Tolong Aku Tuan Mafia

Tolong Aku Tuan Mafia
Bab 35 | Cari Aleski


__ADS_3

Tak... Tak... Tak...


Alan melangkahkan kakinya dengan rahang yang tegas berjalan hendak ke pantry melewati ruangan ke ruangan lain, namun langkahnya terhenti saat melihat office boy dimana pria berusia dua puluh lima tahun dengan kumis tipis itu masuk ke dalam ruangan Alan.


"Tuan, "


Sang office boy menyapa dengan menunduk sementara sang atasan nampak tersenyum smrik.


"A-ada yang bisa saya bantu Tuan?" tanya si office boy dengan nada gemetar berhasil membuat senyuman yang terukir di wajah tampan Alan semakin mengembang.


"Tidak, aku hanya ingin membantumu untuk bertemu dengan Tuhan. " ujar Alan sembari mengeluarkan senjata api dari jas kantornya.


"Mak-maksud Tuan? " tanya office boy yang nampak semakin ketakutan.


"Sudahlah, aku tau kau sudah memasukan racun sianida ke kopi dengan cangkir warna cokelat. iya kan? " ucap Alan dengan memasukan peluru ke senjata api yang ada di tanganya.


"Ti-tidak, Tu-tuan saya mana berani meracuni bos saya sendiri. " elak sang office boy.


"Hahaha, baiklah. " Alan tertawa lalu membalikan badanya namun beberapa saat kemudian pria bertubuh kekar itu membalikan tubuhnya.


Dorr!


"Kau kira aku bodoh?" ucap Alan seraya mendekat ke arah office boy yang sudah bersimpuh dengan darah yang terus mengalir dari dahinya yang barusan terkena peluru karena ulah Alan.


"Katakan, siapa yang menyuruhmu? " tanya Alan dengan mengangkat wajah sang office boy.

__ADS_1


"Ti-tidak ada, "


"Jika kau mengatakanya dengan jujur, aku akan membiarkanmu hidup. "


"Felix, "


Dan ternyata tipuan Alan berhasil membuat sang office boy berkata dengan jujur yang langsung membuat Alan merasa senang.


"Katakan, dimana dia? " tanya Alan dengan menempelkan tembakanya ke arah kepala office boy.


"A-aku tidak tau, "


Dorr!


Kali ini sang office boy sudah resmi di katakan sebagai mayat sedangkan si pelaku sudah bangkit dengan menyimpan kembali senjata api yang sudah menewaskan pria berusia dua puluh lima tahun.


...✧༺♥༻✧...


Oma Iris duduk di sebuah gazebo dengan menyesap sebuah teh yang masih mengepulkan asap tipis dari cangkir berwarna merah maroon.


Namun wanita setengah abad itu seketika di kejutkan dengan suara melengking yang sangat di kenalinya.


"Nyonya! " Bi Minah berteriak dengan berlari ke arah Oma Iris, sementara Bi Ina yang melihat tingkah temanya segera menginjak kaki Bi Minah.


"Aduh! "

__ADS_1


Pletak!


Setelah menginjak kaki tak lupa juga Bi Ina memberi bonus dengan sebuah sentilan yang cukup keras.


"Jangan kenceng-kenceng, " ucap Bi Ina dengan menatap tajam Bi Minah yang sedang mengusap keningnya yang terasa panas.


"Iyo ngampurane, " ujar Bi Minah.


"Ehem! " suara deheman Asisten Fay berhasil membuat dua wanita itu seketika tersadar.


"Ada apa? " tanya Oma Iris dengan menatap dua wanita yang paling heboh di rumahnya.


"Non Aleski hilang, " jawab Bi Minah dan kali ini volume suaranya tidak terlalu besar sementara Oma Iris tampak memberi kode kepada Asisten Fay.


Asisten Fay yang paham dari kode wanita setengah abad di depanya langsung memberikan hendpone miliknya.


"Cari Aleski, " Oma Iris langsung menghubungi Alan dan tanpa basa basi langsung memberikan sebuah titah yang harus di laksanakan.


...✧༺♥༻✧...


Alan yang baru saja menerima telepon dari Oma Iris langsung membuang nafas dengan kasar lalu hendak berkomentar.


"Tapi.. "


Tut... Tut.. Tut..

__ADS_1


Sambungan telepon terputus yang berhasil membuat Alan geram dengan tingkah wanita setengah abad itu.


"Sialan, memangnya seberapa berharganya sih gadis itu? " gumam Alan namun walau dirinya merasa geram titah Oma Iris harus di laksanakan dan karena itu Alan langsung menghubungi anak buahnya.


__ADS_2