Toko Dimensi

Toko Dimensi
Kertas revisi, Ch 5


__ADS_3

Di lorong perusahaan yang sepi itu, Melisa berjalan keluar dari ruang pertemuan diikuti sekertaris yang berjalan di belakangnya.


"apa rencana selanjutnya?" Tanya Melisa pada sekretaris yang berjalan di belakangnya.


"anda memiliki jadwal untuk berkunjung ke universitas MT." jawab sekretaris dengan hormat.


“Baik, kita akan berangkat sekarang." Melisa berkata sambil berjalan menuju lift.


Universitas MT adalah salah satu Universitas swasta dimana pemilik asli pernah berinvestasi dan membuat program beasiswa untuk siswa berprestasi. Selain dari ingatan Melisa dahulu. Melisa saat ini merasa bahwa universitas ini memiliki nama yang akrab.


Universitas MT.


Di ruang kelas, seorang pria dengan wajah yang manis kini tengah merapikan bukunya. Ruangan itu telah sepi meninggalkan nya hanya seorang diri. Nama pria itu adalah Nico Pandu Helingga.


Nico merasa perutnya lapar, dia merasa tidak nyaman untuk makan di kantin universitas. Dia tidak akan bisa makan dengan tenang jika pergi ke kantin untuk makan. Tempat itu dipenuhi oleh Mahasiswa yang mengagumi dan memuja adiknya. Mereka akan membicarakan sesuatu yang buruk tentang Nico yang bahkan tidak pernah Nico lakukan. Fiolyn Nisa Helingga adalah adiknya sekaligus orang yang paling beruntung dan paling dicintai semua orang.


Hidup mereka bagai dua sisi yang berlawanan, Fiolyn yang seperti matahari, terang atau kutub positif dan Nico seperti bulan yang butuh matahari untuk bersinar, gelap atau kutub negatif. Semua orang juga sangat toleran pada Fiolyn dan ingin terus ada disisinya. Sedangkan semua orang selalu mengabaikan Nico seolah dia adalah batu yang ada si pinggir jalan.


Jika Nico berkata bahwa dia baik-baik saja karenanya, itu akan bohong. Dia selalu merasa bahwa semua orang akan berpaling darinya dan berada di pihak Fiolyn selanjutnya. Fiolyn yang seorang anak angkat sangat disayangi oleh keluarganya, semua orang sangat mementingkan nya. Fiolyn bahkan mempunyai tunangan terbaik , Maul Abie Grahadi seorang pria yang sangat lembut dan menyayanginya, tapi Nico tau Maul hanya baik pada Fiolyn saja. Maul akan memiliki sikap dingin dan wajah gelap saat berbicara dengan orang lain jika tidak ada Fiolyn disampingnya. Maul hanya melihat Fiolyn dimatanya.


Di dunia ini, semua ingin Fiolyn tersenyum, mengangkat nya setinggi langit, memanjakannya, bahkan banyak pria yang suka dengannya dan mendekatinya walau ia telah memiliki tunangan. Banyak dari mereka yang senang hanya disampingnya. mereka bahkan rela memberikan semuanya untuk Fiolyn.


Rasa tidak adil ini membuat Nico jengkel, frustrasi, marah, dan sedih. Ia yang hanya ingin hidup tenang, tapi diadopsi oleh orang tua kandungnya setengah tahun yang lalu membuat hidupnya jauh dari kata itu. tidak ada satupun yang membuatnya bahagia di sana. Dia merasa dia tidak dihargai oleh mereka.


Mereka mengadopsi Nico karena keinginan Fiolyn juga. kegunaannya hanya agar Fiolyn tidak merasa bersalah telah mengambil tempatnya. Nico tidak masalah jika mereka memberinya uang dan menyuruhnya tinggal di luar.


Tapi merekalah yang memberi Nico harapan dan membawanya ke rumah mereka. Namun saat Nico yang tidak pernah memiliki kasih sayang orang tua berharap akan keluarga itu, mereka akan menghancurkan harapan Nico berulang kali. Karena bagi mereka Nico tidak lebih berharga dari pada Fiolyn.

__ADS_1


Nico hanya bisa menghela nafas. Tak terasa dia telah sampai di kantin. seperti dugaannya, semua terpusat pada Fiolyn. Nico memilih duduk di sudut setelah membeli bakso lengkap dengan minumannya. Dia akan memakannya dengan tenang dan pergi dengan cepat dari sini.


