alya menyemangati, disusul oleh charlotte dan hyung seok dgn anggukan.


zein berjalan menuju tempat parkir, tapi jalannya terhalang saat seorang wanita.


"hai,,"


"kamu,, ngapain?"


"aku mau ketemu kamu,"

__ADS_1


"aku??" zein merasa semakin hari, mellisa semakin berani mendekatinya. padahal dia sendiri tau bahwa ia sudah punya istri, bahkan iastrinya adalah juniornya, afirah.


"iya,, kamu ada waktu gk. temenin aku ke mall ya,"


"maaf, mell. meskipun aku ada waktu, aku gk mau akan pernah mau nemenin kamu. maaf sekarang aku harus jemput ISTRI aku," ucap zein dgn penuh penekanan saat mengucapkan kata istri.


"zein, masa kamu mau ninggalin aku gitu si." zein berjalan memasuki mobilnya dan meninggalkan mellisa sendiri.


"ini baru permulaan zein," ucap mellisa.


zein dimobil hanya berpikir, apa yg akan ia lakukan nanti bersama afirah. meski ia baru saja bertemu mellisa, mengingat afirah membuatnya melupakan mellisa.


zein sampai dikampus, dan pas sekali afirah dan charlotte keluar dari gerbang.


"ayo?" ucap zein.


"kalian duluan aja, lagian aku juga bawa mobil." ucap alya.


afirah membuka pintu belakang mobil, zein mengerutkan keningnya.


"afirah, kamu gk duduk didepan."


afirah menutup pintu belakang lalu membuka pintu depan tanpa menjawab ucapan zein, afirah duduk lalu menyenderkan kepalanya ke jendela.


"afirah, kepala kamu bisa sakit kalo nyender ke jendela." afirah masih diam dgn lamunannya.


"afirah,,"


"kak, aku mohon. kita langsung pulang aja?"


"tapi,,


charlotte memegang pundak zein agar segera menjalankan mobilnya. zein menghela nafas, lalu menjalankan mobilnya.


sesampainya dirumah, zein melihat afirah tertidur.


" kamu duluan aja," ucap zein, charlotte mengangguk.


zein keluar, ia lalu menggendong afirah kedalam rumah. ia tak tega jika harus membangunkannya.


"aku sebenarnya masih bingung, hal apa yg terjadi sampe kamu nyuekkin aku, sampe kamu gk natap mata aku pas kamu jawab aku."


zein membaringkan afirah dikasur, lalu ia keluar mencari charlotte.


"char, aku ingin tanya sesuatu." tanya zein seraya duduk disofa.


"tanya afirah," zein mengangguk.


"sebenernya afirah kenapa?"


"hhh,, aku juga gk mau ngerahasiain ini dari kamu."


"jadi,, tadi dikampus....SKIP_____


zein menganggukkan kepalanya, " pantesan tadi mellisa datang ke RS, cuma pengen aku nemenin dia ke mall."


"dia beneran datang,"


"iya, tapi kamu jgn kasih tau afirah, takutnya dia makin kepikiran."

__ADS_1


charlotte mengangguk,"mungkin jalan terbaik, kamu harus bisa jauhin mellisa, apapun yg terjadi."


"iya,"


__ADS_2