
Karena kesibukan masing-masing, Nico dan Melisa menjadi jarang untuk bertemu. Nico sendiri harus belajar untuk semester akhir sebelum kelulusan dan harus menjalankan perusahaannya yang akan meluncurkan permainan baru. Walau mereka tidak bisa bertemu, saat waktu senggang mereka akan menelpon atau sekedar mengirim pesan.
Melisa yang telah selesai menelpon Nico duduk di mejanya dan melihat koran harian. Tercetak dengan tulisan tebal bahwa proyek keluarga Helingga mengalami kegagalan. Melihatnya tanpa khawatir, Melisa hanya menyisihkan koran itu. Dia telah memikirkan siapa dalang dibalik semua itu dan sepertinya dugaan bisa dipastikan sekarang. Disisi lain dia juga harus bersiap dan menempatkan bodyguard di samping Ray dan Nico agar keluarga Helingga tidak menggangu mereka.
Tok... Tok... Tok...
Sebuah ketukan terdengar dari pintu dan membuat Melisa segera menghilangkan pikiran lain. Setelah konfirmasi, orang di depan pintu adalah sekretarisnya yang membawakan makan siang untuknya. Masuk dan memberikan makanan itu, dia berkata "Itu Bos, saya mendapat telepon penting beberapa saat lalu."
Melihat bosnya yang memberikan persetujuan untuk meneruskan perkataannya, Sekretaris itu segera dengan sopan memberitahu, "Beberapa saat lalu anda mendapatkan telpon dari keluarga Grahadi dan mereka ingin mengundang anda untuk makan malam di Restoran kelas atas XXX. Apa anda akan menyetujui itu."
“Hmm.. beritahu saya akan datang." Melisa berkata langsung. Dia telah menunggu telepon itu sejak beberapa minggu lalu.
“Baik, saya akan undur diri terlebih dahulu. Silahkan nikmati makan siang anda.” Sekretaris pergi dengan cepat untuk membalas ajakan keluarga Grahadi.
Dengan senyuman di mulutnya Melisa tidak sabar menunggu malam hari untuk bertemu. Akan menyenangkan untuk melihatnya yang akan menunjukkan wajah aslinya.
---
Malam, restoran kelas atas XXX
Melisa keluar dari mobilnya dan menuju ke tempat pertemuan. Restoran ini terkenal akan keamanan dan privasinya. Juga ini adalah tempat yang sudah berdiri lama. Pemandangan danau dan Arsitektur gaya kuno berpadu dengan modern, Masakan yang dimasak dengan bahan yang segar juga menjadikan restoran ini elit bahkan untuk banyak orang kaya.
Dipandu oleh pelayan, Melisa berjalan menuju salah satu ruang pribadi khusus untuk pertemuan. Pelayan pergi dengan hormat setelah mengantar Melisa. Membuka pintu, Melisa melihat pria itu telah sampai dan menunggunya di meja dua orang.
__ADS_1
Berjalan menuju pria itu, Melisa tersenyum dan menyapanya, "Saya terkejut anda mencari saya atas nama keluarga Grahadi untuk pertemuan pribadi. Sepertinya ayah anda telah memberikan pada anda kekuasaannya atas perusahaan."
"Yah, dia sepertinya tidak sabar menyerahkannya pada saya dan pergi dengan ibu untuk keliling dunia. Tapi tetap saja, dia tidak akan menyerahkannya sepenuhnya pada saya." Pria itu berkata dengan acuh.
"Dia memang tidak mudah percaya pada orang lain bahkan pada putranya. Jadi, masalah apa yang ingin Anda katakan pada saya Maul." Melisa duduk didepan Maul dengan tenang, menanyai pemuda itu.
"Saya ingin tau sikap anda tentang keluarga Helingga. Anda akan mendukungnya untuk bertahan atau membiarkannya seperti itu." Maul berbicara langsung kepada Melisa.
“Tentu saja saya tidak akan peduli dengan keruntuhan mereka. Saya tidak akan membiarkan mereka menjalankan proyek itu dengan bebas jika aku benar-benar tertarik dengan proyek itu. Ayah mertua anda sangat tidak kompeten." Mengetuk meja dengan jarinya, melisa berpikir dan melanjutkan, "Namun saya juga tidak akan membantu anda"
"Saya senang sekarang, dan anda tidak perlu khawatir untuk itu. Aku masih bisa menyeret mereka ke bawah dengan tanganku sendiri." Maul berkata dengan percaya diri.
"Saya sudah menduganya sejak awal. Saya akan terkejut jika anda malah menjadi orang yang lembut dan pengertian." Melisa menyeringai, menatap Maul dengan santai. Seperti yang telah dia kira, pria inilah yang telah merencanakan kebangkrutan keluarga Helingga.
Ayahnya dulu juga orang yang kejam. Karena Kakek dan neneknya waktu itu tidak merestui karena latar belakang ibunya yang miskin, Ayahnya segera mengambil alih perusahaan dengan cara licik dan cepat.
