Tolong Aku Tuan Mafia

Tolong Aku Tuan Mafia
Bab 23 | Jangan Galak-Galak


__ADS_3

Sinar matahari mulai menyapa gadis yang masih terbaring di ranjang rumah sakit itu.


Aleski mengerjapkan matanya dan merasa silau sampai dirinya mulai merasa terbiasa akhirnya matanya melirik ke arah kiri dimana terlihat Fera yang masih terlelap dengan tanganya yang memegangi tangan Aleski.


Jari lentik Aleski bergerak membelai rambut pendek Fera dengan lembut dimana berhasil membuatnya terbangun seraya mengucek matanya.


"Eh Sorry Al, aku ganggu ya? " tanya Fera yang takut menggangu tidur gadis di sampingnya itu.


Aleski menggeleng dengan senyum manisnya jujur ia tidak tega melihat Fera tidur dengan posisi duduk yang ia tahu pasti sangat tidak nyaman.


Tok... Tok... Tok...


Terdengar suara pintu di ketuk berhasil membuat dua perempuan yang sedang saling pandang itu menoleh ke arah sumber suara.


"Masuk, " ujar Fera dingin dan singkat.


Cklek..


Pintu terbuka langsung menunjukan suster dengan nampan di tanganya suster itu tersenyum ramah yang di balas senyum oleh Aleski sementara Fera acuh tak acuh.


Suster itu melangkah ke arah dua gadis tersebut lalu meletakan nampan di atas nakas.


"Selamat pagi, maaf jika mengganggu karena sudah waktunya untuk sarapan. " suster berucap dengan nada lembut.

__ADS_1


"Kalo sudah selesai silakan pergi, " ujar Fera dengan ketus sedangkan suster hanya bisa mengangguk mengiyakan lalu melangkah pergi keluar dari ruang rawat Aleski.


"Jangan galak-galak kak Fera itu cantik gak cocok jadi galak udah kayak emak-emak aja, " ucap Aleski dengan terkekeh.


"Bodoamat, lagian aku gak perduli. " jawab Fera dengan ketus dan Aleski hanya bisa geleng-geleng kepala.


"Yaudah mending kamu makan biar cepet sehat, " ucap Fera sembari mengambil mangkok berisi bubur.


"Oh iya sini, " ujar Aleski dengan mencoba membenarkan posisinya menjadi duduk sementara tanganya sudah bersiap untuk menerima mangkok bubur dari Fera.


"Ck sakit gini kok sok-sokan mau makan sendiri, lagian kalo aku bisa bantu ya biar aku aja yang nyuapin kamu. " Fera berdecih merasa heran dengan Aleski.


"Tapi ak... " belum selesai Aleski berbicara tapi tangan Fera sudah ada di bibirnya mendekapnya supaya tidak berbicara panjang bagaikan rel kereta.


Sementara Aleski hanya bisa pasrah dengan apa yang akan Fera lakukan.


...✧༺♥༻✧...


Di tempat lain terlihatlah Alan yang sedang duduk santai di dekat kolam renang dengan rokok yang ia delipkan di jarinya.


Sreet..


Pintu kaca terbuka dan langsung memperlihatkan seorang wanita paruh baya yang langsung menoleh ke arah kanan dimana Alan sedang duduk santai di kursi tanpa menghiraukan wanita paruh baya bernama Grecia Irisliana biasa di panggil Oma Iris.

__ADS_1


Wajah tegasnya yang terdapat kerutan disana menatap ke arah Alan dengan tegas lalu mendudukan dirinya di kursi sebalah Alan.


"Pulang kapan? " tanya Oma Iris kepada cucu satu-satunya yang tersisa di saat kejadian itu menimpa keluarganya.


"Tadi malam, " jawab Alan singkat dengan terus menyesap rokoknya tanpa menoleh sedikit pun ke arah Oma Iris.


"Oh, " Oma Iris hanya ber-oh saja lalu bangkit berdiri di depan kolam renang sebesar lapangan bola basket itu dengan merentangkan kedua tanganya menarik oksigen lalu menghembuskannya.


...✧༺♥༻✧...


Marie terbangun dari tidurnya atau lebih tepatnya pingsan akibat tadi malam, matanya menyapu sekeliling kamar yang luas itu dan langsung melihat Marwin yang sedang merapihkan pakaiannya.


Marie bangkit menendekat ke arah suaminya itu yang hampir saja di bunuh oleh dirinya sendiri jika Marwin tidak cepat bertindak.


"How is my husband whether Aleski has been caught? " tanya Marie dimana berhasil membuat Marwin terdiam akibat pertanyaan Marie.


Otaknya berpikir dan terus berpikir mencari alasan yang menurutnya pas dan tidak mungkin juga ia akan jujur bisa mati nanti.


"Emm... aku pagi ini ada meeting jadi harus berangkat sekarang. " ucap Marwin dengan cepat mengambil tas kantornya sementara Marie hendak membuka suara namun Marwin malah mengcup kening istrinya supaya tidak bertanya lagi.


Marie mendapat kecupan dari suami tercintanya dengan cepat memeluk tubuh kekar Marwin lalu mengecup bibirnya.


"I love you more than anything, " ucap Marie dengan lirih setelah melepas Pangutanya.

__ADS_1


__ADS_2