Tolong Aku Tuan Mafia

Tolong Aku Tuan Mafia
Bab 25 | Apa Harus Ya?


__ADS_3

Hari ini Aleski tinggal di rumah mewah namun ia tetap saja di abaikan bahkan sikap Oma Iris tetap acuh tak acuh kepada Aleski dan Alan pun sama.


Sekarang Aleski tengah berjalan dengan menundukkan kepalanya, bahkan Aleski merasakan hidupnya sangat rumit berbeda dengan orang lain.


Brugh!


"Eh maaf, " dengan cepat Aleski berjongkok untuk mengambil kertas-kertas yang berserakan di lantai keramik.


"Jangan sentuh!! " bentak Alan seraya menendang Aleski supaya menjauh dari kertas-kertas tersebut dan dengan satu gerakan Alan mengambil kertas tersebut lalu melangkah pergi.


"Gitu banget ya jadi orang, " gumam Aleski seraya bangkit lalu mengusap roknya setelahnya dirinya berjalan kembali.


***


Alan masuk ke dalam ruang kerjanya lalu meletakan kertas-kertas itu di atas meja lalu dirinya duduk melamun.


Tok... Tok... Tok...


Pintu di ketuk dimana berhasil membuat Alan tersadar dari lamunannya dengan mendengus kesal.


"Masuk, "


Cklek...


Suara pintu terbuka dan ternyata yang mengetuk pintu adalah Oma Iris dengan membawa sebuah undangan.

__ADS_1


Oma Iris duduk di sofa dengan anggunya namun ekpresinya tak pernah berubah masih datar.


"Ada apa? " tanya Alan dingin seraya mengambil rokok di atas meja.


"Kita di undang oleh pak Gemal, semuanya harus datang." jelas Oma Iris dengan melempar undangan dan tepat di atas meja.


"Hm, " Alan hanya merespon dengan deheman.


"Ajak Aleski juga," ujar Oma Iris yang berhasil membuat Alan kaget.


"Apa harus ya? " tanya Alan menatap Oma Iris yang hampir membuka pintu.


"Harus, " jawab Oma Iris lalu membuka pintu setelah itu keluar.


"Sialan, " umpat Alan sembari meraup wajahnya kasar merasa kesal karena gadis itu sekarang selalu muncul di hidupnya.


...✧༺♥༻✧...


"I'm waiting for your presence, " ucap laki-laki dengan tubuh gemuk bernama Gemal seorang pengusaha sukses.


"I will definitely come, " ujar Marwin yang sudah pasti akan datang namun bukan untuk menikmati acara tetapi untuk mencari pengusaha sukses yang mau bekerja sama denganya untuk membesarkan perusahaan miliknya.


"Oh oke, dan jangan lupa take your wife too. " pria bertubuh gemuk itu berucap dengan antusias.


"Yasudah, saya rasa pertemuan kita sampai disini dulu nanti kita sambung di acara. " lanjutnya seraya bangkit begitu juga dengan Marwin yang ikut bangkit untuk bersalaman dengan pak Gemal pengusaha tambang.

__ADS_1


Setelah bersalaman Pak Gemal undur diri dan dengan gagahnya dirinya keluar dari ruangan Marwin dengan pemandangan kota metropolitan yang bisa di lihat dari kaca besar,


...✧༺♥༻✧...


Sementara itu Aleski tengah berbincang dengan wanita muda asal Jawa bernama Suminah yang mengenakan baju polos lengan panjang dengan memakai rok plisket berwarna abu-abu dan rambut yang di gelung.


"Melas yo, sampeyan iki masih muda tapi wis ngrasakna urip susah, emang pancen walau horang kaya tapi gak ada keharmonisan yo mesti rasane hambar. " ucap Bi Minah yang merasa kasian kepada Aleski.


Sementara Aleski hanya tersenyum, jujur dalam bahasa Jawa dirinya tidak paham sebab sewaktu kecil Bibi pelayan rumah hanya mengajarkan bahasa Indonesia.


"Permisi, " sebuah suara berhasil membuat dua orang yang sedang asyik mengobrol sembari meracik bumbu untuk memasak itu menoleh.


"Nona Aleski mari ikut saya, " ujar wanita cantik dengan memakai pakaian formal itu menyuruh Aleski untuk mengikutinya entah kemana.


"Aben ngendi? " Bi Minah yang notabenya orang yang kepo langsung bertanya kepada wanita bernama Rafaysa Nanda yang di kenal sebagai Asisten Fay yaitu asisten pribadi Oma Iris untuk mengurus segala kebutuhanya.


"Eem.. mohon maaf saya rasa tidak perlu di jelaskan. " jelas Asisten Fay dengan nada lembut dia adalah Asisten yang ramah makanya dirinya sangat di sukai karena sikapnya.


"Mari Nona Aleski, " Asisten Fay kembali mengajak Aleski dengan tangan yang terulur untuk di pegang oleh Aleski.


Dengan ragu Aleski memegang tangan Asisten Fay yang lembut itu lalu mereka berjalan meninggalkan Bi Minah yang sudah kepo sangat kepo oh pasti nanti dirinya akan menanyai Aleski.


"Maaf, mau kemana ya? " tanya Aleski sedangkan Asisten Fay tersenyum lalu berkata.


"Nyonya mengajak anda untuk datang ke pesta, " jelas Asisten Fay. "Oh ya dan sekarang saya di tugaskan untuk mempersiapkan anda Nona Aleski. " lanjutnya dengan tersenyum.

__ADS_1


Aleski tidak berkata-kata lagi dirinya sekarang ini hanya bisa menurut dan akhirnya Asisten Fay membawa Aleski masuk ke dalam ruangan mewah yang penuh dengan gaun mewah.


Sementara Asisten Fay mulai menyiapkan pakaian yang menurutnya cocok untuk Aleski setelah itu dirinya akan merias Aleski.


__ADS_2