Tolong Aku Tuan Mafia

Tolong Aku Tuan Mafia
Bab 46 | Drone


__ADS_3

Fera menatap tajam sebuah pulau dari kapal yang ia naiki, dengan menggeram kesal saat mengetahui bahwa sahabatnya terperangkap disana.


"Bisa lebih cepat?! " perintah Fera dengan nada yang memekakan telinga, dirinya merasa kesal dengan si pembawa kapal yang menurutnya sangatlah pelan padahal bagi yang lainya kapal sudah berjalan cepat.


"Sabarlah, jangan terbawa emosi. " ujar Leo tak habis fikir sementara yang di tegur hanya mendengus kesal.


...***...


Tap!


Semuanya menatap sebuah tembok tinggi dan panjang yang ada di depan mata kepala mereka sendiri.


'Di luar dugaanku, temboknya sangat tinggi kurang lebih 5m dan sangat licin. tak mungkin juga jika di panjat,'


"Apa kita hancurkan saja dindingnya Bos? " tanya salah satu dari kumpulan Lion's Revenge.


Fera menggelengkan kepalanya "Kita tidak tau dimana mereka berada, aku takutnya secara tidak langsung sudah membunuh mereka yang tidak kita sadari bahwa ada di balik salah satu temboknya. "


"Apakah kita tidak bisa melacaknya? " yang lainya ikut bertanya.


"Sayangnya itu sangat susah karena Felix sangatlah pandai dalam menyembunyikan keberadaan seseorang. "


"Walau kita tidak bisa melacaknya tetapi kita bisa mencarinya dengan menggunakan Drone ini, " Leo tersenyum dengan menunjukan sebuah Drone ke hadapan Fera.


"Kau cukup pintar juga,"


Leo tersenyum simpul lalu mulai menerbangkan sebuah Drone dan mulai di gerakan ke segala arah.


...✧༺♥༻✧...

__ADS_1


Aleski yang tengah memejamkan matanya seketika merasa terganggu ketika mendengar sebuah suara. Drone.


"Nona, Tuan. "


Aleski mengernyit saat benda terbang di hadapannya dapat berbicara hingga dirinya mengucek kedua kelopak matanya takut-takut jika yang di lihatnya hanyalah sebuah halusinasi namun rupanya tidak.


"Nona jangan takut ini aku Leo, bantuan sebentar lagi akan datang."


Kembali Drone itu berbicara yang membuat Aleski paham seraya membenarkan posisinya.


***


Tak lama setelah itu sebuah helikopter terbang dengan orang-orang yang berada di dalamnya.


"Tuan dan Nona ayo naiklah!! " salah satu dari mereka berteriak memberi komando dengan sebuah tali dengan bentuk tangga di turunkan.


Aleski menoleh ke arah pria yang tengah terkapar lemah di sampingnya merasa bingung harus melakukan apa.


Aleski melangkah dengan ragu mendekat ke arah tali berbentuk tangga tersebut.


"Aku akan membantumu, " rupanya Fera sudah hampir berada di tanah.


Brugh!


"Kak Fera, "


"Pakai ini, "


Fera langsung memakaikan pengaman dan langsung menyuruh Aleski untuk segera naik dengan ia bantu.

__ADS_1


Dengan terpaksa akhirnya Aleski menuruti apa yang Fera maksud walau hatinya merasa takut bila sampai terjatuh.


...✧༺♥༻✧...


Sementara itu Felix Endreson tengah tersenyum dengan melihat sekawanan orang tengah mencoba menyelamatkan dua orang yang sudah dua hari ini dirinya kurung.


Ya seperti niatnya sejak awal dirinya tak ingin membunuh mereka yang hanya akan membuat tanganya kotor, dirinya hanya ingin membuat teman semasa sekolahnya itu merasakan apa yang dirinya rasakan.


Walau tidak setimpal dengan yang terjadi pada dirinya tetapi ia cukup puas melihatnya tersiksa walau masih ada yang belum dirinya berikan tapi itu tidak perlu karena dirinya tidak sejahat itu.


"Bos, "


"Hm, "


"Apa yang akan kita lakukan selanjutnya?"


"Setelah menjadi peran pendukung sekarang giliran menjadi seorang penonton, dengan mengikuti alurnya." ucapnya dengan menyalakan sebuah rokok yang sudah terselip di jari-jarinya setelah itu mulai di hisapnya dengan rasa nikmat.


,


,


,


,


,


Forgive Me

__ADS_1


Jika episode ini kurang memuaskan atau memang tidak memuaskan saya mengucapkan sebuah kata maaf sebanyak-banyaknya.


__ADS_2