Tak sampai separuh ia memakan makanannya, Fiolyn datang dengan senyum khasnya. Dibelakangnya para teman yang selalu ada di sisinya juga datang bersamanya, membuat meja yang dia pilih karena tenang itu sedikit ramai.


"kakak, Fiolyn ada kue, tadi di kantin tersisa satu, kakak makan ya?" Fiolyn berkata dengan menyodorkan sebuah kue ke arah Nico.


Seketika kantin yang tadi berisik menjadi sedikit tenang. semua menatap kearahnya disertai oleh bisikan yang tidak menyenangkan untuk didengar. tentu saja bisikan itu memiliki pujian untuk Fiolyn.


"Eh kenapa dikasih ke dia sih."


"Iya bukankah Nico dingin sama Fiolyn."


"Ihh Fiolyn terlalu baik."


"Benar, dia benar-benar seperti malaikat."


"Awas aja kalo bikin dewi ku sedih."


Perkataan mereka juga didengar Nico. Dia mengepalkan tangannya sedikit sebelum menenangkan dirinya. Dia tidak pernah benar-benar membuat Fiolyn sedih.hanya saja hati perempuan itu entah kenapa sangat rapuh sehingga selalu bingung dan menangis. itulah mengapa dia yang selalu berlawanan dengannya dimusuhi oleh semua orang.


Nico yang tidak mau menambah masalah menerima kue itu dengan senyum kecil. “terima kasih”


“Ya sama-sama, kakak harus segera memakannya, atau Fiolyn yang menyuapi kakak.” Fiolyn tersenyum sambil duduk di sampingnya, memiringkan kepalanya. jika matanya tidak jernih dan polos, Nico merasa Fiolyn adalah orang munafik yang selalu mencari perhatian.


Dengan tenang Nico mulai memakan kue itu. Pada saat gigitan ke tiga Nico merasa aneh dengan dirinya. Tenggorokan Nico sakit, keringat dingin mulai membasahi dahinya, dan wajahnya berangsur memerah.


Fiolyn panik saat melihat Nico seperti kesakitan, “apakah kakak tidak apa-apa?”

__ADS_1


“saya baik-baik saja.” Kata Nico acuh sambil menahan perasaan tidak nyamannya.


Fiolyn mencoba merentangkan tangannya ke Nico untuk membantu. Tapi Nico dengan cepat menepisnya kuat, membuat gadis itu terjatuh dari kursi. Saat itu semua orang langsung bereaksi, menatap Nico marah. Maul segera menolong Fiolyn.


Saat Fiolyn tengah duduk kembali, Air mata telah menggenang di matanya. Tangannya merah dan sikunya terbentur. Fiolyn menitikkan air mata membuat semua orang panik.


"Apakah sakit." Maul berkata dengan lembut.


"iya." Fiolyn mengangguk dengan ringan.


"ah, saya akan mengambil es untukmu." seorang teman disamping Fiolyn menawarkan diri dan bergegas mengambil es untuk kompres.


"tapi bagaimana dengan kak Nico?" Fiolyn menatap Maul dengan sedih.


"bukankah dia berkata bahwa dia baik-baik saja?" Maul melirik Nico dari sudut pandangnya sebelum tersenyum lembut. "kamu harus memperhatikan dirimu sendiri."


"benar, kamu jadi terluka."


"kamu harus mengobati itu terlebih dahulu."


"jangan terlalu memperhatikannya."


Orang-orang disekitar Fiolyn melihat Nico seperti penjahat saat ini. tatapan sinis terarah pada Nico. Mereka mengabaikan Nico yang jelas-jelas sakit.


Nico merasa susah bernafas dan pandangannya mulai menggelap. Dia terus memegang tenggorokannya yang sakit. saat seperti ini dia berharap ada satu orang untuknya selain ibu dekan. orang yang percaya padanya, orang yang ada untuknya, dan orang yang akan menolongnya saat seperti ini. namun dia sendiri tahu tidak akan ada yang benar-benar datang untuknya, seorang yang telah ditinggalkan dunia.


Sesaat sebelum pingsan, Nico mendengar samar-samar suara hak tinggi dan sepatu kulit yang menginjak lantai diantara ricuhnya suara. Sepatu itu dengan cepat menuju kearahnya.

__ADS_1


Setelah sepatu itu sampai didekatnya dia mendengar suara instruksi yang samar-samar. Dia kemudian merasakan tangan kekar seorang bodyguard mengangkatnya sebelum pandangannya menggelap. Senyum tipis segera terbit dari wajahnya yang kuyu. dia lega karena ternyata masih ada orang yang mau membantunya.


__ADS_2