True Empire'S (Kekaisaran Sejati)

True Empire'S (Kekaisaran Sejati)
True Empire's • 05 • Kedatangan Keluarga Kerajaan


__ADS_3

Satu bulan setelah kembalinya pangeran JinHu pangeran kedua kerajaan Quan akhirnya Zee Lin memutuskan untuk menyebar kabar jika dirinya sudah terbangun dari tidur panjangnya dan ia pun terpaksa harus bersandiwara seperti saat ia baru terbangun beberapa bulan yang lalu.


Kabar itu begitu cepat tersebar, bahkan di kalangan luar istana sudah mendengar bahwa putri tak berguna itu sudah membuka mata kembali.


Ada yang senang dan lega dengan kabar bangunnya sang putri dan ada pula yang tidak senang karena merasa terancam dengan keberadaannya.


»---♡---«


Disebuah kediaman diluar istana mereka berkumpul dan merencanakan untuk membunuh sang putri. Tapi, mereka tidak mengetahui jika sosok putri yang mereka incar sudah terbangun sedari berbulan-bulan yang lalu dan sosok itu bukan lagi sosok putri yang lemah dan mudah untuk di tindas.


Mereka sudah salah mengira dan mereka hanya tinggal menunggu hari dimana mereka dijatuhi hukuman mati atau mati di tangan sang putri sendiri karena sudah berani melakukan percobaan pembunuhan kepada putri pertama kerajaan Quan.


Setelah rencana mereka sudah tersusun rapi mereka akhirnya membubarkan diri dan kembali ketempat mereka masing-masing.


»---♡---«


Di paviliun Anggrek


Didalam kediaman Zee Lin sekarang suasana nya sangat ramai. Bagaimana tidak, Raja dan Ratu serta para pangeran dan putri kedua kerajaan Quan berkumpul disana dengan raut wajah bahagia karena bangunnya sang putri mereka yang sudah dua tahun ini dikatakan oleh tabib bahwa kemungkinan putri untuk selamat sangat kecil mengingat benturan di kepalanya yang sangat keras.


Mereka tidak tahu jika putri Quan Zee Lin yang sesungguhnya sudah tiada dan sekarang yang menempati tubuh itu adalah Jenderal Luo Zee Lin dari dinasti kekaisaran Liang dari masa depan.


Saat ini Zee Lin sedang bersandiwara masih lemas dan sulit untuk bergerak sama seperti ketika ia pertama kali terbangun. Bahkan wajahnya terlihat sangat datar dan tidak ada sedikit sunyum dibibir pucatnya yang sebelum itu ia rias agar wajahnya terlihat masih sakit.

__ADS_1


Zee Lin memandang putra mahkota, kakak ketiga dan kakak keempatnya dengan tatapan yang sulit di artikan. Setelah itu Zee Lin menatap kearah Raja yakni ayahnya dengan tatapan yang sulit di artikan.


'Jadi dia ayah Zee Lin yang asli?! Aku benar-benar melihat tatapan khawatir serta kelegaan dimatanya. Jadi apa yang dikatakan kakak pertama benar adanya. Kakak ketiga dan kakak keempat juga memiliki tatapan yang sama. Tidak ada kebohongan atau sandiwara dimata mereka berdua. Zee Lin seandainya jika kau masih hidup, aku yakin kau pasti akan bahagia melihat tatapan yang ayahmu dan para kakak laki-laki mu itu.' gumam Zee Lin dalam hati sambil menelisik apa yang ia lihat.


Pandangannya berganti ke arah Ratu sekarang atau dulunya hanya seorang selir dan juga putrinya yang bernama Quan Hia Lu itu membuat Zee Lin berdecak tidak suka.


'Mereka berdua sungguh ular! Lihat saja tatapan mereka. Ingin sekali aku congkel kedua mata mereka. Bohong sekali jika mereka mengkhawatirkan Zee Lin!' makinya sambil mengalihkan pandangannya ke arah JinHu.


"Kakak JinJin" panggilnya berbisik.


JinHu yang merasa dipanggil menghampiri Zee Lin lalu duduk disamping Zee Lin yang sedang menyandarkan tubuhnya. "Ada apa adik? Apa ada yang sakit? Kakak akan memanggil tabib untuk memeriksa" ujarnya yang dibuat sekhawatir mungkin.


Zee Lin menggeleng pelan "Tidak kakak. Ze'er hanya lelah ingin beristirahat saja" ucapnya pelan.


"Baiklah, kakak akan meminta mereka untuk MEMBERIKAN KAMU RUANG agar kamu dapat BERISTIRAHAT" Ujar JinHu sambil menekan beberapa perkataannya.


