Tolong Aku Tuan Mafia

Tolong Aku Tuan Mafia
Bab 22 | Dasar Marwin Bodoh!!


__ADS_3

Terlihat Aleski tengah berada di tempat yang sangat indah namun ia di kagetkan saat melihat dua lelaki dan perempuan tengah tersenyum ke arahnya.


Aleski tidak mengenal mereka namun dirinya seperti tidak asing dan dengan langkah pelan Aleski mendekat ke arah dua orang itu.


Namun tanpa aba-aba mereka langsung memeluk Aleski dengan sangat erat seperti tidak mau kehilangan.


"Kau sudah besar ya, cantik lagi. " perempuan itu berucap dengan suara lembut.


"Ka-kalian siapa? " tanya Aleski yang di serang oleh rasa penasaran sementara yang di tanya hanya tersenyum dengan terus membelai rambut Aleski.


"Maafkan kami yang meninggalkanmu, dan karena itu kamu harus menderita tapi kami yakin kamu pasti akan menemukan kebahagiaan." kali ini yang berbicara pria di samping perempuan tadi.


"Aku tidak mengerti maksud kalian, " Aleski melepaskan genggaman mereka dengan alis yang saling bertautan.


Namun lagi-lagi mereka hanya tersenyum lalu berpegangan tangan seperti ingin pergi.


"Kembalilah, teruslah berjuang di sana dan janganlah kamu menyerah karena di balik penderitaan pasti ada kebahagiaan. " ucap prempuan itu setelahnya mereka berjalan pergi meninggalkan Aleski sendirian.


Sementara di ruangan yang terlihat banyak orang itu mulai bernafas lega karena peluru sudah berhasil di keluarkan.


...✧༺♥༻✧...


"Gagal lagi gagal lagi!! " Marwin berteriak sekencang mungkin dengan terus melemparkan apapun yang ada di sekitarnya.

__ADS_1


PRANG!!


Cklek!!


Pintu ruangan itu terbuka dan langsung menampakan Marie yang terlihat emosi dapat di lihat dari ekpresinya.


"DASAR MARWIN BODOH!! " Marie berteriak dengan mengeluarkan pisau lipat yang sudah berlumuran darah sepertinya ia baru saja membunuh seseorang.


Marwin mundur namun Marie malah maju dengan mengangkat pisau lipatnya apalagi wajahnya sangat menyeramkan dengan seringaian bahkan Marwin merasa istrinya itu bukanlah Marie.


"Tenangkan dirimu! " Marwin berucap dengan gemetar sedangkan dirinya sudah tidak bisa bergerak sebab sudah mentok di tembok bercat hitam itu.


"Memangnya apa yang salah dengan diriku? " Marie berucap dengan semakin berseringai bahkan ia mulai melayangkan pisau lipatnya itu.


JLEB!


...✧༺♥༻✧...


CKLEK!!


Pintu terbuka dan terlihatlah Dokter keluar dari ruangan seraya membuka maskernya sementara Fera segera mendekat.


"Bagaimana Dok? dia gak kenapa-napa kan? " Fera langsung bertanya dengan wajah khawatir.

__ADS_1


"Pasien tidak kenapa-napa, pelurunya juga sudah berhasil di keluarkan dan sekarang akan segera di pindahkan tinggal menunggu sadar saja. " Dokter perempuan itu berucap dengan senyum manisnya yang tak pernah luntur.


Fera sekarang sudah bisa bernafas lega karena apa yang ia khawatirkan tidak terjadi entah kenapa rasa panik itu kembali ia rasakan setelah bertahun-tahun sejak kejadian tragis dulu sewaktu dirinya kecil.


"Kalo begitu saya pamit undur diri, " sang Dokter berpamitan sebab kerjaanya sudah selesai sedangkan Fera hanya mengangguk.


CKLEK!!


Pintu ruangan itu kembali terbuka dan sekarang menampakan para perawat yang sedang mendorong ranjang dimana Aleski sedang berbaring di sana yang masih menutup matanya rapat bahkan wajahnya sangat pucat.


Fera mengikuti mereka yang membawa Aleski masuk ke dalam ruang rawat VVIP yang sangat mewah itu bahkan fasilitasnya sangat lengkap.


Setelah pekerjaan selesai barulah mereka keluar dan sekarang hanya ada Fera dan Aleski.


Fera duduk di samping ranjang dengan membelai tangan pucat Aleski sampai dirinya merasa mengantuk dan akhirnya tertidur dengan posisi duduk.


...✧༺♥༻✧...


JLEB!!


Dengan terpaksa Marwin menyuntikan penenang itu ke arah Marie dan akhirnya tubuhnya tumbang dan untungnya Marwin dengan cepat menangkapnya.


Tadinya ia kira Marie akan bisa di tenangkan tanpa di berikan penenang namun emosinya tidak dapat di kontrol sampai akhirnya Marie hendak membunuh suaminya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2