
Beberapa hari sudah Aleski lewatkan di rumah sakit dengan rasa bosan sebab dirinya hanya berbaring di ranjang dan sekarang akhirnya dirinya sudah di perbolehkan untuk pulang bahkan ia sudah berada di mobil sekarang dengan Fera di sampingnya dan Leo di kursi kemudi.
Dua orang itu sudah berdiskusi kemaren bahwa akan menanyakan akan di kemanakan Aleski selanjutnya awalnya Leo menyarankan untuk membawa pulang Aleski kembali ke rumah namun Fera melarangnya menurutnya lebih baik bertanya terlebih dahulu kepada Alan bos mafia Lion's Revenge sekaligus seorang Ceo Agm Corp perusahaan paling maju di negara ini bahkan sudah tersebar ke seluruh dunia.
Sementara Aleski hanya bisa duduk manis ia sudah menyerahkan nasib selanjutnya kepada mereka sebab dirinya hanya bisa bergantung kepada dua orang itu jika nanti di buang ya sudah ia akan manut tapi kalo di pertahankan ya itu baik.
...✧༺♥༻✧...
Di tempat lain tepatnya di sebuah rumah besar dan mewah terlihat gadis cantik dengan memakai gaun selutut berwarna merah dengan rambut ukelnya dan riasan tebal gadis itu membawa tote bag.
Gadis itu langsung masuk ke dalam rumah tanpa permisi bahkan dirinya langsung membuka pintu sendiri tanpa menunggu di bukakan dimana dirinya berhasil mengagetkan Oma Iris yang berada di ruang tamu.
"Hallo! Oma kesayanganku apa kabar. " gadis itu menyapa Oma Iris seraya memeluknya sementara si empunya tidak membalas sedikit pun masih dengan ekpresi datarnya.
Sementara gadis yang bernama Mirachela Fathiya itu segera melepas pelukanya dengan mencoba untuk sabar menghadapi wanita setengah abad ini.
"Oh ya Oma, Mira dengar kak Alan udah pulang ya? " tanya Mira setelah mendudukan dirinya di sofa.
"Hm, " Oma Iris hanya menjawab dengan deheman bahkan ekpresinya masih datar.
"Oooh yasudah aku ingin menemui kak Alan, " Mira bangkit hendak menemui Alan namun tanganya di cekal oleh Oma Iris dengan sangat kencang.
__ADS_1
"Sebaiknya kamu jangan menemui dia terlebih dahulu, lagian kau akan menjadi nyamuk di sana. " ucapan Oma Iris begitu menohok bagi Mira dan akhirnya ia hanya bisa menuruti kemauan orang yang khas dengan ketegasanya.
"Baik Oma, tapi Mira boleh menemani Oma? " tanya Mira menatap wajah Oma Iris.
"Terserah, " jawab Oma Iris dengan datar dan akhirnya mereka hanya saling diam.
...✧༺♥༻✧...
Sementara itu mobil berjenis Crossover SUV terparkir di halaman rumah mewah dan terlihat tiga orang itu turun dari mobil lalu Fera menggandeng tangan Aleski masuk ke dalam.
Ting.. Tong.
Leo memencet tombol yang mengeluarkan sebuah suara yang khas dan setelahnya pintu besar dengan ukiran yang cantik terbuat dari berlian terbuka lebar oleh laki-laki memakai jaz.
"Terimakasih, oh ya Alan ada? " tanya Leo mewakili dua orang yang hanya bisa diam.
"Tuan Alan ada di ruang kerja, " jawab pria tadi yang bernama Ferdi.
"Bisa tolong panggil kan? " tanya Leo dan di balas anggukan oleh pak Ferdi.
"Baik, silakan masuk Tuan dan Nyonya. " ujar pak Ferdi dan mereka akhirnya masuk lebih dalam sementara pak Ferdi segera menuju ruang kerja Alan.
__ADS_1
Mereka berjalan dan langsung terlihat Oma Iris dengan Mira di sampingnya yang terus mengoceh mencari perhatian sementara yang di depanya hanya diam saja.
"Selamat siang Oma Iris, " Fera dan Leo kompak menyapa sedangkan Aleski hanya bisa diam dan tersenyum sebab dirinya tak mengerti sedikit pun.
"Fera, Leo kalian datang." Oma Iris bangkit mendekat ke arah mereka berdua namun langkahnya terhenti saat melihat seorang gadis yang asing baginya begitu juga dengan Mira yang menoleh dan seketika dia terpaku ketika melihat Aleski.
Oma Iris sontak saja menatap ke arah Leo meminta jawaban dan Leo yang mengerti segera memberi tahu namun dirinya tidak jadi sebab suara bariton Alan sudah terdengar.
"Ada apa? " tanya Alan dingin yang langsung duduk dengan kaki di angkat dimana berhasil membuat Mira sangat senang karena pria pujaanya akhirnya datang.
"Oh lebih baik kalian duduk, " ujar Oma Iris lalu duduk kembali.
"Kenapa dia masih ada di sini? " tanya Alan sembari menunjuk Aleski dengan dagunya.
Leo hendak menjelaskan namun terpotong karena Bibi pelayan datang dengan membawa minuman sekaligus cemilan.
Setelah Bibi pelayan pergi barulah Leo menjelaskan semuanya bahkan dari tadi hanya Leo yang menjelaskan sementara Fera dia dengan santainya mengunyah permen karet yang selalu di bawa dan Aleski dirinya hanya bisa diam.
"Aku hanya ingin meminta saranmu, " ujar Leo setelah selesai menjelaskan dan berhasil membuat Alan mendengus kasar.
"Buang Saj, " belum selesai Alan berbicara sudah di potong oleh Oma Iris yang berhasil membuat mereka kaget bahkan Mira sampai menatap tajam ke arah Aleski.
__ADS_1
"Tinggal di sini saja,"