
pukul 16:40, charlotte dan thomas saat ini sedang berjalan berdua di trotoar.
"char, kalo misalnya kamu jadi alya. apa kamu bakal marah juga."
"marah si nggak, cuma kecewa."
"kecewa lebih buruk dari marah char,"
"aku tau, gimana gak kecewa. alya suka sama hyung seok, meskipun hyung seok gak tau alya menyukainya setidaknya dia gak boleh ngomong kasar ke alya."
thomas menganggukkan kepalanya,"sshh,,, kamu sendiri."
"apa?"
"kalo misalnya ada yang tiba-tiba ngutara-in perasaannya ke kamu, kamu bakal bilang apa?"
"aku?" charlotte mengangguk.
"gimana ya, kalo aku pasti bakal nolak dia."
"kenapa?"
"secara aku sukanya sama perempuan lain,"
"jadi maksud kamu hyung seok gak jawab alya karna dia suka sama perempuan lain,"
"mungkin,"
"oiyah aku baru inget!!"
"apa?"
"perempuan yang di suka hyung seok kan afirah,"
"kamu tau dari mana,"
"kamu gak denger wamtu di caffe, amira nyuruh afirah buat bujuk hyung seok."
"bener juga ya,,,"
selagi jalan kaki ditrotoar, mereka berdua tak ada hentinya mengobrol. hyung seok, alya, afirah, zein, semuanya masuk dalam list obrolan mereka.
_______
*triingg*
ponsel afirah berdering tanda ada pesan masuk, afirah menatap semua orang didepannya saat ada pesan masuk dari hyung seok.
sebelumnya, afirah yang lebih dulu mengirim pesan pada hyung seok. tapi setelah menunggu hampir 1 jam, tak ada satupun balasan dari hyung seok.
"baca," pinta amira, afirah mengangguk.
HYUNG SEOK
"aku ada di pantai *****, kenapa? apa kamu berniat untuk membujukku."
"bilang saja padanya, kalau kamu ingin bertemu dengannya." ucap amira. afirah melirik zein, zein mengangguk enggan.
AFIRAH
"aku ingin bertemu denganmu, apa boleh."
setelah hyung seok memberitahu alamat pastinya, afirah segera pergi bersama zein.
sementara amira dan anissa berusaha mencari keberadaan alya, dan rencana mereka sekarang adalah mempertemukan hyung seok dan alya.
hp alya mati, ia berniat ingin pulang. tapi hatinya lebih memilih untuk berdiam diri dipantai, untuk menenangkan dirinya.
"alya?" seseorang memegang pundak alya, secara spontan alya menarik tangannya yang memegang pundaknya dan memelintirnya.
"aww,,, sakit sakit." alya menengok wajah pria dibawahnya.
"kamu kan,,,
" iya, gue yang tadi pagi ketemu ama lo."
__ADS_1
alya melepas randy, lalu kembali berdiri se0erti semula.
"kenapa? lagi ada masalah ya," tanya randy.
"apa si, ikut campur urusan orang lain aja."
"ntah kenapa gue ngerasa kita punya masalah yang sama," alya melirik randy dengan tatapan tajam.
"jangan sok tau, aku aja gak kenal kamu."
"kalo gitu kenalin, gue randy."
"aku gak punya niat buat kenalan," alya berjalan menjauh dari randy, randy pun langsung mengsejajarkan langkahnya dengan alya.
"biar gue tebak, kayaknya kisah cinta lo cuma sepihak. bener gak,"
alya melirik singkat, " jangan sok tau," ucapnya dan berjalan lebih cepat.
tapi secepat apapun alya berjalan, randy tetap mengekorinya.
"alya, alya dengerin gue dulu."
"apa si, kamu gak punya kerjaan lain apa?"
"kerjaan gue banyak, makanya lo harus dengerin gue dulu."
alya menghentikan langkahnya, ia menghadap randy dengan tangan melipat didada.
"aku harus dengerin apa?"
randy membisikkan sesuatu ke telinga alya, setelah selesai seketika alya memelototkan matanya.
"gak aku gak mau,"
"kamu tau, rencana ini bisa menguntungkan kedua belah pihak."
"kalo misalnya yang untungnya cuma kamu gimana?"
"berdo'a aja mudah-mudahan si korea itu juga suka sama lo."
"kebanyakan mikir deh lu mah,"
"hei, hyung seok juga deket ama temen-temen aku. kalo misalnya nanti mereka dapet kabar kayak gitu aku takut mereka jauhin aku."
