
Mata dengan bulu mata lentik itu yang semula tertutup rapat perlahan bergerak, lalu kelopak mata itu terbuka perlahan dan menyesuaikan cahaya yang masuk ke retina matanya yang lembut sekaligus tajam.
Didalam kediaman itu terjadi keributan karena putri yang mereka tunggu selama berbulan-bulan akhirnya membuka matanya.
"Akhirnya Putri terbangun" ucap seorang pelayan dengan menangis bahagia.
Pasalnya Putri mereka kemungkinan besar tidak akan selamat kata tabib kerajaan. Tapi tiba-tiba tubuh tanpa nyawa itu jantungnya kembali berdetak.
"Air" ujar sang putri dengan suara serak nya.
Dengan segera pelayan pribadi sang putri mengambilkan air lalu memberikan air itu pada Purti dan membantu meminumkan air tersebut.
'Kenapa tubuhku terasa kaku sekali' ZeeLin membatin saat merasakan tubuhnya kaku.
"Dimana ini?" Tanyanya setelah sadar ia berada di tempat yang berbeda. Bukankah dia sudah mati terbunuh oleh tangan ayahnya sendiri? Ayahnya yang bertahun-tahun dikabarkan sudah tiada oleh kakeknya karena pemberontakan yang ceritanya di karang sendiri oleh kakek Luo. Dan tiba-tiba di hari kelahirannya yang ke dua puluh lima tahun Ayahnya muncul kembali setelahnya kejadian itu terjadi.
Pelayan itu kaget ketika junjungan nya tidak mengingatnya. "Ini kediaman anda tuan putri. Apa anda tidak mengingatnya?" Tanya pelayan itu ragu.
"Memangnya kau siapa? Kenapa kau memanggilku putri?" Tanya ZeeLin bingung.
Pelayan itu sangat terkejut. Kedua tangannya menutup mulutnya. "Putri, anda sungguh tidak mengingat?"
ZeeLin hanya mengangguk.
"Pelayan ini akan memanggil tabib kerajaan" ujar pelayan itu yang ingin pergi dari sana tapi dicegah oleh ZeeLin.
"Aku merasa jika menghilang nya ingatanku ini akan di manfaatkan oleh banyak orang. Jadi rahasiakan hal ini pada siapapun" ucap ZeeLin saat firasatnya sebagai seorang jenderal besar muncul dan firasat nya tidak pernah meleset.
Pelayan itu berlutut di samping ZeeLin terbaring. "Lalu apa yang harus hamba lakukan putri?" Tanyanya.
ZeeLin menatap pelayan itu "Siapa namamu?" Tanyanya.
"Nama hamba Fu Len, tuan putri. Saya pelayan anda sejak anda masih kecil"
"Baik Fu Len. Sebaiknya tentang aku yang kehilangan ingatan ini dirahasiakan saja. Kamu bantu aku untuk mengingat semuanya secara perlahan. Kamu mengerti?" Jelas ZeeLin.
__ADS_1
"Hamba mengerti tuan putri"
"Ceritakan apa yang terjadi sehingga aku seperti ini?" Tanya ZeeLin.
Fu Len pun menceritakan kejadian mengenai junjungannya. 'Jadi, putri dari ratu saat ini lah yang mendorongku ke kolam sampai terbentur dengan keras. Pantas saja pemilik tubuh ini tidak selamat' gumam ZeeLin dalam hati.
"Ceritakan seperti apa diriku diperlakukan"
"Hamba tidak berani untuk mengatakannya tuan putri"
ZeeLin menatap tajam pelayan itu "Katakan!" Perintahnya dengan nada dingin.
"Ampun putri. Hamba akan ceritakan semuanya"
"Tunggu sebentar. Siapa namaku?" Tanya ZeeLin menyela saat Fu Len yang akan bercerita.
"Nama tuan putri Quan Zee Lin, putri" jawab Fu Len.
"Lanjutkan"
ZeeLin menghela napas pelan. Memikirkan semua yang di katakan oleh pelayan pribadi nya.
"Siapa saja nama-nama anggota keluarga di kerajaan ini Fu Len?" Tanya ZeeLin.
