Tolong Aku Tuan Mafia

Tolong Aku Tuan Mafia
Bab 27 | Rencana Marie


__ADS_3

"Lepas!" ucap Alan dengan ketus sembari terus berusaha melepas pelukan Aleski yang malah semakin erat.


"Tolong aku tuan mafia, " ucap Aleski dengan menenggelamkan wajahnya di dada bidang Alan.


"Ck, murahan! kau hanya modus saja kan? sudahlah mengaku saja. " ujar Alan dengan terus berusaha melepas pelukan Aleski.


Aleski yang merasa tidak enak hati dan tidak mau juga di kira modus akhirnya mengintip untuk melihat apakah orang tuanya masih ada atau sudah pergi.


'Syukurlah, '


Aleski merasa lega karena dua sejoli itu sudah pergi entah kemana dan akhirnya Aleski melepas pelukanya namun dirinya tidak berani menatap wajah Alan yang mungkin saja sudah sangat menyeramkan dengan tanduk yang keluar.


Akhirnya Aleski mundur dan terus mundur dengan menunduk dirinya hanya ingin menghindar dari pria di depanya itu yang sangat ketus.


"Aaah.. "


Deg...


Beruntung Alan dengan cepat menangkap Aleski yang hampir jatuh karena sepatu anehnya dan sekarang mata mereka saling menatap berhasil membuat para tamu kembali fokus ke arah dua orang yang mereka kira adalah sepasang kekasih.


[Wah mereka sangat cocok]


[Seperti drama di film]


[Sangat manis sekali]

__ADS_1


[Aku jadi iri]


[Betapa beruntungnya si perempuan mendapatkan pria tampan]


Mereka saling berbisik membicarakan dua orang yang terlihat seperti sepasang kekasih.


Sementara Alan dengan cepat melepaskan tanganya dari pinggang ramping Aleski.


Dengan langkah cepat Alan melangkah meninggalkan Aleski sendirian yang hanya bisa melongo.


Namun beberapa saat kemudian Aleski tersadar dan langsung menyusul Alan masuk ke dalam gedung yang sudah mulai ramai itu.


Sampai-sampai dirinya tidak menyadari jika ada yang memperlihatkanya dengan tersenyum lalu masuk ke dalam gedung.


...✧༺♥༻✧...


Dan dari kejauhan terlihat pasangan suami istri yaitu Tuan Gemal dan Nyonya Anesa orang yang menyelenggarakan pesta yang sangat meriah ini.


"Good evening overyone, thank you for coming to our Universary event. " Anesa berucap dengan antusias.


Di tengah acara yang meriah terlihat Aleski yang terlihat risih karena panggilan alam rasanya ingin segera ke kamar mandi.


"Kenapa? " tanya Oma Iris dengan dingin tanpa menoleh sedikitpun.


"Maaf, Saya boleh ijin ke kamar mandi? " tanya Aleski hati-hati.

__ADS_1


"Hm, " Oma Iris hanya menjawab dengan deheman sementara Aleski langsung berlari terbirit-birit menuju kamar mandi.


Sedangkan Alan sibuk meladeni para pengusaha yang ingin bekerja sama denganya bahkan Alan sampai bosan baginya perusahaan kecil tidak pantas bekerja sama denganya.


...✧༺♥༻✧...


"Dasar pelayan gak guna, berani-beraninya dia! " Marie terus berceloteh di dalam kamar mandi dan bersiap untuk membuka pintu.


Cklek..


Deg..


Matanya menangkap seorang gadis memakai batik berjalan terburu-buru masuk ke dalam toilet dan entah kenapa Marie merasa tidak asing dengan apa yang baru dilihatnya karena sangat mirip dengan Aleski walau penampilannya memang berbeda namun postur tubuhnya sama persis.


"Nona, " Marie memanggil gadis itu namun terlambat dia sudah masuk ke dalam toilet.


Walau terlambat tapi Marie tetap menunjukan senyum smirk otak liciknya mulai bekerja.


Marie mengayunkan kakinya keluar dari kamar mandi lalu menghentikan salah satu pelayan yang sedang membawa minuman.


"Kau mau uang? " tanya Marie sementara yang di tanya malah kebingungan karena tiba-tiba ada yang mengatakan demikian.


"Maksud Nyonya apa ya? " tanya pelayan itu butuh penjelasan.


Marie merogoh tas-nya mengambil puluhan uang berwarna merah dan menunjukan uang tersebut di depan si pelayan perempuan.

__ADS_1


"Aku akan memberikan uang ini, asalkan kamu mau melakukan sesuatu. " ucap Marie sementara pelayan yang melihat uang sebanyak itu seketika terhipnotis dan tanpa sadar langsung menganggukan kepalanya.


Marie tersenyum smrik lalu mulai mengatakan apa yang harus pelayan itu lakukan dan si pelayan itu manggut-manggut baginya apa yang di perintahkan Marie sangatlah gampang segampang membalikan tangan.


__ADS_2