Jin Hu meminta semua yang berada dikediaman adiknya untuk membiarkan adiknya itu beristirahat. Mereka pun terpaksa meninggalkan kediaman Zee Lin.


Putra mahkota menatap Zee Lin yang saat ini sedang menatap kedua punggung yang sedikit demi sedikit menjauh dari pandangannya dengan berbagai tatapan kebencian.


Raja dan kedua putranya yakni pangeran ketiga dan pangeran keempat terpaksa ikut keluar dan disusul putra mahkota dibelakang mereka. Mereka terpaksa pergi karena tidak ingin pihak musuh dalam selimut tahu jika Zee Lin masih dibawah pengawasan ketat dari keempat pria itu meskipun secara tersembunyi.


"Periksa apakah mereka sudah benar-benar pergi atau masih ada disekitar sini. Ingat jangan sampai membuat curiga!" Perintah JinHu pada Fu Len. Gadis itu pun mengangguk setelah itu pergi melaksanakan perintah dari JinHu.

__ADS_1


Tak butuh berapa lama Fu Len kembali "Keluarga kerajaan sudah kembali pangeran, mereka sudah tidak terlihat di sekitar kediaman" lapornya dengan badan membungkuk.


JinHu mengangguk lalu menyuruh Fu Len keluar. "Ze'er kenapa kamu harus bersandiwara seperti itu?" Tanya Jin Hu.


Zee Lin menatap kakaknya itu dengan tersenyum tipis "Jika aku menghadapi mereka dengan keadaan sudah sehat, mereka pasti akan curiga kepada ku. Lagi pula aku baru saja mengumumkan kabar bahwa aku baru siuman, tidak mungkin jika aku menunjukkan bahwa aku sudah baik-baik saja" jelasnya.


'Dan aku yakin setelah berita ini tersebar pasti musuh dan para penghianat itu akan berlomba-lomba untuk membunuhku' lanjutnya dalam hati. Zee Lin tidak bisa mengatakan hal itu pada kakaknya karena itu Zee Lin akan menghabisi para pembunuh itu dengan jebakan disekitar paviliun dan juga didalam paviliun yang akan ia pasang saat sore hari.


"Kakak sebaiknya kakak kembali dan beristirahat. Aku akan baik-baik saja disini. Aku bisa menjaga diriku sendiri" ujarnya seperti mengusir.


JinHu menatap Zee Lin bingung maksud dari perkataan adiknya itu. "Aku juga akan beristirahat dan membutuhkan waktu untuk sendirian" lanjutnya dengan pelan.


Dengan terpaksa JinHu mengangguk lalu kembali ke paviliun miliknya setelah mengelus rambut Zee Lin pelan.


»---♡---«


Saat ini matahari sudah di ufuk barat. Zee Lin memerintahkan kepada semua para pelayan dan prajurit yang setia kepadanya untuk membantu memasang jebakan itu.


Setelah selesai memasang jebakan dan hanya menyisakan satu jalan keluar yang tersembunyi dan hanya para penghuni paviliun saja yang tahu jalan keluar tersembunyi itu untuk memudahkan mereka keluar dari istana tanpa diketahui siapapun agar mereka bisa pergi ke pasar membeli berbagai kebutuhan. Tapi, tidak semudah itu untuk bisa melewati pintu itu. Mereka harus izin terlebih dahulu kepada Zee Lin karena akses untuk membuka pintu itu berada didalam kediamannya dan juga di kediaman pribadi Fu Len yang diberikan secara khusus untuk pelayan pribadi nya itu.


Untuk satu bulan ke depan, Zee Lin melarang semua orang yang berasal dari luar paviliun untuk semua orang termasuk Raja sekalipun dengan alasan untuk pemulihan diri yang sebenarnya adalah agar keluarganya tidak terluka karena keberadaan jebakan itu tersembunyi dan hanya orang-orang di paviliun Anggrek saja yang tahu dimana letaknya. Zee Lin juga meminta mereka untuk berhati-hati dalam berjalan agar tidak terkena jebakan yang sudah mereka pasang.


Semua orang yang berasal dari luar paviliun terpaksa harus kembali karena permintaan Zee Lin dan juga gerbang paviliun ditutup dari dalam dan diluar gerbang hanya ada dua prajurit yang bertugas berjaga seperti biasanya. Pintu gerbang hanya akan dibuka sedikit saat mereka akan keluar. Setelah itu prajurit didalam gerbang akan menutup gerbang nya kembali.

__ADS_1


__ADS_2