Dia mengirim Kakek dan Neneknya ke panti jompo untuk pemulihan karena Kakek Maul sampai mengalami serangan jantung. Dia juga mengancam jika ibu maul pergi dengan pria lain dia akan membunuh pria itu. Untung saja ibunya memiliki kasih sayang yang besar pada ayahnya jika tidak dia telah kabur atau bahkan bunuh diri.
“Namun anda juga harus berhati-hati karena Fiolyn berbeda dari ibumu. Ibumu telah lama mengetahui seberapa buruk dunia dan dia telah terlanjur mencintai ayahmu sehingga dia rela tinggal disisinya. Fiolyn telah menjadi bunga di rumah kaca sehingga dia akan berpikir untuk berlari darimu.” Fiolyn yang dibuat Melisa adalah orang murni yang tidak pernah mengetahui apa yang buruk. Dia merasa semua orang juga hidup bahagia sepertinya. Dia bahkan tidak tau bahwa dia iri kepada Nico karena dia anak kandung. Dia tidak tau bahwa dia telah menyakitinya dengan tindakan dan tindakan itu dilakukan karena kebaikan menurutnya.
“Karena itu bukankah lebih baik menikahinya. Membuat keluarga Helingga tidak bisa menjadi pendukungnya. Membuatnya bergantung kepadaku dan kemudian mengurungnya disisi ku.” Kata Maul obsesif.
“Yah, anda bisa melakukan apapun yang anda mau.” Melisa tau apa yang ingin dilakukannya. Di cerita asli, karena Fiolyn memohon pada Maul untuk membantu proyek keluarganya. Maul membantu dan mengirim orang kepercayaan untuk memimpin.
__ADS_1
Proyek berhasil dan kerja sama jangka panjang dilakukan. Dimasa depan perusahaan juga dijalankan oleh Maul karena kakak Vino tidak dalam bidang ini. Jadi mereka menggabungkan perusahaan dengan baik dan menjadi perusahaan besar.
Pernikahan mereka digelar dengan indah dan setelah pernikahan, Maul tetap memperlakukan Fiolyn dengan baik. Dia terlihat lembut dan dia hanya akan terlihat marah saat fiolyn dekat dengan pria lain, itupun dianggap orang lain sebagai akting dan kepura-puraan.
Hanya dia penulis yang tau sifat obsesif yang diberikan pada karakter itu. Dia tidak terlalu memperlihatkan kecuali di akhir saat malam pernikahan, Fiolyn saat itu tidur nyenyak dan Maul yang bangun menyisir ringan rambut Fiolyn dengan senyum di bibirnya. Berkata, "Sekarang kamu akan menjadi milikku selamanya. Hanya bisa menjadi milikku."
Dalam ingatan Melisa sifat obsesif Maul pada Fiolyn ada sejak awal dan tidak pernah hilang. Hanya tidak diperlihatkan diluar. Dia bahkan pernah membuat beberapa orang mengalami kecelakaan dibelakang Fiolyn jika pria itu terlalu dekat dengan Fiolyn.
“Oh benar, sebaiknya Anda bekerja sama dengan keluarga Pramita. Mereka memiliki dendam dengan keluarga Helingga juga” Melisa mengingat dalang dibalik semua insiden kesedihan Nico dan memberitahu Maul untuk bekerja sama dengannya agar Nico tidak diculik dan mati terbakar seperti dalam Novel.
“Keluarga yang menukar bayi itu kan.” Maul mengingat keluarga yang memiliki dendam lama dengan keluarga Helingga itu.
“Iya, anda juga harus berterimakasih karena mereka Fiolyn ada di samping anda. Jika Anda bekerja sama bilang pada mereka untuk menghilangkan kebencian setelah ini.” Melisa memberikan saran pada Maul.
“Mengapa Anda repot-repot untuk itu?" Maul menatap Melisa dengan bingung.
“Bukankah tidak menyenangkan jika mereka melakukan sesuatu dengan Fiolyn anda jika mereka tau bahwa keluarga Helingga bangkrut dan tidak memiliki pendukung." Melisa berkata dengan masuk akal.
“Itu benar juga. Baik, kita bisa makan dan melanjutkannya nanti. Atau kita akan kelaparan." Maul mengangguk setuju dengan usulan Melisa karena lebih baik membiarkan keluarga Pramita bekerjasama dan bisa menghilangkan kebencian mereka.
Setelah percakapan itu, mereka meminta pelayan untuk mengantarkan makanan yang dipesan tadi. Pelayan pergi setelah mengantar makanan dan ruangan kembali tenang.
Maul dan Melisa juga makan sambil sesekali berbincang tentang situasi dan lainnya. Setelah selesai, Mereka pergi dengan senyuman ke jalan mereka masing-masing.
__ADS_1