Tolong Aku Tuan Mafia

Tolong Aku Tuan Mafia
Bab 29 | Wanita Tua Bau Tanah Yang Pintar


__ADS_3

Marie melepas tanganya yang tadi mencengkram kuat dagu Aleski sampai kesakitan.


Marie mengambil cater lalu mengasah nya sebentar supaya lebih tajam sementara Aleski sudah gemetaran ketika melihat benda tajam di depan matanya sendiri maka dari itu Aleski melangkah sedikit demi sedikit namun kaki Marie dengan cepat mencekal kaki Aleski hingga si empunya terjatuh.


Bruk...


"Sorry i did it on purpose, " ucap Marie dengan nada mengejek seraya membungkuk dan mencengkram kuat wajah Aleski kembali sampai cater yang di pegangnya menggores wajah Aleski


"Oh sorry because the thing i held you became in pain, " Marie memasang wajah kasihan dan dengan cepat dirinya menjauhkan tanganya dari wajah anak perempuannya, dengan cepat pula Marie mengelus lengan Aleski untuk memenangkan anaknya namun Aleski meringis kesakitan saat merasakan benda tajam menggores kulitnya sampai membuat pakaian tebal yang ia pakai robek. sedangkan sang pelaku hanya menyeringai yang semakin membuat wajahnya menyeramkan, begitu juga dengan Marwin dirinya hanya duduk menonton acara penyiksaan di depanya dengan santai.


Aleski hanya bisa meneteskan air matanya berusaha menahan rasa sakit di tanganya yang sekarang sudah mengeluarkan darah segar namun walau darah sudah mengalir bukan berarti elusan lembut dari Marie berhenti bahkan ia semakin bersemangat untuk mengusap lengan anak perempuannya.


"A-ampun, sakit Mah!. " ringis Aleski sementara Marie merasa tidak tega dan karena itu tanganya meletakan cater di lantai lalu memeluk Aleski.

__ADS_1


"Maafkan aku, " ucapnya dengan memeluk erat Aleski dan tidak lupa membelai kepala Aleski dengan lembut bahkan sangat lembut sementara yang di peluk seketika merasa heran kenapa wanita iblis ini memeluknya apakah dia sudah sadar? atau ada setan yang merasuki dirinya?


"But i want to torture you, karena aku ingin kau menderita. wahai anak HARAM! " lanjutnya dengan menatap tajam Aleski yang kembali ketakutan.


"Hahaha, dasar orang BODOH! mau saja di tipu. " tawa Marie menggema berhasil membuat siapa saja yang ada di situ menjadi merinding.


Setelah puas tertawa Marie menoleh ke arah para pengawal sementara mereka yang tau maksud dari bosnya itu mengangguk paham setelah itu mereka mendorong sebuah meja kayu yang di atasnya terdapat banyak senjata.


Setelah meja sudah ada di depan mata dengan cepat Marie menarik Aleski untuk segera berdiri lalu tanganya menggerakan tangan Aleski untuk menyentuh benda tajam itu, dimana berhasil membuat Aleski keringat dingin di buatnya.


"Ok, I will kill you with golok. tapi kau mau aku bunuh seperti apa? di penggal? di tusuk? di potong? atau aku pisahkan kulit dari dagingmu? " tanya Marie sekali lagi namun Aleski malah menangis dengan menggelengkan kepalanya sementara Marie merasa emosinya semakin memuncak hingga dirinya mendorong Aleski hingga terjatuh.


"Baiklah Aku akan memenggal kepalamu lalu aku berikan kepada Anjing sementara tubuhmu akan aku bakar menjadi ABU setelahnya aku akan membuangnya ke laut!! " pekik Marie seraya mengambil golok sedangkan Aleski menangis dirinya sekarang merasa ketakutan namun walau dirinya sudah ketakutan Marie akan melakukannya sekarang juga bahkan tanganya sudah di angkat hendak menebas leher Aleski namun...

__ADS_1


Dorr!!


Tanganya terkena peluru dan Marie merasa ketakutan sekaligus kesakitan ketika melihat darah mengalir dari pergelangan tanganya sementara golok yang ia pegang sudah terjatuh.


Marwin yang melihat istrinya terkena tembakan tidak tinggal diam maka dari itu dirinya bangkit namun langkahnya terhenti saat mendengar suara seseorang.


"Ternyata kau sama saja seperti Atalie dan Harison, " seorang wanita paruh baya berucap dengan nada datar sementara tanganya sibuk membersihkan pistol di tanganya dengan sesekali meniupnya, membiarkan Marie terkejut karena wanita tua di depanya tau nama orang tuanya.


"Dasar wanita TUA!! bau tanah, dari mana kau tau nama itu? " tanya Marie dengan suara nyaring sementara wanita itu menjawab dengan entengnya.


"Oh tentu saja tau, karena saya Grecia Irisliana. wanita tua bau tanah yang pintar. " Oma Iris berbicara dengan nada membanggakan dirinya sendiri.


Aleski bangkit namun dirinya masih tetap diam di tempat tidak mau dekat-dekat dengan dua orang yang terlihat akan memulai perang, dan Marwin juga sama dirinya tetap berdiri tidak mendekat sekalipun.

__ADS_1


Marie mengambil tembakan lalu menarik pelatuk untuk menembak Oma Iris dan seketika.


Dorr!!


__ADS_2