True Empire'S (Kekaisaran Sejati)

True Empire'S (Kekaisaran Sejati)
True Empire's • 22 • Aku adalah Kaisar


__ADS_3

"Hamba memiliki sedikit saran untuk anda. Jika anda mengatakannya pada Yang Mulia, mungkin Yang Mulia bisa mengerti"


"Keluarlah!" usir Haocun setelah mendengar saran tabib.


Tabib segera keluar dengan perasaan takut. Setelah menutup pintu, tabib menghela napas lega. Hal buruk tidak menimpanya. Itu berarti, pria itu sedang memikirkan sarannya.


Semoga saja hal buruk tidak akan terjadi.


Haocun terus memikirkan apa ucapan tabib. Apa istrinya akan menerimanya jika dia memberitahu kenyataannya pada istrinya? Ia takut istrinya tidak akan menerimanya dan memilih menjauh darinya.


Mengapa takdir selalu mempermainkan dirinya! Disaat dulu dia hanya menjadi jendral besar kekaisaran saja, memiliki seseorang yang sangat ia cintai, lalu mati dan kembali pada masa dikehidupan pertamanya! Kehidupan yang sangat dibencinya!.


Helaan napas terdengar. Pria itu memutuskan untuk memikirkannya lagi setelah bangun tidur.


»---♡---«


Saat tengah malam, ZeeLin berteriak ketakutan. Hal itu membangunkan Haocun yang baru saja terlelap.


"Ze'er bangun sayang. Ayo buka matamu" Haocun berusaha membangunkan istrinya yang masih berteriak ketakutan dengan keringat dingin mengalir dipelipisnya.


Hah... Hah... Hah...


Grep


"Akhirnya kamu bangun juga" Haocun memeluk istrinya cemas.


"Gege" ucap ZeeLin lemas.


"Ya sayang kamu aman bersamaku!" bisik Haocun menenangkan.


Setelah tenang, Haocun kembali membaringkan istrinya yang tadi terbangun langsung duduk.


"Kamu tidur lagi ya. Aku akan menjagamu"


"Aku tidak mau tidur. Jika aku tidur, mimpi itu pasti akan datang lagi" lirih ZeeLin menggelengkan kepalanya dipelukan Haocun.


"Apa yang kamu mimpikan sayang?" tanya Haocun.


"Kaisar datang! Dia datang dengan pasukannya untuk menghancurkan kerajaan ini! Hu.. Hu.. Hu"


Hati Haocun mencelos rasanya. Sampai sebegitu parahkah tekanan yang dipikirkan istrinya.


"Tenang lah. Kaisar tidak akan melakukan itu. Tenangkan dirimu istriku" kata Haocun dengan lembut.


Bukannya tenang, ZeeLin semakin terisak ketakutan. Apa yang harus Haocun katakan?! Apakah dia harus mengatakan yang sejujurnya pada istrinya malam ini juga agar istrinya tenang.


Keputusan Haocun sudah bulat. Dia akan mengatakannya malam ini juga!

__ADS_1


Perset*n dengan bahaya yang akan mengancam nyawa istrinya di luar sana. Dia akan melindungi istrinya! Kesehatan istrinya saat ini lebih penting.


"Aku akan memeriksa sekitar dulu" ucap Haocun pelan lalu melepaskan pelukannya dan pelukan istrinya.


ZeeLin hanya melihat apa yang dilakukan suaminya dalam diam.


Haocun memperhatikan sekitar. Matanya yang tajam bak elang mengawasi sekitar. Telinganya yang tajam juga mendengarkan hal-hal yang kemungkinan ada hal janggal disekitar.


Setelah dipastikan aman. Ia menutup Jendela dan pintu dengan rapat. Tak lupa ia menguncinya.


Haocun kembali menghampiri istrinya yang meringkuk sambil terus mengawasinya. Takut ditinggal pergi.


"Apa yang gege lakukan?" tanya ZeeLin dengan suara lemasnya.


"Memeriksa keadaan sekitar. Tidak ada siapapun diluar" Haocun mengelus lembut kepala istrinya yang basah.


"Kamu duduk dulu ya" lanjutnya mendudukkan istrinya.


Haocun meraih cangkir yang berisi air minum lalu diberikan ke istrinya.


Setelah selesai minum. Haocun mengembalikan cangkir itu ketempatnya.


Sebelum memulai pembicaraan, Haocun menarik napas dalam. Keputusannya sudah bulat! Ia sendiri yang akan melindungi istrinya atau bahkan mengorbankan nyawanya sekalipun demi istri tercintanya!.


"Apa yang ingin gege bicarakan?" tanya ZeeLin yang tahu jika suaminya akan mengatakan sesuatu yang sangat penting..


