Tolong Aku Tuan Mafia

Tolong Aku Tuan Mafia
Bab 28 | Terkena Jebakan


__ADS_3

Aleski keluar dari toilet dengan bernafas lega akhirnya apa yang ia ingin lakukan sudah di tuntaskan.


"Lega sekali, " gumamnya seraya keluar namun dirinya di kagetkan ketika merasakan ada yang menyentuh pundaknya dan seketika Aleski menoleh.


"Nona Aleski ya? " tanya pelayan itu dan di balas anggukan oleh Aleski.


"Anda di tunggu oleh seseorang, " ujar pelayan itu namun Aleski nampak ragu bagai mana tidak? dirinya rasa tidak ada kenalan seseorang sekalipun.


"Siapa? " tanya Aleski dan tampak pelayan itu berpikir sejenak lalu kembali berucap.


"Eem... saya kurang tau, tapi sebaiknya Nona ikut saya. " ucapnya dengan nada meyakinkan sementara Aleski sudah merasa kepo dan akhirnya dirinya mengangguk mengiyakan dan setelahnya pelayan itu mengajak Aleski untuk naik ke lantai delapan lewat lift.


Pelayan itu memencet tombol dan setelahnya pintu lift tertutup dan sekarang tinggal mereka saja yang ada di dalam lift.


...✧༺♥༻✧...


Sementara di tempat lain Oma Iris duduk dengan santai di sebuah sofa namun kali ini dirinya tengah menatap tablet-nya sembari tersenyum misterius.

__ADS_1


Dirinya melihat dua orang sedang menaiki lift dan Oma Iris sudah menebak jika sebentar lagi dua orang itu akan keluar dari lift, maka dari itu Oma Iris bangkit lalu menyentikan jarinya dan seketika kumpulan orang berpakaian rapih langsung mendekat ke arah Oma Iris bahkan orang yang masih berusaha merayu Alan untuk bekerja sama demi meraih keuntungan seketika merasa takjub, hanya dengan menjentikkan jarinya orang-orang langsung mendekat. benar-benar mereka merasa Oma Iris adalah sosok yang misterius.


Sedangkan Oma Iris langsung melangkah dengan santainya menuju lift dengan di ikuti oleh sekumpulan pria berpakaian rapih.


Berbeda dengan Alan yang acuh tak acuh dirinya malah lebih memilih untuk menyesap minuman di gelasnya dengan rakus meminum minuman keras itu dan membiarkan orang-orang terus mengoceh berusaha merayu pria di depannya itu bagi Alan mereka hanyalah sebuah radio rusak.


...✧༺♥༻✧...


Ting...


Namun anehnya lantai yang di lorong yang sedang dia telusuri sangatlah gelap hanya ada lampu remang-remang.


"Kayaknya kita salah tempat, " ucap Aleski menghentikan langkahnya namun di cegat oleh pelayan tersebut dengan memegang tangan Aleski sangat erat.


"Tidak, kita tidak salah Nona. " ujar pelayan itu meyakinkan namun Aleski merasa ada yang tidak beres dan dengan cepat dirinya berbalik hendak pergi namun suara tepuk tangan berhasil membuatnya kembalikan badanya kembali.


Prok... Prok... Prok...

__ADS_1


Deg..


Sekumpulan pria berpakaian hitam bertepuk tangan namun ekpresi wajahnya sangat datar, tetapi bukan mereka yang Aleski fokuskan namun dua orang yang sangat dirinya kenal. Mereka adalah Marwin dan Marie.


Aleski menoleh ke arah kiri dimana tadi ada pelayan yang mengantarkanya ke tempat ini namun pelayan itu sudah tidak ada dan matanya melihat pintu lift tertutup namun sebelum tertutup sepenuhnya pelayan itu tersenyum smrik seraya melambaikan tanganya.


"Lihatlah, anak HARAM itu baru saja di bodohi. " ucap Marie seraya bangkit dari duduknya mendekat ke arah Aleski sedangkan gadis itu mematung merasa ketakutan.


"Hey! kenapa kau takut? oh aku tau kau itu ketakutan karena sedang berhadapan dengan IBLIS iya kan? " tanya Marie dengan mencengkeram kuat wajah Aleski, sampai si empunya merasa kesakitan.


...✧༺♥༻✧...


Pintu lift terbuka dan si pelayan keluar dengan bersikap hormat seolah-olah tidak terjadi apa-apa.


Sedangkan Oma Iris menatap pelayan itu dengan menyeringai, ternyata Marie menggunakan pelayan sama seperti dirinya yang menyuruh pelayan untuk menjatuhkan minuman ke arah pakaian Marie dan juga menyuruh pelayan yang lain untuk memasukkan sebuah serbuk untuk membuat Aleski sakit perut setelah itu memaksa Aleski untuk menenggak minuman yang ada.


Oma Iris merasa bahwa lawanya sudah terpancing dan dengan santainya Oma Iris masuk ke dalam lift dengan tangan yang menyentuh tombol dengan gerakan slow motion dirinya sengaja ingin membuat waktu menjadi terasa lama.

__ADS_1


__ADS_2