
Disuatu malam di kediaman keluarga Luo terjadi keributan. Putri keluarga Luo satu-satunya mati terbunuh dan setelah itu terjadi pertarungan antara kepala keluarga Luo dengan seorang pria.
'jleb' pedang itu menusuk tubuh sang pria.
'sret'
Pedang itu dicabut lalu darah menyembur keluar dari mulut pria itu.
"Uhuk uhuk"
"Pergilah dari sini! Jangan pernah tampakkan lagi wajahmu dan jangan pernah berpikir untuk mengusik kehidupan cucuku!" Usir kakek Luo.
Yan Lu pergi meninggalkan kediaman keluarga Luo dengan tertatih sambil menekan luka diperutnya.
Kakek Luo beranjak pergi dari tempat bertarung tadi menuju kamar putrinya. Didalam sana cucu perempuannya Luo Zee Lin sedang menangis sesenggukan atas apa yang terjadi pada ibunya.
"Ibu jangan tinggalkan Lin'er"
"Lin'er. Sabarlah sayang. Biarkan ibumu tenang dengan membalaskan dendam atas kematian nya" ujar kakek Luo.
"Bagaimana cara nya kakek?" Tanya gadis kecil itu.
"Jadilah kuat dan cari pelaku siapa yang sudah membunuh ibumu!"
Zee Lin mengangguk pasti "Lin'er janji akan menjadi kuat dan mencari pelakunya" ujar Zee Lin sambil menghapus air mata nya. tapi, ayah tidak bersalah kek. Aku mendengar semuanya! aku mendengar mereka bertengkar. batin ZeeLin.
"Cucu kakek memang hebat" puji kakek Luo.
Setelah kematian ibunya dan dukungan dari kakek Luo. Zee Lin melatih dirinya dengan sekuat tenaga agar ia bisa menjadi sangat kuat dan bisa mencari ayahnya yang sudah dianggap sebagai pembunuh ibunya. ZeeLin tidak ingin ada kesalahpahaman didalam keluarganya.
Kakek Luo juga membantu melatih cucu kesayangannya itu dengan segenap hati. Kakek Luo tidak ingin, cucunya mati terbunuh tanpa ada perlawanan dan juga dengan melatih berbagai ilmu beladiri dan menggunakan berbagai macam senjata bisa untuk melindungi dirinya sendiri saat kakek Luo nanti tidak sanggup lagi melindungi cucu kesayangannya itu.
__ADS_1
Di umur genap dua puluh tahun Zee Lin sudah diangkat menjadi jenderal besar perempuan untuk pertama kali di kerajaan milik kekaisaran timur karena kemampuannya yang tangkas, kuat dan cepat dalam ilmu beladiri dan memakai segala macam senjata. Zee Lin juga menjadi gadis cantik yang sangat jenius dalam mengatur strategi peperangan tak hanya itu, berbagai materi yang ia pelajari mampu ia kuasai.
Luo Zee Lin gadis muda yang cantik berusia dua puluh tahun untuk pertama kali seorang perempuan menjadi jenderal besar di salah satu kerajaan besar yang berada di kekaisaran Timur. Semua itu atas kerja kerasnya dan juga bantuan kakeknya yang juga seorang jenderal besar yang saat itu sudah pensiun karena posisi kakek Luo sudah digantikan oleh cucu perempuannya.
Malam ini adalah malam dimana hari kelahirannya yang ke dua puluh lima tahun. Acara sederhana sedang dilakukan di kediaman utama keluarga Luo. Ini keputusan Zee Lin sendiri, ia tidak ingin merayakan besar-besaran karena kesehatan kakek Luo tidak baik.
Saat acara itu sedang berlangsung, tiba-tiba segerombolan orang berpakaian serba hitam yang memakai penutup wajah dan hanya menampakkan matanya saja membuat para tamu dibuat panik dan berusaha untuk menyelamatkan diri mereka sendiri.
Para pengawal kediaman Luo begitupun dengan Zee Lin dan kakek Luo langsung menyerang orang-orang berpakaian serba hitam itu. Kemenangan hampir didapat oleh keluarga Luo. Tapi, semua berubah saat salah satu dari mereka berhasil melumpuhkan kakek Luo dan menjadikan kakek Luo sebagai sandra mereka. Kemenangan pun berpihak pada pihak musuh.
"Beraninya kalian menjadikan kakek ku sebagai sandra!" Geram Zee Lin.
Tiba-tiba salah satu dari mereka tertawa keras "Hahahaha... Bagaimana sekarang? Kau mengusirku tanpa membawa apa-apa dari kediamanmu, dan sekarang aku akan mengambil apa yang seharusnya menjadi milikku!. Kau juga yang sudah menusuk diriku!" Marahnya.