"Nama putra mahkota bernama Quan Za Yun. Pangeran ke dua bernama Quan Jin Hu. Pangeran ke tiga bernama Quan Yang Xun dan pangeran ke empat bernama Quan Yang Xin, tuan putri. Mereka adalah saudara kandung se-ibu dengan putri yakni mendian Yang Mulia Ratu pertama. Nama Yang Mulia ratu yang sekarang bernama Mei Lu dan putrinya bernama Quan Hia Lu" jelas Fu Len.
Kening ZeeLin mengernyit "Lalu siapa nama Raja?" Tanya nya.
Fu Len bersujud memohon ampun "Ampun putri, hamba tidak berani menyebut nama Yang Mulia Raja"
"Quan Zee Lan" gumam ZeeLin.
Fu Len mengangkat kepalanya kaget. "Ba-bagaimana anda tahu nama Yang Mulia Raja?"
"Hanya menebak saja" jawab ZeeLin sambil memejamkan matanya.
__ADS_1
"Aku mengantuk" ujar ZeeLin.
"Hamba ada di depan jika anda membutuhkan sesuatu silahkan panggil hamba putri" ucap Fu Len lalu undur diri.
"Hmm. Kamu pelayan pribadi ku sejak aku masih kecil. Itu berarti kamu teman ku. Jadi jangan terlalu kaku pada ku" ujar ZeeLin tiba-tiba.
"Baik putri. Kalau begitu Fu Len tunggu di luar. Selamat beristirahat" pamitnya.
Setelah mendengar suara pintu di tutup kembali. ZeeLin membuka matanya. "Aku tahu semuanya dari memori ingatan mu. Aku bersumpah akan membalas kan dendam kematian mendiang Ibu mu dan membuat mereka yang membencimu menyesal" gumam nya pelan lalu ia kembali menutup matanya dan tertidur lagi karena terlalu lelah dan dirinya juga baru sadar setelah berbulan-bulan lamanya ia tertidur.
Sore harinya ZeeLin sudah terbangun dari tidurnya. Dengan di bantu oleh Fu Len ia berganti pakaian. "Bawa aku keluar. Terik matahari di sore dan pagi hari sangat bagus untuk kesehatan tulang. Aku juga akan berusaha menggerakkan anggota tubuhku" ujar ZeeLin.
"Baik Putri" jawab Fu Len lalu membawanya keluar dari paviliun di bantu dengan pelayan lainnya menuju taman dibelakang paviliun anggrek.
"Apa mereka sudah tahu kalau aku sudah bangun?" Tanya ZeeLin.
"Belum putri" jawab Fu Len.
ZeeLin mengangguk "Lebih bagus jika mereka tidak mengetahui nya. Setelah aku pulih berikan kabar jika aku sudah bangun. Untuk saat ini kalian harus rahasiakan jika aku sudah terbangun" perintahnya.
"Baik putri" ujar Fu Len dan para pelayan yang ikut dengannya dengan patuh. Para pelayan patuh dengan ZeeLin karena Quan ZeeLin pemilik tubuh aslinya sangat baik pada para pelayan sehingga mereka sungkan untuk berlaku buruk terhadap junjungan mereka.
Sudah satu jam ZeeLin berada di bawah terik matahari sore.
"Ayo putri anda pasti bisa" ujar Fu Len memberikan semangat.
Saat ini ZeeLin sedang belajar menggerakkan tangannya karena semua anggota tubuhnya terasa kaku.
Semua pelayan terlihat bersemangat sampai akhirnya ZeeLin berhasil mengangkat tangannya dan membuat mereka semua tersenyum bahagia begitupun dengan Zee Lin sendiri.
"Sekarang kita kembali kedalam. Besok pagi setelah sarapan aku akan berlatih kembali" ujar ZeeLin.
"Baik putri" jawab Fu Len. Lalu mereka pun membawa ZeeLin kembali ke tempat tidurnya setelah membersihkan diri.
Keesokan paginya ZeeLin kembali berjemur dan berlatih menggerakkan anggota tubuhnya setelah dua jam ZeeLin kembali ke dalam kediamannya. Begitupun dengan sore hari ZeeLin akan mengulang aktivitas yang sama.
__ADS_1
Waktu terus berjalan. Anggota kerajaan masih belum mengetahui jika ZeeLin sudah terbangun, itu semua karena penghuni kediaman memilih untuk bungkam agar junjungan mereka tidak disakiti lagi, terutama oleh Ratu dan putrinya.