"alya, kamu tau arti sahabat sejati."
"ngomong apa si,"
"sahabat sejati itu, yang mampu membantu menyelesaikan masalah yang dihadapi sahabatnya. apapun masalahnya, kalo mereka nganggep lo sahabat mereka mereka gak akan pernah jauhin lo."
ada benernya juga dia, apa aku harus terima usul dari randy. pikir alya.
"tetep aja, aku bakal pikirin dulu." ucap alya lalu berjalan pergi, tapi sedetik kemudian dia membalikkan badannya dan menatap randy tajam.
"oke, aku terima usul kamu. asalkan aku juga harus diuntungkan,"
randy tersenyum,"kalo masalah,,, lo pengen di untungkan, itu semua kalau cowok itu juga suka sama lo."
@caffe
afirah dan zein menghampiri hyung seok, hyung seok menatap zein kaget lalu melirik afirah.
"afirah, hyung seok kalian duluan ngobrolnya. aku angkat telpon dulu," tanpa menunggu jawaban dari afirah maupun hyung seok, zein langsung berjalan keluar.
untungnya diluar juga tersedia beberapa kursi dan meja, zein duduk dengan mata melihat kedalam caffe.
15 menit berlalu, dan zein sudah habis gaya. dari yang tadinya duduk cool, lalu memainkan hpnya, lanjut dengan memainkan jari-jari tangannya sampai dia mengetuk-ngetuk meja karna saking bosan dan jengkel melihat obrolan hyung seok dan afirah tak kunjung selesai.
tak hanya jengkel, zein merasa sedikit geram pada hyung seok. sebagai suami sudah pasti akan merasa cemburu jika istrinya bicara dengan pria lain.
"oke! aku bakal bicara baik-baik sama alya." ucap hyung seok, afirah tersenyum.
"nanti apapun yang terjadi, aku mau kamu jangan cepet nyerah. alya emang gitu orangnya, tapi dia sebenarnya orang yang sangat baik.
" yuk,"
__ADS_1
"kemana?"
"keluar, kak zein kasian nunggu dari tadi."
hyung seok mengangguk lalu beranjak dari kursinya.
"pffttt,,, hahahaha." afirah tertawa saat melihat kepala zein menunduk berkali-kali karna menahan kantuk.
*pletak*
zein berdiri tegak saat afirah menyentil keningnya, dia mengerjapkan matanya berkali-kali.
"hahahaha," zein mengerucutkan bibirnya, dengan sekejap saja kantuk yang tadi menyerangnya langsung hilang.
"yuk pulang,"
"udah," kali ini mata zein berbinar, afirah mengangguk ia lalu menggandeng tangan zein.
"hyung seok, ayo kamu harus ikut."
"aku."
"iyalah,"
"hyung seok, kamu yang nyetir ya... aku ngantuk lagi,"
hyung seok mengangguk,"oke!!"
"afirah, kamu dibelakang yaa. temenin aku tidur,"
"nanti hyung seok jadi kayak supir kita dong,"
"yaudah kalian berdua dibelakang aja, kayaknya zein emang niat balas dendam deh sama aku."
"eh,,, aku gak balas dendam yaa."
afirah tertawa kecil, ia lalu membuka pintu belakang mobil begitu juga zein. dan hyung seok masuk ke pintu tempat mengemudi.
zein berbaring dengan kepala dipaha afirah, afirah mengelus-elus rambut zein dan tangannya yang lain zein genggam dengan erat. tak butuh waktu lama, zein pun tertidur.
afirah membuka hp nya dan mengirim pesan ke amira tentang bagaimana alya.
@AFIRAH
"kak, alya gimana? udah di caffe belum."
@AMIRA
"gimana ya, alya belum di caffe anissa masih nyari."
@AFIRAH
"lho? terus gimana. aku sama hyung seok lagi dijalan lho mau ke caffe,"
@AMIRA
"aku bakal tanya-in lagi ke anissa, kamu lanjuttin terus aja kesini."
@AFIRAH
"oke! bentar lagi aku nyampe,"
@AMIRA
"eh, alya dah dateng."
@AFIRAH
"syukur deh,"
"afirah, bangunin zein. kita udah sampai,"
afirah menatap hyung seok dan mengerutkan keningnya lalu kembali membaca pesan dari amira.
@AMIRA
__ADS_1
"tapi alya dateng bareng cowok,"