Tubuh Zee Lin menegang saat mendengar suara yang ia kenal. Meskipun sudah puluhan tahun lamanya, namun ia masih mengingat suara tegas tersebut.
"Apa kau melupakan ayahmu ini Ze'er?" Ujar pria itu setelah membuka penutup wajahnya.
"Ayah?!" Kata Zee Lin hampir menyerupai bisikan.
Pria yang mengaku ayahnya Zee Lin merentangkan tangannya menunggu untuk dipeluk tak lupa seringaian di bibirnya.
Tanpa menunggu lama Zee Lin berlari kearah pria itu lalu memeluknya dengan penuh kerinduan.
"Apa yang kau lakukan Lin'er!" Teriak kakek Luo.
Yan lu menyeringai lebar dan sebuah pedang pun menembus jantung sang jendral besar muda.
Darah keluar dari luka tusukan itu dan juga dari bibir pink milik Zee Lin.
"Yan Lu...!" Teriak kakek Luo murka melihat cucu kesayangannya mengalami hal yang serupa dengan putrinya lima belas tahun yang lalu.
__ADS_1
"Kakek" lirih Zee Lin kemudian mata indah itu tertutup rapat.
Dengan perlahan Yan Lu membaringkan tubuh tak bernyawa putrinya dengan pelan. Matanya menatap wajah itu dengan penuh kesedihan dan penyesalan.
"Maafkan ayah Ze'er" bisiknya lalu ia mencabut pedang yang ia tancapkan pada dada kiri putrinya tadi secara perlahan.
"Lin'er!" Teriak kakek Luo dan berusaha melepaskan diri dari orang-orang pria itu yang mengunci dirinya.
"Ayah terpaksa harus melakukan itu semua untuk melindungi kalian berdua. Ayah tahu jika dirimu dan ibumu mengidap penyakit mematikan itu. Ibumu dulu sering sekali menderita karena penyakit itu. Ayah tidak ingin kamu terus menahan rasa sakit itu lebih lama lagi. Mari kita bertemu lagi dan menjadi keluarga bahagia tanpa adanya hal yang membuat kalian menderita lagi di kehidupan selanjutnya" bisiknya sambil mengelus pipi dingin Zee Lin.
'Jleb' pedang itu menembus tepat di jantungnya.
Darah keluar dari mulut Yan Lu.
"Yan Lu...!" Teriak kakek Luo.
Yan Lu menidurkan tubuh nya di sebelah putrinya sambil menggenggam tangan mungil itu dengan sangat erat. Mata tajam nya tertutup rapat dengan senyum tipis terulas dibibirnya.
Kakek Luo pun dilepaskan oleh mereka dan mereka yang menjadi bawahan Yan Lu mengakhiri nyawa mereka sendiri. Jika mereka masih hidup dan ditangkap oleh kaisar maka hukuman mereka lebih mengerikan dibandingkan dengan bunuh diri.
"Ze'er! Yan Lu!" Teriak kakek Luo histeris. Keluarga nya telah habis tak tersisa. Cucu kesayangannya juga dibunuh oleh ayahnya sendiri. Dan menantunya juga mengakhiri hidupnya sendiri.
Tiba-tiba dada kakek Luo seperti diremat oleh sesuatu dan saat itu juga tubuh kakek Luo kejang-kejang dan tak lama hembusan napas terakhir nya terhenti bertepatan dengan kaisar dari kekaisaran Timur yang kebetulan berada di kerajaan Timur masuk ke kediaman keluarga jenderal besar Luo.
Didalam rumah itu terdapat beberapa mayat termasuk tiga mayat yang berjejer yang tak lain adalah kakek Luo, Zee Lin dan Yan Lu
Kaisar menghampiri tubuh Zee Lin, ia menatap wajah Zee Lin lamat. Kening kaisar berkerut. 'Bukan kah gadis ini sama dengan sketsa wajah yang berada di kamar mendiang jenderal besar muda itu?' batin kaisar.
"Rupanya takdir tidak mengizinkan mereka untuk bersatu" gumam kaisar.
Takdir seperti mempermainkan kehidupan kedua Jenderal besar berbeda kekaisaran itu. Takdir mereka akan membawa mereka kepada urusan yang belum terselesaikan dan akan mengubah takdir yang menyedihkan ini.
__ADS_1
Malam di hari ulang tahun sang jendral besar muda, menjadi akhir dari keluarga Luo yang terkenal akan kebijaksanaannya. Keluarga yang selalu di eluhkan oleh rakyat karena kedermawanan kakek Luo dan sang cucu yang sudah menjabat sebagai jendral besar di usia muda.
Mendengar kabar berakhirnya keluarga Luo, membuat para rakyat turut berduka. Jendral besar yang selalu menjaga mereka dengan sepenuh hati telah pergi untuk selamanya.