
DORR!!!
Suara tembakan terdengar yang di arahkan ke arah dua perempuan itu tanpa pikir panjang.
Fera kaget karena Aleski malah melindunginya bahkan tanpa sadar air matanya lolos begitu saja tanpa permisi.
Dengan gemetar Fera memeluk Aleski yang sudah tidak sadarkan diri akibat terkena tembakan bahkan tubuhnya hampir jatuh jika Fera tidak cepat menahanya.
"Kenapa kau melakukannya?" gumam Fera dengan suara isak tangis sementara mereka para pria itu mendekat hendak membawa majikanya.
Namun mereka malah tumbang setelah terdengar suara tembakan dan seketika yang lainya mengedarkan pandangannya dengan senjata di tanganya dan betapa terkejutnya saat melihat pria yang sedang tersenyum smirk dan dua tembakan yang terus ia tujukan ke pada mereka.
Fera juga ikut menoleh ke arah Alan dan Leo yang baru sampai ketika melihat mereka Fera langsung menghapus air matanya ia tak ingin di katakan lemah walau mereka tidak akan mengatakannya.
"Kau cepat obati gadis itu, " ujar Alan kepada Leo yang ada di sampingnya dan tanpa berlama-lama dirinya berlari mendekat ke arah dua orang yang sedang bersimpuh di tanah.
Leo hampir saja sampai dan melihat Fera merobek kaos hitamnya di balik jaket kulit bergambar singa itu lalu mengikatnya di lengan Aleski yang mengeluarkan darah itu.
__ADS_1
Tanpa pikir panjang Leo langsung menggendong Aleski yang menurutnya sangat ringan itu.
"Aku tidak menyangka kau akan melakukannya, " gumam Leo yang sudah bisa menebaknya.
Sedangkan Fera mengikuti Leo dari belakang dengan terus mengusap air matanya yang terus saja menetes sebab kejadian itu terulang kembali dirinya takut jika Aleski sampai kenapa-napa sebab jika sampai terjadi Fera akan menyesal selamanya karena lagi-lagi dirinya hanya bisa diam di saat orang lain melindunginya.
"Aku berjanji akan bersikap baik kepadamu, aku tidak akan menyia-nyiakan orang yang baik sepertimu. " gumam Fera.
Sementara Alan di sana terus menembak lawanya yang tinggal sedikit dan mulai berdatangan juga kumpulanya yang sudah siap dengan posisinya.
DOR…DOR…DOR…DOR…DOR…DOR…
DOR…DOR…DOR…DOR…DOR…DOR…
"Kau siapa? kenapa kau ikut campur? " tanya salah satu dari mereka yang masih ada keberanian walau teman-temanya sudah terlelap untuk tidur selamanya.
"Aku rasa itu tidak penting!! " ucap Alan yang merasa emosi sebab mereka sudah berani menyerangnya sampai dirinya belum juga sampai di kota dan malah harus berada di hutan.
__ADS_1
Mereka terus beradu mulut bahkan bukan hanya beradu mulut tapi juga beradu senjata dan akhirnya kumpulan Lion's Revenge yang menang bahkan tidak ada yang kehilangan nyawa.
Setelah merasa semuanya selesai barulah Alan melangkah pergi di ikuti oleh anak buahnya mereka bahkan tidak perduli dengan banyak mayat yang baru saja kehilangan nyawanya.
...✧༺♥༻✧...
Sementara Leo di dalam mobil sedang mengobati luka Aleski sedangkan Fera hanya bisa melihatnya saja.
"Maafkan aku, " ucapnya yang masih saja merasa bersalah sampai-sampai Leo menghela nafas berat.
"Sudah aku katakan itu bukan salahmu, " ucap Leo dengan menatap wajah Fera yang kali ini terlihat murung padahal biasanya ia akan memperlihatkan wajah tegasnya.
"Tap.. " belum selesai Fera berbicara namun sudah terdengar pintu terbuka.
BRAGK!!
Alan membuka pintu depan lalu duduk di samping kursi kemudi yang sudah ada pria yang duduk di sana menggantikan Leo.
__ADS_1
"Jalan!! " ucap Alan singkat dan dengan nada dingin sementara yang di perintahkanya hanya bisa menurut.
Akhirnya mobil berjalan menembus malam yang gelap yang seharusnya mereka sudah sampai namun harus meladeni mereka yang menyerang.