Tolong Aku Tuan Mafia

Tolong Aku Tuan Mafia
Bab 40 | Kalau Mereka Bukan Orang Tua Kandungmu?


__ADS_3

Aleski tengah duduk di kursi yang ada di taman dengan sesekali dirinya menghela nafas entah kenapa.


"Aleski, " suara tegas terdengar dengan di iringi suara langkah kaki mendekat ke arah Aleski.


Aleski mendongak, "Nyonya, " karena itu dengan cepat Aleski bangkit dengan kepala menunduk.


"Santai saja, " ujar Oma Iris seraya duduk di kursi taman.


"Duduk, "


Aleski menurut lalu duduk di samping Oma Iris dengan kepala setengah menunduk sementara Oma Iris berdehem untuk bersiap berbicara yang entah apa yang akan di ucapkanya.


"Straight to, aku ingin bertanya apa benar kau anak dari Syakil Marwin dan Marie Atalie? " tanya Oma Iris dengan menatap Aleski yang menjawab dengan anggukan Kepala.


"Hmm,, apa kau yakin mereka orang tua kandungmu? " pertanyaan Oma Iris berhasil membuat Aleski mendongak untuk menatap wajah tegas berkeriput wanita yang sudah berumur.


"Ya, saya yakin. "


"Kalau mereka bukan orang tua kandungmu? apa yang akan kamu lakukan? "


"Maaf saya tidak mengerti, "

__ADS_1


"Memangnya ada orang tua kandung yang tega menyiksa anaknya sendiri? "


"Tentu jawabanya, Tidak!! orang tua itu melindungi bukan menyelakai, orang tua itu membahagiakan anaknya bukan malah membuat anaknya tersiksa. orang tua itu menyayangi bukan malah membenci, orang tua itu mendukung apa yang anaknya inginkan bukan malah mengekang. "


Aleski tertegun mendengar apa yang baru saja Oma Iris katakan, Ya. semua itu memang benar dirinya selalu di kekang bahkan selalu di siksa dan entah apa alasan mereka membenci dirinya.


"Orang tuamu menyelakai, menyiksa, membenci, mengekang apa kau tau alasanya? " tanya Oma Iris yang hanya di balas dengan gelengan Kepala.


Nampak Oma Iris tertawa kecil lalu kembali berucap "Itu karena mereka bukan orang tua kandungmu, orang tua kandungmu bukan Marwin dan Marie tapi Eline dan Nicholas. "


Aleski tercengang dengan menatap wanita paruh baya yang sudah mengatakan demikian namun Aleski belum bisa percaya.


"Mereka sudah mati terbunuh di tangan mereka, tapi kalau kau masih tidak percaya cobalah kau tanyakan saja dengan orang yang kau percayai. "


Seulas senyum terpampang di wajah tua Oma Iris dirinya yakin bahwa Aleski akan mencari tau tentang kebenarannya.


"Aku pamit, "


Oma Iris bangkit seraya berjalan menuju rumahnya meninggalkan Aleski sendirian yang masih mematung.


Sebenarnya Oma Iris tidak ada niatan untuk memberi tahu Aleski tentang kebenarannya namun dirinya rasa drama ini harus cepat tuntas agar semuanya jelas.

__ADS_1


***


Aleski masih termenung di kursi taman, otaknya mencoba mencerna ucapan Oma Iris.


Aleski menghela napas panjang sebelum mendongak dan melihat supir Oma Iris tengah mengelap kaca mobil dengan bernyanyi entah menyanyikan lagu apa.


Otaknya bekerja dan berfikir ketika sudah mantap dengan apa yang di peroleh otaknya akhirnya Aleski bangkit melangkahkan kakinya ke arah supir yang bernama Riadi.


"Permisi, "


"Non, "


Supir Riadi tersenyum ramah menatap Aleski yang diam sesaat hingga kata-kata yang ingin dirinya ucapkan akhirnya terlontar.


"Boleh antar ke rumah orang tua saya?"


"Oh ya boleh atuh masa sih gak boleh, "


Supir Riadi tersenyum lalu mulai membukakan pintu mobil dan Aleski masuk ke dalam.


Di perjalanan Aleski hanya diam memikirkan apakah keputusanya tepat atau tidak ia juga merasakan cemas jika dirinya akan bertemu dengan ibunya.

__ADS_1


__ADS_2