True Empire'S (Kekaisaran Sejati)

True Empire'S (Kekaisaran Sejati)
True Empire's • 29 • Sarapan Bersama Keluarga Kerajaan


__ADS_3

"Benar-benar! Tidak ada orang yang berani mengganggu kaisar pagi-pagi begini! Hanya disini mereka bisa menggangguku seenaknya!" omel Haocun sambil memungut pakaian miliknya dan istrinya.


ZeeLin hanya terkekeh geli mendengar suaminya yang merupakan seorang kaisar tengah mengomel pada orang-orang yang berani mengganggunya.


"Sudah puas tertawanya?! Pakai ini dulu! Aku akan menagihnya nanti malam!" ucap kaisar kesal.


"Apa? Menagih apa?!" tanya ZeeLin lupa.


Haocun menatap istrinya jengah. "Aku bisa mengingatkanmu sekarang. Tidak masalah jika ada kakakmu dikamar mandi!" ucapnya di ikuti senyuman mes*m.


"Ya! Kamu mes*m sekali! Jangan coba-coba!" teriak ZeeLin saat sudah mengingat ucapannya tadi. Senjata makan tuan. Itu yang di alami ZeeLin.


ZeeLin dengan kesal memakai pakaiannya kembali.


"Apa kau akan terus menetap didalam sana pangeran JinHu?!" seru Haocun dengan suara dinginnya setelah istrinya selesai berpakaian.


Pangeran JinHu keluar dari kamar mandi sambil meringis.


"Hehe terimakasih sudah menyelamatkanku" ucapnya. Lalu tak berapa lama dia menelan ludah kasar.


Si*l! Setelah keluar dari kandang harimau, sekarang masuk ke kandang singa! Isinya ada dua lagi!. Pikir pangeran JinHu meringis dengan kesia*lannya hari ini.


"Sekarang katakan! Kenapa putra mahkota sampai mengejarmu?!" entah itu pertanyaan atau perintah. Tapi, bagi telinga pangeran JinHu apa yang dikatakan Haocun adalah perintah.


Sebelum menjelaskan pangeran JinHu mengambil napas dalam-dalam.


Ia kemudian menceritakan apa yang terjadi pada saat hari pertemuan dimana adiknya, ZeeLin meminta untuk menikah dengan Haocun yang masih menjadi pengawalnya saat itu.


Waktu itu, pangeran JinHu hanya mengatakan akan menjelaskan siapa Han Haocun sebenarnya. Tapi itu hanya tipuan saja. Bahkan sampai sekarang, pangeran JinHu selalu menghindar dari putra mahkota jika tidak sengaja bertemu.


»---♡---«


Setelah mendengar penjelasan pangeran JinHu.


Haocun hanya menghela napas.


"Kau benar-benar menggali kuburmu sendiri!" Gumam nya yang masih didengar keduanya.


"Aku terpaksa melakukannya! Jika aku tidak mengatakan itu, aku yakin jika putra mahkota tidak akan setuju Ze'er menikah denganmu yang tidak memiliki identitas. Apa kau mau identitas mu diketahui?!" kata pangeran JinHu tidak terima.


"Tapi kau tetap saja mendorongku ke lubang yang kau buat bod*h!" umpat Haocun saking kesalnya pada pangeran JinHu.


"Kau berani mengatai kakak iparmu bod*h?!" pangeran JinHu mendelik tak terima dikatai bod*h oleh adik iparnya.

__ADS_1


"Aku berani, karna aku kaisar! Apa kau berani melawan kaisar!" Haocun menatap pangeran JinHu remeh. Senyum jahatnya telihat diwajah tampan Haocun.


"Ze'er lihat suamimu! Dia mengancamku dengan status tingginya!" adu pangeran JinHu pada ZeeLin.


"Cih! Pengadu!" Haocun berdecih lalu mendengus.


"Hahh... Bisakah kalian berhenti bertengkar?! Kalian sudah sama-sama dewasa. Aku pusing melihat kalian bertengkar"


"Dan JinHu gege! Apa gege sengaja menyembunyikan siapa Xuan gege sebenarnya?! Aku yakin gege pasti sudah mengetahui siapa Xuan gege yang sebenarnya!" sambung ZeeLin menatap kakaknya kesal.


"Aku terpaksa menyembunyikan hal itu tentang suamimu. Apa kamu pikir, kakakmu ini punya kekuatan untuk melawan kaisar!" bela pangeran JinHu.


"Sudahlah. Soal itu serahkan padaku" ucap Haocun dengan tangan dilipat di depan dada. Menghentikan apa yang akan terjadi selanjutnya, istrinya akan marah dan tidak mau bicara seperti sebelumnya. Sangat sulit untuk membujuk istrinya itu!


Pangeran JinHu menoleh ke arah Haocun.


"Apa kau punya rencana adik ipar?!"