"Ze'er, setelah aku mengungkap siapa diriku, aku harap kamu tidak takut kepadaku atau yang paling buruk kamu pergi meninggalkanku!" Haocun memulai pembicaraan.


"Kenapa aku harus takut dengan gege? Bukankah gege yang akan selalu melindungiku?"


Haocun menggeleng pelan. "Jika itu memang aku akan selalu melindungimu. Tapi siapa yang akan melindungimu jika kamu pergi jauh dariku" katanya dengan sendu.


Tangan besar Haocun menangkup pipi istrinya. "Dengarkan baik-baik Ze'er. Siapapun aku, aku akan tetap berada disampingmu dan melindungimu. Jangan takut dan pergi dari ku. Apa kamu bisa berjanji Ze'er?"


ZeeLin menatap suaminya lekat. Ia bisa melihat rasa ketakutan didalam mata tajam suaminya.


Dengan yakin, ZeeLin mengangguk. "Aku janji tidak akan takut dan pergi darimu suamiku"


Senyum lega terlihat di wajah tampan Haocun. "Terimakasih Ze'er"


"Aku tetaplah aku dikehidupan yang sebelumnya. Meskipun identitasku kali ini sangat berbeda dari yang dulu, tapi aku adalah pria yang akan selalu mencintaimu."


Haocun mengambil jeda untuk melanjutkan perkataannya.


ZeeLin tetap memperhatikan dan mendengar suaminya dengan seksama.


"Sebenarnya aku adalah kaisar"

__ADS_1


Bagai tersambar petir. Tanpa sadar, ZeeLin melepas genggaman tangan suaminya. Ia juga sedikit mundur menjauh dari Haocun.


Sedih, kecewa, marah, senang?  Tentu saja. Perasaan campur aduk itu yang saat ini dirasakan ZeeLin.


Jadi selama ini, yang dia temui dan dia nikahi adalah kaisar itu sendiri?! Sosok yang dia takuti adalah suaminya sendiri? Bahkan ia sudah tidur bersama sosok yang selalu ia takuti.


"Gege... Bercanda kan?!"


Haocun menatap istrinya sendu, inilah yang dikhawatirkan nya. Istrinya akan takut dan menjauh darinya!


Dengan pasrah, Haocun menggeleng pelan.


"Tidak mungkin!" ZeeLin menggeleng tak percaya dengan tangan menutup mulutnya.


"Tapi itulah kenyataannya. Aku adalah Kaisar! Kaisar yang selalu ditakuti orang-orang karena cacat, kejam, berdarah dingin dan tak berperasaan! Tapi aku juga manusia biasa seperti yang lainnya. Aku menjadi sosok seperti itu karena untuk melindungi diriku dan adikku. Selain aku, siapa yang akan menjaga kami berdua?" Lirih Haocun.


"Lalu... Para selir yang mati itu? Apa mereka bukan mati karena mengakhiri hidup mereka sendiri? Apa mereka mati karena..."


"Ya! Aku yang membun*h semua selir yang disodorkan padaku!"


"Tidak Ze'er! Ku mohon jangan takut padaku" lanjut Haocun langsung ketika istrinya meringsut menjauh darinya.


"Apa kamu juga akan membunuhku?!"


Bagai sebilah pedang yang menancap di jantungnya. Haocun menatap istrinya sedih mendengar perkataan istrinya itu.


"Tidak Ze'er. Aku bahkan tidak akan pernah berpikir untuk menyakitimu"


"Sayang... Kamu percaya padaku kan? Aku tetap Xuan gegemu yang dulu"


"Aku membunuh semua selir itu agar dinasti Han tetap berada diposisinya! Dinasti Han hanya boleh memiliki Permaisuri! Tidak dengan selir!. Aku akan ceritakan apa yang terjadi pada dinasti Han di kehidupan pertamaku. Tapi sebelumnya, ku mohon jangan takut padaku"


ZeeLin menunduk kemudian mengangguk pelan.


"Kisah ini sangat panjang. Apa kamu siap mendengarnya sayang?" tanya Haocun pelan.


ZeeLin mengangkat kepalanya dan melihat suaminya yang menatapnya dengan lembut.


ZeeLin kembali mengangguk pelan.


Sebelum bercerita, Haocun menarik napas dalam-dalam. Ia kembali mengingat masa dimana pada saat kehidupan pertamanya dimulai!.


»---♡---«


Permasalahan inti akan segera dimulai di chapter selanjutnya! Apa kalian siap membacanya? Mungkin didalamnya akan terdapat hal yang sangat menguras emosi dan juga mengerikan.


Jangan dibaca jika kalian tidak menyukainya!

__ADS_1


__ADS_2