Tolong Aku Tuan Mafia

Tolong Aku Tuan Mafia
Bab 26 | Mati Kutu


__ADS_3

Oma Iris sudah siap dengan penampilanya ia memakai batik dengan rambut yang di sanggul dan riasan tipis bahkan Oma Iris sekarang terlihat lebih muda.


Kakinya melangkah menuju pintu besar berwarna putih dengan ukiran berlian lalu tanganya mengetuk pintu.


Tok... Tok... Tok...


Sreet...


Pintu terbuka oleh pelayan perempuan yang juga memakai pakaian formal mereka menunduk memberi hormat kepada nyonya besar.


"Bagaimana Fay? " tanya Oma Iris dengan dingin menatap Asisten Fay.


"Sudah selesai Nyonya, " Asisten Fay berucap lalu tanganya memutar kursi yang di duduki Aleski untuk menghadap ke arah Oma Iris.


Deg..


Oma Iris merasa takjub dengan penampilan Aleski yang sekarang terlihat sangat cantik dengan mengenakan pakaian batik dan riasan tipis dengan rambut yang di gelung menyisakan beberapa helai rambut di depan, namun Oma Iris tidak menunjukan ketakjubanya dirinya tetap menunjukkan wajah datar.


"Yasudah, ayo. " ujar Oma Iris yang langsung mengayunkan kakinya dengan sangat anggun.


"Mari, " ucap Asisten Fay yang lagi dan lagi mengulurkan tanganya dan Aleski hanya bisa menurut.


Dengan susah payah Aleski melangkah sebab dirinya lagi-lagi harus memakai sepatu tinggi.

__ADS_1


***


Alan keluar dari kamar dengan mengenakan jaz dan di ujungnya terdapat motif batik.


Mereka memang menggunakan pakaian bermotif batik dimana asalnya dari toko Butik Oma Iris yang sudah sangat terkenal bahkan sudah tersebar di luar negeri bukan hanya itu aneka kuliner Indonesia pun ada.


Alan menuruni tangga dengan langkah tegas menghampiri Oma Iris dan terlihat juga di tangga satunya Aleski turun dengan bersusah payah ingin ia lepaskan sepatu aneh itu namun di larang oleh Asisten Fay katanya Aleski harus anggun.


Alan berjalan mengabaikan dua perempuan itu dirinya menuju mobil mewah dan menunggu di sana di samping kursi kemudi dimana sudah ada supir.


...✧༺♥༻✧...


Terlihat Marwin juga sudah siap dengan memakai jaz hitam sedang menunggu istrinya.


"Sudah siap? " tanya Marwin balik tersenyum dengan di balas anggukan oleh Marie dan akhirnya mereka bergandengan keluar dari rumah menuju tempat dimana kumpulan kendaraan mewah terparkir rapih.


...^^^✧༺♥༻✧^^^...


Lampu-lampu menyala dengan banyaknya orang yang tengah berbincang ria.


Tiga orang itu turun dari mobil dengan Aleski yang berjalan paling belakang dengan mata yang terbelalak melihat tempat yang sangat cantik apalagi mulutnya beh sudah terbuka lebar sangking terpesona dengan tempat yang menurutnya sangat aduhay.


"Selamat datang Nyonya Iris, "

__ADS_1


Bughk...


"Aduh, "


"His, kau ini memangnya tidak bisa lihat apa?! " ujar Alan dengan nada keras berhasil mengalihkan perhatian para tamu yang lain begitu juga dengan wanita memakai gaun yang memperhatikan orang yang asing baginya bahkan seumur hidupnya bertemu dengan Nyonya Iris tidak pernah melihat Aleski.


"Wah apakah gadis cantik ini kekasih Alan? " tanya wanita itu yang tak mendapatkan jawaban apapun semuanya diam begitu juga Oma Iris yang hanya diam dengan wajah datar berhasil membuat wanita bernama Anesa menjadi canggung karena di abaikan.


"Oh maaf, baiklah lebih baik masuk acara sebentar lagi akan di mulai. " Anesa mempersilahkan namun Oma Iris hanya diam sementara Alan hendak melangkahkan kakinya namun ujung jaz nya di cekal oleh Oma Iris.


"Aku ingin ke kamar mandi sebentar, Lan. Kau jaga Aleski, " ujar Oma Iris dingin tanpa menoleh dan langsung menarik tangan Anesa wanita paruh baya dia adalah istri Gemal.


Anesa hanya bisa menurut sebab Oma Iris adalah tamu yang sangat penting namun sangatlah misterius bisa di lihat dari sikapnya yang sangat dingin sementara Alan mendengus kesal namun dirinya juga tidak bisa membantah akhirnya dia menoleh ke arah Aleski yang malah asyik memperhatikan sekitar dengan ekpresi terpana berhasil membuat Alan kesal baginya Aleski sangatlah berlebihan.


Aleski terus terpana namun dirinya kembali tegang saat tidak sengaja melihat sebuah mobil mewah dan terlihatlah dua orang yang tampak mesrah turun dari mobil dan tentu saja Aleski mengenalnya bagai mana tidak? mereka adalah orang tuanya.


Dengan cepat Aleski menoleh ke arah Alan yang sudah berjalan lalu dirinya berlari langsung memeluk tubuh Alan untuk bersembunyi.


"Tolong aku tuan mafia, "


Deg...


Alan seketika mati kutu di peluk oleh Aleski ingin menolak namun dirinya tidak bisa malah matanya asyik memandangi wajah Aleski yang sangat cantik.

__ADS_1


'Astaga kenapa dia malah memeluku? '


__ADS_2