"Kau sudah berani memanggilku seperti itu rupanya"


"Tentu saja. Kau disini sebagai adik iparku! Berbeda jika aku sedang menjalankan tugas dari kaisar, kau tetap seorang kaisar! Itu kan yang ku katakan dulu"


"Hmm... Ingatanmu tajam juga rupanya. Apa kau tidak takut aku akan memberimu tugas yang sangat berat?"


Haocun mendengus.


"Aku akan mengirimmu ke istana kekaisaran" katanya setelah duduk di atas ranjang dan membawa ZeeLin ke pangkuannya.


Pangeran JinHu mengerutkan dahinya.


"Jika kau pergi, maka putra mahkota tidak akan mengganggumu lagi" jelas Haocun saat melihat pangeran JinHu tidak mengerti maksud perkataannya.


"Lalu aku harus melakukan apa disana?" tanya pangeran JinHu bingung.


"Tentu saja menjalankan tugasmu sebagai tangan kanan kaisar!" Haocun menyeringai seram.


"A-Apa?!"


"Kau tidak perlu memusingkan musuhmu disini! Serahkan mereka pada kami berdua. Kebetulan aku juga memiliki dendam lama pada musuhmu! Untuk alasannya, kau tidak perlu tahu" jelas Haocun sambil memainkan rambut panjang milik istrinya.


Cup


Pria itu mengecup helaian rambut yang ia mainkan.

__ADS_1


"Harum rambutmu tetap sama sayang" katanya memandang istrinya penuh cinta.


ZeeLin mengalungkan tangannya di leher suaminya. "Bukankah suamiku ini menyukai harum rambutku ini dari dulu. Aku tetap mengingatnya Yang Mulia"


Dari dulu? Apa mereka sudah saling bertemu sejak lama? Tapi ZeeLin tidak pernah di izinkan keluar istana barang hanya selangkah saja oleh Raja. Pikir pangeran JinHu bingung.


"Kamu benar. Salah satu hal yang aku sukai darimu adalah rambutmu. Selalu harum dan lembut bagaimanapun keadaanmu" Haocun memandang istrinya sendu. Untung saja pangeran JinHu tidak dapat melihat tatapan sedih Haocun karena terhalang tubuh ZeeLin.


»---♡---«


Ke esokan harinya.


Raja Zee Lan mengundang ZeeLin dan Haocun untuk sarapan bersama. Karena keduanya kemarin tidak menampakkan diri mereka. Tidak keluar dari dalam kamar walau hanya sebentar.


Semua anggota keluarga kerajaan berkumpul di meja makan anggota keluarga kerajaan.


Semuanya duduk di tempat masing-masing kecuali pangeran JinHu duduk disamping ZeeLin, kursi milik pangeran YangXin  sehingga angeran YangXin dan pangeran YangXun harus bergeser tempat duduk. Karena pangeran JinHu sudah menempati kursi pangeran YangXin terlebih dahulu.


Raja menatap pangeran JinHu bingung. "Pangeran JinHu apa yang kau lakukan disana? Kenapa tidak duduk ditempatmu?!" tanya raja.


Pangeran JinHu berdiri lalu berdehem sebelum menjawab. "Menjawab ayahanda. Ananda hanya ingin duduk disamping adik Ze'er saja"


"Begitu? Tapi adikmu itu tidak akan kemana-mana bukan? Kau dapat bertemu dengan adikmu kapanpun yang kau mau"


Pangeran JinHu berpikir keras. Bagaimanapun dia tidak boleh duduk disamping putra mahkota! Keadaan akan semakin runyam jika putra mahkota mengetahui kebenarannya.


"Eeh... Ananda juga ingin mengenal lebih dalam lagi pada adik ipar"


Putra mahkota menatap pangeran JinHu sinis. Dia masih kesal dengan adiknya itu. Bagaimana mungkin seorang putra mahkota berani ditipu!


"Hahh... Ya sudah jika itu yang kau mau. Kita mulai sarapannya" kata raja memilih mengalah. Acara saraan bersama pun dimulai.


Pangeran JinHu sangat dekat dengan adik bungsunya, ZeeLin. Apapun yang dia inginkan jika berhubungan dengan adiknya itu, pangeran JinHu akan lakukan, termasuk memberontak terhadap raja sekalipun! Jadi raja lebih memilih banyak mengalah pada putra keduanya itu jika itu baik untuk putrinya.


Ratu kedua dan putri Hia Lu menatap ZeeLin dengan tatapan aneh mereka. Apa lagi putri Hia Lu. Menatap ZeeLin dengan tatapan iri, cemburu dan benci.


Putri Hia Lu baru sadar, jika Haocun adalah pria yang sangat tampan dan lemah lembut.


Seandainya, pria itu menikah dengan dirinya, pasti dia akan diperlakukan bagai ratu oleh pria itu. Sama seperti saat ini.


Haocun mengambilkan beberapa makanan yang kebetulan ada makanan kesukaan istrinya dari dulu.


Bahkan pria itu juga tidak sungkan menyuapi istrinya.

__ADS_1


__ADS_2