Tolong Aku Tuan Mafia

Tolong Aku Tuan Mafia
Bab 51 | Kematian Wanita Iblis


__ADS_3

Aleski yang mendengar semua cerita Marie langsung mengepalkan jari-jarinya karena merasa emosi.


"Tapi tak apa walau akhirnya aku dan Marwin berpisah, asalkan aku sudah bisa merasakan menjadi istri sah dari Syakil Marwin. " ucapnya dengan nada bangga.


"Tega! "


"Biarlah, aku tidak perduli dan untuk apa juga aku perduli? hahaha. " jawab Marie dengan di iringi suara gelap tawa, bahkan bukan hanya Aleski saja yang merasa emosi tetapi juga Fera yang sudah naik pitam atas tingkah laku Marie selama ini.


"Kalau kau mau membunuhnya, pakai saja ini. " ucap Fera sembari memberikan sebuah pistol.


Aleski hanya menatapnya saja tanpa niat untuk menggunakan, dia hanyalah gadis lugu yang bahkan tidak tau bagaimana caranya emosi yang dirinya tau hanya rasa sakit hati.


"Dan kau, " Marie menatap Aleski dari atas sampai bawah dengan bibirnya yang tersenyum sinis "Harusnya berterimakasih sebanyak-banyaknya kepadaku karena apa? jika aku tidak melakukannya maka anak haram sepertimu tidak akan terlahirkan ke dunia, " ucap Marie dengan nada mengejek.


"Maksud Anda apa!? " tanya Aleski yang entah kenapa merasa tak terima bahkan kini dirinya bangkit menatap Marie dengan sulit di artikan.


"Kau ini terlalu bodoh rupanya, coba kau fikir baik-baik wahai anak haram! karena jika mereka tidak melakukan dosa besar dalam satu malam maka kau ti~"

__ADS_1


"Kau lebih berdosa Nyonya Marie! " bentak Aleski dengan menggebu-gebu, entahlah sepertinya kini gadis lugu itu sudah bisa merasakan bagaimana rasanya emosi bahkan mungkin saja dia akan menjadi gadis liar.


"Ck, beraninya kau!. " Marie tak mau kalah hingga dirinya berteriak sekencang mungkin sampai lehernya tercekik.


"Kenapa aku harus takut denganmu?" ujar Aleski semakin dekat dengan Marie dan menatapnya tajam.


"Kau rupanya sungguh hebat ya anak haram, dulu kau sangat takut padaku bahkan kau selalu menurut selayaknya pembantu, "


"Dulu aku itu masih bodoh! tapi sekarang, setelah aku tahu bahwa anda adalah wanita jahat aku tidak akan tinggal diam." jelas Aleski dengan lantang.


"Aku tahu kau bodoh wahai anak haram, tapi tolong ya tolong jangan semakin menunjukan bahwa kau orang bodoh." ucap Marie dengan lagak orang mengejek, sebenarnya Marie ingin sekali mencabik-cabik gadis di depanya itu bahkan bisa saja dia membunuhnya namun apa jadi kalau dirinya justru terikat di atas kursi jelek ini.


"Terserah Anda ingin berbicara apa mengenai saya, tapi mungkin setelah saya menarik pelatuk ini hidup anda akan sirna." ujar Aleski sembari menodongkan senjata api yang sedari tadi terus memanggil-manggil ingin segera di sentuh.


"Kau ingin membunuhku? oh lihatlah anak haram ini sudah semakin~"


"Sudah jangan basa-basi lagi, sekarang silakan anda katakan pesan terakhir anda." sergah Aleski yang sudah merasa muak dengan drama-drama yang menimpanya.

__ADS_1


"Pesan terakhirku hanya satu, yaitu berharap hidupmu setelah ini akan menyedihkan. "


Dorr!


Darah bercucuran di kepala Marie dengan matanya yang masih terbuka begitu juga dengan mulutny, bahkan detak jantungnya sudah tidak terdengar kembali.


Aleski bergetar melihat apa yang di lakukanya, dia tidak menyangka bahwa baru saja membunuh seseorang padahal dirinya adalah gadis lugu yang hidup sebagai upik abu.


"Hehehe, " kekehan kecil keluar dari mulutnya dengan menatap nyalang ke arah mayat Marie yang keadaanya mengenaskan.


Tak!


Senjata api di tanganya ia lepaskan, lalu dirinya berjalan keluar dari gudang dengan gontai namun senyum mengerikan di wajahnya tidak pernah sirna.


Fera hanya diam saja melihat Aleski berjalan meninggalkanya lalu masuk ke dalam mobil miliknya.


"Aku tidak menyangka, tapi aku puas."

__ADS_1


__ADS_2